<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975</id><updated>2012-01-30T10:19:32.432+07:00</updated><category term='daily'/><category term='leisure'/><category term='knowledge'/><category term='business'/><category term='resep'/><category term='vacation'/><category term='family'/><category term='parenting'/><category term='skoliosis'/><category term='fairytale'/><category term='friend'/><category term='work'/><category term='contemplation'/><category term='life'/><title type='text'>fairytale</title><subtitle type='html'>my life is like a fairytale...
yup, a fairytale of my own...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>372</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-5382922477622595138</id><published>2011-12-10T06:12:00.002+07:00</published><updated>2011-12-10T06:22:27.423+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='parenting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='family'/><title type='text'>Kelahiran Abi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-uIoNnjX_vQk/TuKWWBjs7SI/AAAAAAAAALA/zhsr0U7mhE8/s1600/DSC01178.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-uIoNnjX_vQk/TuKWWBjs7SI/AAAAAAAAALA/zhsr0U7mhE8/s200/DSC01178.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5684270984814456098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Meet my second son&lt;/span&gt;: Muhammad Abimanyu Martono :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya resmi sudah namanya, pada saat aqiqah di hari ke-14 setelah kelahirannya. Abimanyu terdiri dari dua kata Sansekerta, yaitu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;abhi&lt;/span&gt; (berani) dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;man’yu&lt;/span&gt; (tabiat). Dalam bahasa Sansekerta, kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Abhiman’yu&lt;/span&gt; secara harfiah berarti “ia yang memiliki sifat tak kenal takut” atau “yang bersifat kepahlawanan” (sumber dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abimanyu"&gt;sini&lt;/a&gt;). Dalam kisah pewayangan, Abimanyu adalah putra Arjuna dan ia adalah ksatria termuda dari pihak Pandawa dalam peperangan Bharatayuddha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun konsep nama ini sudah di-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;godhog&lt;/span&gt; sebelum Abi lahir, ternyata proses kelahirannya membawa kenangan tersendiri akan arti sebuah keberanian. Dan tanpa rasa takut, Abi berhasil melaluinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah kelahiran Abi bermula pada Sabtu, 19 November 2011. Sehari menjelang HPL, tak ada juga tanda-tanda mau melahirkan. Dokter kandungan langganan menyarankan untuk melakukan CTG guna merekam detak jantung dan gerakan janin, sekaligus untuk memastikan semuanya baik-baik saja. Hasil CTG memang menunjukkan kalau semuanya baik-baik saja dan beberapa kontraksi lemah sudah mulai berlangsung. Pada saat CTG, setelah diperiksa dalam, ternyata aku sudah pembukaan dua. Akibat periksa dalam pada saat CTG itu, ketika kami pulang dari rumah sakit, kontraksi makin sering terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu menjelang tengah malam, setelah memastikan Hanif baik-baik saja di bawah penjagaan Mbak Nunung (asisten yang pulang hari) karena pengasuhnya sedang izin pulang kampung, aku diantar suami ke rumah sakit. Tengah malam itu aku sudah pembukaan empat. Segera masuk kamar bersalin untuk bersiap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu dini hari pukul setengah empat, pembukaan baru mencapai bukaan enam. Berasa aneh, mengapa proses pembukaan berjalan sangat lambat, tidak seperti waktu kelahiran Hanif dulu? Minggu pukul delapan pagi, diputuskan untuk dilakukan induksi karena sudah empat setengah jam proses pembukaan tidak mengalami kemajuan dari bukaan enam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, baru kali ini merasakan diinduksi. Tak berhasil menepis khawatir karena pernah mendengar cerita bahwa kontraksi hasil induksi akan jauh lebih sakit dibanding kontraksi yang terjadi secara alami. Dan memang benar, selama satu setengah jam kemudian, aku benar-benar merasakan apa yang namanya perjuangan. Progres pembukaan berlangsung cepat, dan pada 20 November 2011 pukul 09.45 Abi lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sinilah perjuangan yang lain dimulai. Entah akibat menelan air ketuban atau akibat terlilit tali pusar, tangisan Abi tak jua keras. Setelah dilakukan observasi, ternyata Abi harus segera diberi oksigen melalui selang dan tak bisa melanjutkan proses IMD. Akibatnya Abi juga tak bisa rawat gabung denganku karena harus diobservasi intens di kamar bayi. Saat itu, di tengah rasa lemas habis melahirkan, hatiku diliputi oleh berbagai kegalauan. Galau terhadap perkembangan kondisi Abi, juga galau memikirkan Hanif yang ditinggal di rumah tanpa ayah bundanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak bisa IMD dan rawat gabung membuatku bertekad bahwa Abi tetap harus bisa ASI eksklusif. Maka perjuangan berikutnya dimulai. Karena Abi terikat dengan alat &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pulse_oximeter"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;pulse oximeter&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; di kamar bayi, maka per 2-3 jam aku harus datang untuk menyusuinya. Hal ini sangat melelahkan untuk seseorang yang baru saja melahirkan, karena itu berarti aku harus mengabaikan rasa sakit dan rasa lelah, juga mengabaikan panggilan tidur meski terasa sangat mengantuk. Alhasil selama tiga hari di rumah sakit, bisa dibilang aku hanya tidur sekedarnya. Tapi ini tak masalah, karena dari awal aku sudah berniat memberinya ASI eksklusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati bunda mana yang tak pilu melihat bayinya diselang-selang begitu. Satu selang untuk oksigen, satu selang untuk sonde, dan kabel di kaki yang terhubung dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pulse oximeter&lt;/span&gt;. Observasi terus dilakukan, tapi tiap kali selang oksigen dicoba dilepas, proses oksigenasi Abi menjadi tidak stabil. Bahkan di awal-awal tubuhnya sempat membiru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada suatu masa ketika aku sempat tergugu memangkunya, yaitu ketika suster mengatakan kalau badan Abi demam akibat asupan ASI yang kurang, dan menyuruhku mempertimbangkan pemakaian susu formula untuk memperbanyak asupan ke tubuhnya. Jujur, waktu itu aku sangat takut kalau-kalau niat kuatku untuk memberinya ASI eksklusif justru akan membahayakan dirinya. Kata suster, untuk seorang bayi yang sehat, jumlah ASI yang sedikit di awal-awal memang wajar dan tidak perlu dikhawatirkan. Tapi untuk kondisi Abi yang kurang sehat, tidak diperlukan adanya ancaman tambahan seperti kurang asupan ASI yang dapat menyebabkannya demam dan kuning. Salah-salah malah harus disinar sehingga akan makin lama pulihnya, mengingat waktu itu proses oksigenasinya juga belum stabil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil rembugan dengan suami membuatku tetap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;keukeuh&lt;/span&gt; pada rencana ASI eksklusif sambil melihat perkembangan kondisi Abi. Selasa pagi aku sudah boleh pulang, tapi kepastian untuk Abi belum juga muncul. Mana mungkin aku bisa pulang ke rumah tanpa dia. Akan lebih susah lagi proses ASI eksklusifnya nanti. Alhamdulillah demamnya sudah turun, dan setelah dites darah pun kadar bilirubinnya tidak tinggi. Artinya asupan ASI selama itu cukup. Yang lebih membahagiakan lagi: ketika selang oksigen dilepas, proses oksigenasinya sudah stabil! Alhamdulillah, akhirnya Abi diizinkan pulang bersamaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan demi perjuangan yang aku dan Abi lalui membawaku pada muara syukur yang tak terkira. Betapa proses melahirkan itu sangat bergantung pada skenario Allah Sang Maha. Seberapa sempurnanya kita mencoba merencanakan sesuatu (IMD dan rawat gabung), kalau Allah tak berkehendak, ya tidak terjadi. Juga terpetik hikmah bahwa niat yang terhujam kuat pasti akan mendapat ujian yang lebih berat (dalam hal ini: niat untuk ASI eksklusif). Barangkali itu cara Allah untuk menguji seberapa kuat niat dan ikhtiar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah aku dan Abi berani dan berhasil melaluinya. Abi anakku yang hebat, sudah begitu berani berjuang bahkan sejak usia awal kehidupannya. Benar-benar tak salah aku berniat menamainya Abimanyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, selamat datang ke dunia, dedek Abi. Bunda, Ayah, dan Mas Hanif sungguh menyayangimu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-5382922477622595138?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/5382922477622595138/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=5382922477622595138&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/5382922477622595138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/5382922477622595138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2011/12/kelahiran-abi.html' title='Kelahiran Abi'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-uIoNnjX_vQk/TuKWWBjs7SI/AAAAAAAAALA/zhsr0U7mhE8/s72-c/DSC01178.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-6509212956482671494</id><published>2011-11-14T15:05:00.003+07:00</published><updated>2011-11-14T15:16:35.613+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='parenting'/><title type='text'>Penghargaan Sebagai Kakak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-CWu3EPtKwos/TsDMDr1AGHI/AAAAAAAAAK0/rcQUvksusfc/s1600/DSC01136.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-CWu3EPtKwos/TsDMDr1AGHI/AAAAAAAAAK0/rcQUvksusfc/s200/DSC01136.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5674759894163527794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sampai juga akhirnya pada minggu ke-40 usia kehamilan. Tak terasa sebentar lagi Hanif akan menjadi seorang kakak. Ingin cerita sedikit soal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sharing&lt;/span&gt;-ku dengan Bunda Evie, konsultan pendidikan di sekolah Hanif, beberapa pekan yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu kami sedang sibuk membicarakan perkembangan Hanif di rumah dan di sekolah. Alhamdulillah aku banyak mendapat masukan yang bermanfaat. Ternyata memang diperlukan orang lain yang bisa menilai anak kita secara objektif dan menuturkan kelebihan-kelemahan anak pada kita, karena bagaimanapun anak selalu tampak sempurna di mata kita sehingga kadang kita menutup diri terhadap “kelemahan” mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir sesi konsultasi, ada usulan Bunda Evie yang benar-benar membuka mataku. Jadi beliau punya pendapat, ketika seorang adik lahir, yang perlu diberi kado bukanlah adiknya melainkan kakaknya. Si adik hanyalah orok yang masih terlalu kecil untuk mengerti apa itu kado dan hadiah. Tapi sang kakak sudah sangat mengerti apa itu arti cemburu. Bayangkan bila semua orang dan kerabat yang datang hanya mengerubuti si adik, melimpahinya dengan banyak hadiah dan kasih sayang, sementara sang kakak menjadi terlupakan di pojokan. Menurut Anda, bagaimanakah perasaannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah indahnya bila hari si adik lahir menjadi hari yang tak terlupakan bagi sang kakak, hari ketika dia diberi kado atau hadiah sebagai penghargaan, hari ketika semua orang memberinya ucapan selamat karena ia telah menjadi kakak yang hebat! Jadi di memorinya akan tertanam, bahwa hari ketika adiknya lahir adalah hari yang sangat membanggakan dan menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda Evie menyarankan untuk membagikan paradigma ini pada sebanyak-banyak orang, agar tak ada lagi kisah sedih seorang kakak yang merasa terlupakan karena semua perhatian tertumpah pada adiknya, atau malah yang lebih parah lagi: kisah ketika semua orang menganggapnya “caper” hanya karena ia merasa cemburu. Bila tak ada kisah-kisah seperti itu, tentunya akan mudah bagi sang kakak untuk menerima kehadiran adiknya dan menyayanginya setulus hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan sponsor: jadi nanti kalau adiknya Hanif lahir, yang diberi kado Hanif saja ya *ge-er bakalan dikado, hehehehe*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Foto: Senyum Hanif, taken from my “butut” handphone.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Berapapun jumlah adik yang kamu miliki.. you’ll always be my favorite, Nak :-*&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-6509212956482671494?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/6509212956482671494/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=6509212956482671494&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/6509212956482671494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/6509212956482671494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2011/11/penghargaan-sebagai-kakak.html' title='Penghargaan Sebagai Kakak'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-CWu3EPtKwos/TsDMDr1AGHI/AAAAAAAAAK0/rcQUvksusfc/s72-c/DSC01136.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-3456326096252140840</id><published>2011-11-14T14:52:00.004+07:00</published><updated>2011-11-14T15:05:34.181+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='parenting'/><title type='text'>Kehamilan Kedua</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;OMG, sudah lama sekali rasanya aku tidak menulis di &lt;span style="font-style: italic; font-family: trebuchet ms;"&gt;blog&lt;/span&gt; ini. Begitu banyak kabar yang bisa dibagi, dan entah sudah berapa banyak ide menulis yang berkejaran di kepala. Sayangnya karena berbagai kesibukan (sok sibuk, hihihi), hanya beberapa ide saja yang sempat tercatat di memori.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Kali ini aku ingin bercerita tentang kehamilanku yang kedua. Saat ini (calon) adiknya Hanif sudah berusia 39 minggu di kandungan. Pertama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;aware&lt;/span&gt; mengenai kehamilan ini sejak pekan kedua Maret 2011. Sempat mencoba &lt;span style="font-style: italic;"&gt;testpack&lt;/span&gt; sendiri dua kali (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;testpack&lt;/span&gt; pertama pada 15 Maret—hari ultahku, dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;testpack&lt;/span&gt; kedua pada 18 Maret—hari ultah suami), dua-duanya kurang yakin karena garis kedua hanya terlihat samar. Tapi tetap berencana untuk mengeceknya ke dokter kandungan, karena haid sudah terlambat datang, sesuatu di luar kebiasaan. Juga agar peristiwa kehamilan Hanif yang terlambat ketahuan (baru ketahuan saat berusia 8 minggu!) tidak terulang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah datang ke dokter kandungan ketika usia kehamilan menginjak 6 minggu. Ternyata memang benar hamil. Sempat tidak percaya karena selama 6 minggu itu tidak terasa ada yang berubah, hanya stamina fisik yang berasa lebih cepat capek. Selebihnya tidak ada, mual pun tidak. Sempat merasa senang, berharap semoga kehamilan kedua ini jauh lebih mudah dibanding kehamilan pertama yang mual-muntah sampai 5 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-qjiZTShGqH0/TsDKWaXyirI/AAAAAAAAAKo/j5PA735fXO0/s1600/16minggu.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 274px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-qjiZTShGqH0/TsDKWaXyirI/AAAAAAAAAKo/j5PA735fXO0/s320/16minggu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5674758016871860914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ternyataaa... perjuangan baru dimulai. Mabok-mual-muntah baru dirasa setelah 6 minggu itu. Dan ternyata pula, perjuangannya lebih berat dibanding kehamilan pertama. Kalau yang dulu hanya mual-muntah, yang ini ditambah dengan pusing dan lemas hampir sepanjang hari. Sama sekali tidak bisa minum susu karena akan langsung mual-mual. Selera makan sih hampir tak berubah, makanan yang masuk masih tetap banyak, tapi banyak juga yang akhirnya keluar lagi. Berasa sekali perjuangannya. Semoga kesabaran menghadapinya dinilai pahala, amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-ehxzm6WIXPQ/TsDJ0GC8N_I/AAAAAAAAAKc/zoPQykqb3Js/s1600/21minggu.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 282px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-ehxzm6WIXPQ/TsDJ0GC8N_I/AAAAAAAAAKc/zoPQykqb3Js/s320/21minggu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5674757427300153330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah trimester pertama yang penuh dengan cerita mual-muntah-pusing-lemas berlalu, badanku lambat laun mulai berasa lebih segar dan fit. Di trimester kedua, mual-muntah-pusing-lemas masih terus berlanjut, namun sudah jauh berkurang. Nafsu makan mulai menggila. Ketika usia kehamilan 24 minggu, berat janin 700 gram. Ini termasuk normal meskipun secara kasat mata, perutku tampak lebih kecil dibanding perut teman-teman lain yang berusia kehamilan sama. Antara usia kehamilan 21-24 minggu, pertambahan berat badanku mencapai 1 kilogram per minggu. Anehnya, antara 24-27 minggu, berat badanku tidak mengalami kenaikan. Mungkin karena nafsu makanku sedikit menurun akibat mual-mual yang kembali melanda. Aneh juga ya, sudah hampir trimester ketiga kok masih mual-mual saja. Meskipun demikian, berat janin tetap normal. Berikut ini perkembangan berat janin yang kudapat dari perkiraan USG tiap kali kontrol:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;li&gt;27 minggu, 1027 gram&lt;/li&gt;&lt;li&gt;30 minggu, 1460 gram&lt;/li&gt;&lt;li&gt;32 minggu, 1780 gram&lt;/li&gt;&lt;li&gt;34 minggu, 2110 gram&lt;/li&gt;&lt;li&gt;36 minggu, 2533 gram&lt;/li&gt;&lt;li&gt;38 minggu, 2786 gram&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Menginjak trimester ketiga, aku mulai berbelanja sedikit barang untuk adiknya Hanif. Ada beberapa alas ompol, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cloth diaper&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cooler bag&lt;/span&gt;, dan botol tempat menyimpan ASIP yang kubeli. Ada juga kelas edukasi AIMI yang kuikuti, bertema “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Breastfeeding Tips for Working Moms&lt;/span&gt;”. Yah, meskipun berkejaran dengan aktivitas perkuliahan di kampus, semoga kehamilan dan persalinan kedua ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Foto 1: Usia janin 16 minggu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Foto 2: Usia janin 21 minggu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-3456326096252140840?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/3456326096252140840/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=3456326096252140840&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/3456326096252140840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/3456326096252140840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2011/11/kehamilan-kedua.html' title='Kehamilan Kedua'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-qjiZTShGqH0/TsDKWaXyirI/AAAAAAAAAKo/j5PA735fXO0/s72-c/16minggu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-6107763439729312258</id><published>2011-06-14T11:10:00.000+07:00</published><updated>2011-06-14T11:10:31.910+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fairytale'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='family'/><title type='text'>Rumah(-Rumah)ku</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sepanjang usia pernikahanku yang baru empat tahun, terhitung kami sudah pernah merasakan tinggal di tiga rumah. Rumah pertama tentu di Cikarang, rumah pertama kami yang kini sudah dijual. Rumah kedua adalah rumah kontrakan di Cisitu, Bandung, yang baru saja kami tinggal pindahan dua minggu lalu. Rumah ketiga adalah rumah baru kami saat ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style=" text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kuingat-ingat lagi, aku selalu mengalami fase adaptasi yang tidak mudah. Awal-awal tinggal di kesemua rumah itu, aku pasti merasa sedih karena merasa belum betah, ada saja ini-itu yang dirasa tidak sesuai. Tapi setelah kuingat lagi, masa-masa meninggalkan rumah-rumah itu juga merupakan masa-masa yang berat. Yang tadinya merasa tidak betah, ternyata telah berubah menjadi sangat betah, bahkan cenderung susah untuk berpisah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="font-family: trebuchet ms;" href="http://4.bp.blogspot.com/-XSB3HL3Q9rQ/TfbbvofRAQI/AAAAAAAAAKU/8XitgbUZ7ts/s1600/rumahcikarang.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-XSB3HL3Q9rQ/TfbbvofRAQI/AAAAAAAAAKU/8XitgbUZ7ts/s320/rumahcikarang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5617919196560163074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kerinduan pada rumah Cikarang adalah kerinduan melankolis, semata-mata karena rumah itu adalah rumah pertama yang kami beli dari hasil jerih payah kami sendiri. Rumah yang mengawali kehidupan, tempat kami bercengkerama berdua sebelum punya anak. Rumah tempat kami berbulan madu, sekaligus tempatku belajar menjadi seorang istri. Yang tadinya tidak suka memasak, menjadi harus berkutat di dapur dan belajar memasak sesuatu. Rumah ini juga rumah pertama yang perabot dan dekorasinya kupilih sendiri, hingga tiap ruangan terasa punya sentuhan rasa pribadi. Tamannya adalah ajang pertama kami bereksplorasi dengan yang namanya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gardening&lt;/span&gt;, meskipun hasilnya hampir semua tanaman mati :D&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="font-family: trebuchet ms;" href="http://4.bp.blogspot.com/-g-zqe9ISs7Q/Tfbbo9iEJNI/AAAAAAAAAKM/oBZZ_pqsaIc/s1600/rumahcisitu1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-g-zqe9ISs7Q/Tfbbo9iEJNI/AAAAAAAAAKM/oBZZ_pqsaIc/s320/rumahcisitu1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5617919081949963474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Rumah Cisitu adalah rumah terlama yang pernah kuhuni sampai saat ini, hampir empat tahun lamanya. Pertama tinggal di situ aku sempat sedih soal air yang tidak 24 jam mengalir, hingga memaksa kami harus membeli tandon-tandon air dan membuat kami harus siaga mengisinya di malam hari. Pertama kali punya anak adalah ketika tinggal di rumah ini. Rumah ini betul-betul menjadi saksi masa kehamilan dan kelahiran Hanif. Betul-betul menjadi saksi kerepotan belajar mengurus anak pertama, sekaligus saksi tumbuh-kembang Hanif pada masa tiga tahun pertama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Di rumah Cisitu lah Hanif belajar ngesot, lalu merangkak, berjalan, dan akhirnya berlari. Dengan anak-anak sekitar masjid di gang itulah Hanif belajar bersosialisasi untuk pertama kali. Dan di rumah ini pula kutemukan makna hidup bertetangga dengan orang-orang yang sangat baik, yang tak pernah merasa berat membantu satu sama lain, sesuatu yang tidak kurasakan ketika tinggal di Cikarang karena di sana masyarakatnya cenderung individualis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="font-family: trebuchet ms;" href="http://3.bp.blogspot.com/-9UDdz_eHK70/Tfbbib25b1I/AAAAAAAAAKE/1KnXc_GrYCs/s1600/rumahcisitu2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-9UDdz_eHK70/Tfbbib25b1I/AAAAAAAAAKE/1KnXc_GrYCs/s320/rumahcisitu2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5617918969831321426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Aku betul-betul merindukan rumah Cisitu, sebagai tempat yang penuh kenangan dalam kehidupanku sebagai seorang bunda, dalam memori indah tentang masa-masa membesarkan Hanif di tahun-tahun pertama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="font-family: trebuchet ms;" href="http://4.bp.blogspot.com/-LmguqGLsB3U/Tfbbb5DcNkI/AAAAAAAAAJ8/v3zVef4uc3U/s1600/rumahbojongkoneng.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-LmguqGLsB3U/Tfbbb5DcNkI/AAAAAAAAAJ8/v3zVef4uc3U/s320/rumahbojongkoneng.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5617918857409476162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Bagaimana dengan rumah baru kami di Bojongkoneng? Sama dengan rumah Cikarang, rumah ini juga rumah yang terasa punya sentuhan rasa pribadi karena perabot dan dekorasinya kami pilih sepenuh hati. Tapi entah mengapa, rasanya belum klik benar dengan rumah ini. Memang belum ada dua minggu kami tinggal di situ. Mungkin masih perlu banyak waktu, seperti interaksiku dengan rumah yang sudah-sudah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sekarang pekerjaanku tiap hari adalah beres-beres rumah. Kardus sisa pindahan masih ada beberapa yang belum dibongkar, perabot masih ada yang kurang dibeli—terutama rak buku tempat menaruh buku-buku, serta kontainer yang kurencanakan sebagai tempat menaruh mainan Hanif yang seabreg itu. Yup, betul. Kerja beres-beres rumah ini adalah salah satu caraku untuk membuat rumah baru kami terasa lebih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;homy&lt;/span&gt; agar kami lebih betah, meskipun hal itu membuat skoliku sakit hampir tiap hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Home is where the heart is&lt;/span&gt;. Agaknya pernyataan itu benar adanya. Dan tampaknya, aku sudah harus mulai menaruh hati pada rumah baru kami, rumah yang akan menjadi tempat tumbuh-kembang adiknya Hanif di tahun-tahun pertamanya, dan akan menjadi saksi kehidupan keluarga kami di tahun-tahun selanjutnya, insya Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Foto 1: Rumah Cikarang ketika terakhir kali aku tinggal di sana, awal April 2011. Rumah ini terjual pada 27 April 2011.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Foto 2: Gang Masjid kenangan, menuju rumah Cisitu. Foto ini diambil pada 13 Juni 2011.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Foto 3: Rumah Cisitu yang biru, sebiru haru hatiku ketika mengunjunginya kembali sepulang kerja sore itu. Hanya mengambil fotonya saja tanpa berani masuk, khawatir memori indah tentang rumah ini mendesak ruang rasa hingga membuat perih. Di pintu pagar inilah Hanif biasa menantiku pulang setiap sore, membukakan pintu dengan tawanya yang lebar. Tuh kan, jadi sedih lagi, hiks.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Foto 4: Rumah kami sekarang, yang masih terasa panas karena tidak ada pepohonan di sekitarnya. Sabtu pagi itu Hanif sedang membantu ayahnya mencuci motor di depan rumah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-6107763439729312258?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/6107763439729312258/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=6107763439729312258&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/6107763439729312258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/6107763439729312258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2011/05/rumah-rumahku.html' title='Rumah(-Rumah)ku'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-XSB3HL3Q9rQ/TfbbvofRAQI/AAAAAAAAAKU/8XitgbUZ7ts/s72-c/rumahcikarang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-2914421087653568601</id><published>2011-06-10T09:45:00.000+07:00</published><updated>2011-06-10T11:04:01.023+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='daily'/><title type='text'>Rumah Baru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-3Ew-O6ali30/TfGTAB00PkI/AAAAAAAAAJ0/-9Wy2XctT5Y/s1600/rumahbaru.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-3Ew-O6ali30/TfGTAB00PkI/AAAAAAAAAJ0/-9Wy2XctT5Y/s320/rumahbaru.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5616431839006965314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify; font-family:trebuchet ms;"&gt;Yang paling menyenangkan dari memiliki rumah baru adalah saat-saat memilih dekorasi dan perabot. Memilih dan memilah kain korden dan vitras ternyata bisa jadi sangat mengasyikkan. Belum lagi sensasi jalan-jalan ke pusat perbelanjaan untuk memilih sofa, kasur, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kitchen set&lt;/span&gt;, dan lain-lain. Masih ditambah dengan keasyikan menata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lay out&lt;/span&gt; ruangan dan mengatur sudut-sudut di sana-sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, jangan salah. Pindah ke rumah baru ternyata juga sangat melelahkan. Prosesnya berlangsung lama, mulai dari nyicil &lt;span style="font-style: italic;"&gt;packing&lt;/span&gt;, sortir barang-barang yang akan dibawa, sampai membuangi barang-barang yang ternyata sudah perlu dibuang. Ternyata aku manusia sampah juga. Baru pas pindahan kemarin kami terpaksa membuangi barang-barang yang tak perlu. Kalau dibawa rasanya akan memenuhi seisi rumah, sementara manfaatnya tak seberapa. Ya sudah, tak boleh merasa sayang, daripada membuat kumuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyicil &lt;span style="font-style: italic;"&gt;packing&lt;/span&gt; ini sudah dilakukan beberapa waktu sebelumnya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ndilalah&lt;/span&gt; pas waktunya pindahan, aku malah jatuh sakit. Batuk dan flu berat sampai tak bisa bangun dari tempat tidur saking pusingnya. Alhamdulillah Papi, Mami, adik, dan kakak datang membantu hingga membuat proses pindahan menjadi cepat dan mudah. Meskipun jadinya aku tak tahu, barang apa ada di kardus mana, karena aku bisa dikatakan hampir tak banyak terlibat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini rumah baru kami sudah bisa dikatakan tidak terlalu berantakan lagi. Ruang tamu merangkap ruang keluarga, dapur, dan kamar utama sudah lumayan rapi. Kardus-kardus yang belum sempat dibongkar—karena aku belum fit benar—ditumpuk dan dikumpulkan dalam satu ruangan. Yang kasihan adalah Hanif. Dia belum berhasil menemukan kardus mainan-mainan favoritnya. Maafkan Bunda, Nak. Belum sempat membongkar semua kardus itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah seminggu kami di rumah baru, aku belum menemukan irama yang pas. Masih terbayang enaknya tinggal di kontrakan lama karena jauh lebih adem dan jauh lebih dekat ke kantor. Adem karena banyak bukaannya sehingga udara selalu terasa segar mengalir. Dekat sehingga hanya memerlukan waktu 5-7 menit untuk pulang-pergi ke kantor. Lingkungannya juga sangat dinamis, banyak warung makanan murah, serta selalu ramai karena merupakan daerah kos mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah baru kami memang lebih lega dan lebih luas, tapi ternyata jauh lebih panas. Sama sekali tak berasa tinggal di Bandung. Bagaimana tidak, kami selalu berlumur keringat. Jendela dan pintu mau dibuka pun tak bisa, karena nyamuk besar-besar akan segera menyerbu. Lingkungannya masih sepi karena merupakan lingkungan perumahan baru yang belum “jadi”. Dengan tetangga juga belum banyak kenal karena aku selalu pergi pagi dan pulang sore. Semoga waktu akan mengubah segalanya, hingga kami bisa merasa lebih nyaman dan lebih betah tinggal di rumah kami sendiri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hhh, buatku... adaptasi tak pernah jadi mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Foto: Rumah baru kami ketika masih belum jadi, November 2010.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-2914421087653568601?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/2914421087653568601/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=2914421087653568601&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/2914421087653568601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/2914421087653568601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2011/05/rumah-baru.html' title='Rumah Baru'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-3Ew-O6ali30/TfGTAB00PkI/AAAAAAAAAJ0/-9Wy2XctT5Y/s72-c/rumahbaru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-8452306178417870058</id><published>2011-05-27T09:45:00.004+07:00</published><updated>2011-05-27T09:58:46.791+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='friend'/><title type='text'>Two Sparkling Eyes</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="font-family: trebuchet ms;" href="http://2.bp.blogspot.com/-tNzk3wox4CU/Td8S-8JlV2I/AAAAAAAAAJo/LUefFFcWvAc/s1600/with%2Bmbak%2Blessy.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 191px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-tNzk3wox4CU/Td8S-8JlV2I/AAAAAAAAAJo/LUefFFcWvAc/s320/with%2Bmbak%2Blessy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5611224533234440034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Adalah Mbak Lessy, yang dengan tiba-tiba mengirim pesan, mengajak untuk bertemu dalam kesempatan lawatannya ke Bandung. Kaget tentu. Pertama, dia baru beberapa bulan menjadi kontakku di Multiply. Kedua, aku belum tahu banyak tentang dirinya. Serta merta perasaan senewen muncul seperti biasa ketika aku akan bertemu dengan orang baru. OMG, apa yang mau kuobrolkan dalam kesempatan bertemu dengannya? Bahan-bahan perbincangan apa yang akan kusodorkan ke hadapannya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Semangat Mbak Lessy untuk bertemu ternyata luar biasa. Beberapa kali dia menelepon dan sms untuk menanyakan kesanggupanku bertemu. Sayangnya aku tak dapat segera menjumpainya di hari pertama, karena kesibukan di kantor yang tak dapat kutinggal. Ketika hari kedua—hari terakhir Mbak Lessy berada di Bandung—dia masih terus menghubungiku, aku tak dapat menolak lagi. Rasa penasaran membawaku datang ke hotel tempatnya menginap, seperti apakah Mbak Lessy sebenarnya?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kesan pertama ketika bertemu adalah: ternyata benar apa yang pernah dikatakan ibu sahabatnya, Migo, bahwa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;this cute little friend has two sparkling little round eyes&lt;/span&gt;! Binar matanya, kehangatan senyumnya, dengan segera melumerkan kekakuan yang tadinya membuatku senewen. Sapaan ramah, keceriaan, dan kata-kata yang ringan mengalir kemudian semakin mengukuhkan perasaanku: betapa menyenangkannya Mbak yang satu ini. Seketika kelegaan melingkupi hatiku, aku tak perlu berusaha keras untuk bersikap jaim, dan dengan santai bisa menjadi diriku yang apa adanya di hadapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbincangan mengalir alami, tanpa perlu mencari-cari bahan obrolan. Dimulai dari perkenalan, lalu berlanjut ke cerita keseharian. Setelah menghirup teh hangat yang disediakan Mbak Lessy, kami makin merasa nikmat berbincang. Ahai, seperti sobat lama saja. Padahal baru kali itu kami bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya waktu terasa sangat singkat. Adzan maghrib bergema. Uda Andri—suami Mbak Lessy—pun sudah datang, dan mereka akan bersiap untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;check out&lt;/span&gt;. Uda Andri ini sama menyenangkannya dengan istrinya. Serasi sekali: yang satu cakep, yang satu cantik, dan saling melengkapi dalam berbagai sisi—paling tidak begitulah yang kutangkap dari tulisan-tulisan Mbak Lessy selama ini, plus sedikit obrolan kami sore itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, ternyata berat berpisah dengan sobat cantik bermata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sparkling&lt;/span&gt; ini. Sampai di lobi pun kami masih terus berbincang, padahal ucapan pamit sudah terlontar sedari tadi. Selamat jalan, Mbak Lessy! Sampai kita berjumpa lagi. Terima kasih telah menghadirkan pertemanan yang begitu hangat, sehangat senyum dan teh yang kauhidangkan sore itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Foto: Bandung, 25 Mei 2011, diambil dari &lt;/span&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://wayanlessy.multiply.com/photos/album/391/Bertemu_kontak_MP_di_Bandung_updated?replies_read=101#photo=16"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-8452306178417870058?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/8452306178417870058/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=8452306178417870058&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/8452306178417870058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/8452306178417870058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2011/05/two-sparkling-eyes.html' title='Two Sparkling Eyes'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-tNzk3wox4CU/Td8S-8JlV2I/AAAAAAAAAJo/LUefFFcWvAc/s72-c/with%2Bmbak%2Blessy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-3046786821400375813</id><published>2011-03-18T16:32:00.004+07:00</published><updated>2011-03-18T16:44:08.002+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='skoliosis'/><title type='text'>Kunjungan Kedua ke dr. Husodo Dewo Adi, SpOT, K-Spine</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-kceyZbg7t6M/TYMnXo6ImAI/AAAAAAAAAJY/FMwVfIRIUpI/s1600/12-12-10_1446editlagilagi.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 140px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-kceyZbg7t6M/TYMnXo6ImAI/AAAAAAAAAJY/FMwVfIRIUpI/s200/12-12-10_1446editlagilagi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5585351249941272578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 12 Maret 2011 yang lalu, aku kembali mengunjungi dr. Husodo di R.S. Halmahera. Kunjungan kedua ini dalam rangka kontrol setelah kunjungan pertama pada Juni 2010. Bisa dibilang terlambat memang, mengingat aku seharusnya kontrol kembali pada Desember 2010, sesaat setelah foto rontgen kedua diambil. FYI foto rontgen ini diambil per 6 bulan, berdasar anjuran dokter pada waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil analisis dr. Husodo, ternyata ada fakta mengejutkan (ciehh bahasanya). Jadi sodara-sodara, analisis beliau yang lebih akurat menunjukkan bahwa skoliosis yang kuderita ternyata tidak memiliki kurva 14 derajat seperti yang kukira selama ini, melainkan 20 derajat. Bagaimana bisa berbeda dengan foto rontgen sebelumnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi begini, pada postingan &lt;a href="http://yustika.blogspot.com/2010/06/my-lovely-scoli.html"&gt;ini&lt;/a&gt; sebenarnya dulu aku sempat menulis keraguanku akan keakuratan penghitungan kurva skoli pada foto rontgen yang pertama. Pada paragraf kedua aku menulis: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Pada gambar di atas, sudut 14 derajat diukur dari ruas T11 sampai L3. Tapi kalau kulihat-lihat lagi, sebenarnya bentuk melengkungnya itu sudah dimulai dari ruas T9, terus memanjang sampai ruas L5.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar juga kan, ternyata dr. Husodo sependapat denganku, bahwa kelengkungan tulang belakangku sudah dimulai dari ruas T9 hingga ke L5. Maka perhitungan dengan segmen ruas yang lebih panjang menghasilkan kurva skoli sebesar 20 derajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya sudahlah, memang harus diterima. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Enjoy&lt;/span&gt; aja. dr. Husodo tetap menganjurkan aku untuk berenang dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stretching&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sit up&lt;/span&gt; – &lt;span style="font-style: italic;"&gt;back up&lt;/span&gt;). Beliau juga mengatakan bahwa kontrol berikutnya bisa dilakukan per 1 tahun saja, mengingat progresivitas skoliku yang tidak terlalu signifikan. Alhamdulillah, jadi aku tidak akan terlalu sering terpapar radiasi sinar-X yang besarnya 600 mikro Sievert tiap sekali rontgen itu :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gambar: Foto rontgen kedua yang diambil pada 25 November 2010. Dengan foto terbaru ini dr. Husodo melakukan analisis yang lebih akurat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-3046786821400375813?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/3046786821400375813/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=3046786821400375813&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/3046786821400375813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/3046786821400375813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2011/03/kunjungan-kedua-ke-dr-husodo-dewo-adi.html' title='Kunjungan Kedua ke dr. Husodo Dewo Adi, SpOT, K-Spine'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-kceyZbg7t6M/TYMnXo6ImAI/AAAAAAAAAJY/FMwVfIRIUpI/s72-c/12-12-10_1446editlagilagi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-936135116323512459</id><published>2011-03-07T13:02:00.003+07:00</published><updated>2011-03-07T13:27:13.719+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='skoliosis'/><title type='text'>Gejala Skoliosis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagaimana Mengenali Gejala Skoliosis?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://nymethodist.adam.com/graphics/images/en/19465.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 360px; height: 289px;" src="http://nymethodist.adam.com/graphics/images/en/19465.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penderita skoliosis umumnya terlihat dari berubahnya postur tubuh. Pada penderita akan terlihat adanya ketidaksimetrian garis tulang punggung dan bila diamati akan terlihat adanya tonjolan yang lebih tinggi pada salah satu bagian punggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lima Gejala Skoliosis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kepala miring sebelah (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;heed tilt&lt;/span&gt;). Perhatikan apakah kedua telinga sama tinggi? Apakah posisi wajah cenderung ke satu sisi?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bahu tidak sama tinggi (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;shoulder tilt&lt;/span&gt;). Perhatikan apakah posisi bahu sama tinggi? Ataukah ada satu sisi bahu yang lebih maju ke depan? Apakah salah satu tulang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;scapula&lt;/span&gt; (belikat) lebih menonjol dari lainnya?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pinggul tinggi sebelah (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;pelvic tilt&lt;/span&gt;). Perhatikan apakah pinggul kiri dan kanan sejajar? Apakah celana atau gaun yang dikenakan dapat melekat sempurna di tubuh bagian bawah? Apakah panjang celana, kerah baju, dan panjang lengan sama bagian kiri dan kanannya?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kaki tidak seimbang (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;foot flare&lt;/span&gt;). Perhatikan apakah telapak kaki rata atau ada bagian yang mengarah keluar? Apakah ada keluhan lain di lutut atau pergelangan kaki?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lengkungan tulang belakang (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;spinal curve&lt;/span&gt;). Periksa apakah ada bagian punggung yang salah satu sisinya lebih tinggi? Apakah ada penonjolan di wilayah punggung atau penyimpangan bentuk tulang (tulang tidak lurus)?&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Untuk kasusku, gejala yang terlihat adalah nomor tiga dan lima, yaitu pinggul tinggi sebelah sehingga pinggul kiri-kanan tidak sejajar dan celana jadi panjang sebelah, serta ada bagian punggung yang salah satu sisinya lebih tinggi atau menonjol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemeriksaan Tulang Belakang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ1hPWRJQ8DTsrrlRRuIuXwQimVxDjvl0jzZ9E53W1m3Klq1HzG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 296px; height: 217px;" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ1hPWRJQ8DTsrrlRRuIuXwQimVxDjvl0jzZ9E53W1m3Klq1HzG" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pemeriksaan dapat dilakukan dengan metode Adam Forward Bend. Caranya, pasien diminta berdiri dengan lutut sejajar dan rapat, lalu tubuh dibungkukkan 90 derajat ke depan (mirip posisi rukuk pada gerakan shalat). Jika dia menderita skoliosis, akan tampak adanya penyimpangan bentuk tulang atau bagian punggung yang tingginya tidak sejajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pada saat pemeriksaan dicurigai adanya skoliosis, segera lakukan pemeriksaan radiologi untuk mengetahui ukuran derajatnya, lalu ambil tindakan antisipasi sesuai saran praktisi medis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Catatan: Gambar diambil dari &lt;/span&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://nymethodist.adam.com/graphics/images/en/19465.jpg"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ1hPWRJQ8DTsrrlRRuIuXwQimVxDjvl0jzZ9E53W1m3Klq1HzG"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-936135116323512459?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/936135116323512459/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=936135116323512459&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/936135116323512459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/936135116323512459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2011/03/gejala-skoliosis.html' title='Gejala Skoliosis'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-7601198349272310677</id><published>2011-03-07T10:58:00.003+07:00</published><updated>2011-03-07T11:20:03.959+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='skoliosis'/><title type='text'>Sekilas MSI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v1933/178/122/1178762130/n1178762130_30203982_2106.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v1933/178/122/1178762130/n1178762130_30203982_2106.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 152px; height: 152px;" src="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v1933/178/122/1178762130/n1178762130_30203982_2106.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Masyarakat Skoliosis Indonesia (MSI) adalah organisasi yang berperan sebagai pusat informasi skoliosis dan sebagai wadah pemersatu bagi penderita dan pemerhati skoliosis di Indonesia. MSI didirikan pada Minggu, 27 April 2008 di Bandung dan berkantor pusat di Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;MSI memiliki visi menjadi organisasi sosial yang dapat meningkatkan kualitas hidup penderita skoliosis Indonesia dan bertugas menyediakan informasi yang benar dan lengkap mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan skoliosis bagi seluruh masyarakat Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kegiatan MSI:&lt;/span&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Penyebaran informasi melalui &lt;span style="font-style: italic;"&gt;website&lt;/span&gt; dan brosur&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Bulan Donasi Skoliosis&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;School-Screening&lt;/span&gt; Skoliosis&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Seminar dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;talkshow&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pertemuan tahunan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Scoliosis Fun Day&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Usaha produktif&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Penelitian&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"  &gt;(dikutip dari brosur MSI Pusat)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Okeh, jadi ceritanya, Minggu, 6 Maret 2011 kemarin aku menghadiri pertemuan di Kedai Kopi Mata Angin dalam rangka pembentukan MSI Jawa Barat. MSI Jabar merupakan cabang keempat setelah MSI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Sifa adalah penggagas, inisiator, sekaligus motivator kuat terselenggaranya acara ini. Sejak awal tahun dia sudah mengumpulkan para skolioser di area Jawa Barat untuk berkonsolidasi membentuk MSI Jabar. Salut&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; dengan inisiasi gadis manis yang baru duduk di bangku SMA ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Selain dihadiri oleh para skolioser Jawa Barat, acara ini juga dihadiri oleh para pengurus MSI Pusat dan MSI Jakarta. MSI Pusat yang hadir di antaranya adalah dr. Rahyussalim (Ketua Umum MSI Pusat), Trie Kurniawati, Yulia Fitriani, Yosef Trenggono, dan Lina Herl&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;ina. Sementara dari MSI Jakarta di antaranya adalah Ditha Ranny, Fidhoh Rika, Andy Tria, dan Widyadhana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pada acara ini pula aku berkesempatan bertemu dengan Ibu Fatwa dari Cirebon yang putrinya, Shahnaz, menderita skoliosis. Beberapa kali sebelumnya aku memang p&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;ernah berkomunikasi lewat sms dengan beliau, sekedar berbagi kisah dan motivasi berkaitan dengan putrinya yang merasa sedih dan minder karena skoliosis yang dideritanya. Semoga acara kemarin dapat membuka wawasan dan menumbuhkan kembali semangat dan keceriaan Shahnaz yang sempat redup karena skoliosis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Aku datang sedikit terlambat. Acara sudah dibuka oleh MC Mbak Linda Idris, skolioser dari Garut. Tapi untunglah masih sempat ikut perkenalan dan menyaksikan pendaulatan dr. Husodo (dokterku nih!) sebagai pembina MSI Jabar. Setelah penyampaian profil MSI Pusat oleh Mbak Trie, tiba saatnya pemilihan ketua dan pengurus MSI Jabar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sifa yang selalu rajin menjadi “kompor” tiba-tiba mendaulatku untuk menjadi calon ketua. Aku gelagapan. Duh, datang-datang langsung ditodong. Akhirnya terpilih tiga calon: aku, Sifa, dan Rini. Beuh, aku deg-degan juga, khawatir benar-benar didaulat menjadi ketua, haha. Untunglah aku cuma mendapat 8 suara di posisi kedua. Yang nomer satu tentu saja Sifa, sang “kompor” sejati, dengan 11 suara. Jadi, inilah kepengurusan MSI Jabar:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/188353_1763693145972_1648423371_1719925_3251263_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 435px; height: 327px;" src="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/188353_1763693145972_1648423371_1719925_3251263_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pembina: dr. Husodo Dewo Adi, SpOT, K-Spine&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ketua: Raden Assyifa Rahmah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sekretaris: Yustika Kurniati&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Bendahara: Rini Hariyani&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pembentukan divisi-divisi akan menyusul, menunggu konsolidasi selanjutnya. Semoga kami-kami ini yang diberi amanah menjadi pengurus, dapat menjalankan tugas sebaik mungkin. Kita sama-sama yaaa...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;MSI Jabar nantinya akan menjadi wadah sosial yang menyediakan informasi yang benar dan jelas mengenai skoliosis, menggalang dana untuk membantu para penderita skoliosis yang mengalami kesulitan dana kesehatan, biro konsultasi, juga berencana mengadakan acara seminar dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fun day&lt;/span&gt; untuk menyebarluaskan informasi tentang skoliosis. Tak lupa juga mengadakan acara silaturahim untuk mempererat rasa kekeluargaan anggota MSI, baik para skolioser, keluarga skolioser, pemerhati dan praktisi skoliosis, maupun masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap skoliosis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Buat aku pribadi, keterlibatan dalam MSI merupakan manifestasi janji yang kubuat dulu ketika aku mendapati diriku divonis skoliosis oleh dokter. Waktu itu memang sempat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shock&lt;/span&gt;. Tapi untungnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shock&lt;/span&gt; ini cuma bertahan beberapa hari. Aku berpikir: oke, kalau memang aku ditakdirkan dengan kelainan ini, lalu apa yang bisa kuperbuat? Waktu itu aku bertekad: aku akan mencari tahu sebanyak-banyaknya tentang skoliosis, kalau perlu akan menuliskannya di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blog&lt;/span&gt; untuk berbagi informasi bagi sebanyak-banyak orang yang mungkin bisa merasakan manfaatnya. Dengan MSI, semoga aku bisa lebih banyak berkontribusi untuk orang lain. Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tulisan-tulisanku tentang skoliosis bisa dilihat di &lt;a href="http://yustika.blogspot.com/search/label/skoliosis"&gt;sini&lt;/a&gt;. Jangan lupa kunjungi &lt;a href="http://www.msindonesia.org/"&gt;situs MSI&lt;/a&gt; untuk informasi lengkap dan jelas mengenai skoliosis yaaa...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"  &gt;Catatan: Foto diambil dari kamera HP Mbak Trie. Ma kasih ya, Mbak. Dari kiri ke kanan: dr. Rahyussalim, Sifa, aku, Rini, dr. Husodo, dr. Ari.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-7601198349272310677?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/7601198349272310677/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=7601198349272310677&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/7601198349272310677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/7601198349272310677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2011/03/sekilas-msi.html' title='Sekilas MSI'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-1594246798665417523</id><published>2011-02-28T15:54:00.002+07:00</published><updated>2011-02-28T16:07:39.634+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='friend'/><title type='text'>Sharing atau Menggurui?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;blockquote&gt;Ndak boleh merasa jadi orangtua yang paling benar dan paling tau sedunia. Hanya karena anda pernah membaca sedikit pengetahuan tentang itu. (&lt;a href="http://gemintanghari.blogspot.com/"&gt;Rakhmita Akhsayanty&lt;/a&gt;)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini sudah zamannya akses informasi mudah dan internet murah. Dengan berkembangnya tren teknologi informasi yang tinggal seujung jari, tak heran jagat dunia maya sangat ramai oleh berbagai macam aktivitas. Satu hal yang menarik dari fenomena ini adalah maraknya komunitas dunia maya bermunculan, mulai dari komunitas masak, klub hobi, hingga komunitas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sharing&lt;/span&gt; mengenai berbagai macam hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena aku merupakan makhluk dunia maya yang cukup aktif, aku tak ketinggalan mengikuti sedikit dari beraneka komunitas ini. Salah duanya adalah komunitas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sharing&lt;/span&gt; ibu-ibu mengenai pengasuhan anak dan komunitas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sharing&lt;/span&gt; para orang tua tentang kesehatan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dapat kupungkiri, aku mendapat banyak ilmu dari komunitas-komunitas ini. Maklum, ilmu pengasuhan dan kesehatan berkembang begitu cepat. Apa yang menjadi pengetahuan umum bagi generasi terdahulu mungkin bisa dianggap usang dan ketinggalan zaman bagi generasi sekarang. Dan tentu saja, pengalaman menjadi orang-tua-baru adalah pengalaman terkaget-kaget oleh banyak hal, meskipun sudah beberapa tahun sebelumnya berusaha membekali diri dengan pengetahuan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;parenting&lt;/span&gt;. Tetap saja ada perasaan panik, takut, dan was-was ketika mendapati peristiwa yang kita tak banyak tahu tentangnya. Alhamdulillah, lewat komunitas-komunitas ini aku banyak belajar dan merasa mendapat lingkaran pendukung dalam keseharian sebagai orang-tua-baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di balik banyak manfaat yang dirasa, ada sedikit ganjalan yang mengganggu perasaanku. Pada berbagai komunitas digital dan situs jejaring sosial itu, sayangnya ada segelintir orang yang bersikap narsis dengan mengatasnamakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sharing&lt;/span&gt;. Memang niat awalnya baik: berbagi pengalaman dan kiat-kiat positif. Lalu lama kelamaan jadi berasa adu pengalaman, berlomba-lomba mengatakan (tidak secara eksplisit sih, tapi cukup tersirat) bahwa pengalamannya-lah yang terbaik, apa yang dilakukannya-lah yang paling benar, ilmunya-lah yang paling baru, bla bla bla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kok rasanya jadi pahit ya, ketika orang yang kepadanya kita berguru, ternyata malah merasa jadi mahaguru, lantas bersikap menggurui. Secara ekstrem bahkan terlihat arogan dan sok tahu, seolah dirinya paling benar dan paling tahu. Segala perkataan atau perbuatan kita dianggapnya remeh dan salah (atau kurang tepat), lantas dikomentari dengan tidak bijak seolah-olah kita orang paling bodoh dan paling tidak tahu. Kalaulah memang kita salah, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mbok&lt;/span&gt; ya ditanggapi dengan kata-kata yang baik dan tidak memojokkan, namanya saja masih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;newbie&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini pernah terjadi padaku &lt;a href="http://yustika.blogspot.com/2009/06/narsis.html"&gt;dulu&lt;/a&gt;, lalu terjadi lagi minggu ini—dan aku juga cukup sering melihatnya terjadi pada orang lain. Kisah yang dulu itu terjadi ketika Hanif masih ASIX, berawal dari keingintahuanku ketika melihat stok ASIP seorang teman yang sampai sekulkas penuh, sementara aku ngos-ngosan dengan stok ASIP yang kejar tayang. Tadinya cuma ingin bertanya bagaimana tipsnya, eh lama kelamaan si teman berasa jadi sombong dengan prestasinya yang seolah-olah ibu terbaik sedunia. Aku langsung jengah, dan serta merta memutuskan pembicaraan. Sekarang sudah malas mau tanya-tanya ke teman itu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa terbaru minggu ini terjadi ketika aku absen rapat yang tadinya kujadwalkan hadir. Malam sebelumnya Hanif sakit hingga tak bisa tidur. Aku izin tak bisa rapat karena menunggui Hanif dan berencana membawanya ke dokter di rumah sakit. Dan komentar seorang teman membuatku kecut. Tanyanya, “Emang sakit apa kok sampai harus ke rumah sakit?” Seorang teman lain menambahkan, “Sakit apa kok ke rumah sakit? Sudah HT (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;home treatment&lt;/span&gt;, red.) apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, baiklah. Kenapa harus ke rumah sakit, ya karena hari Minggu, tentu dokter yang buka ya cuma UGD rumah sakit. Aku tahu maksud mereka baik, berawal dari kepedulian. Tapi nadanya itu lho, seakan-akan aku bertindak serampangan pada anakku sendiri. Aku tahu mereka sudah lebih senior malang melintang dalam dunia kesehatan anak. Aku tahu aku masih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;newbie&lt;/span&gt;. Tapi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hellooooo&lt;/span&gt;, aku kan juga sudah belajar untuk rasional ketika anak sakit. Menganut RUM bukan berarti anti dokter dan anti rumah sakit &lt;span style="font-style: italic;"&gt;to&lt;/span&gt;? Komentar mereka menjatuhkan mentalku, seolah-olah aku tak bisa menjadi orang tua yang baik. Aku kan tak ingin peristiwa dua tahun lalu terulang lagi, ketika aku terlambat menyadari Hanif sakit hernia dan harus segera dioperasi. Niatku ke dokter juga bukan untuk minta obat, tapi ingin tahu apa diagnosis dokter. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wong&lt;/span&gt; kita juga bukan dokter kok, tak bisa lah kita mengira-ngira sendiri. Kalau diagnosis dokter sudah jelas, barulah kita bisa putuskan akan melakukan HT apa, bukan begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelihatannya kita semua harus belajar menjadi lebih bijak dalam berkata-kata. Juga ketika kita berniat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sharing&lt;/span&gt; pengalaman, jangan sampai ilmu yang tadinya diniatkan baik untuk ditularkan, menjadi mentah hanya gara-gara kita terlampau narsis dan arogan. Lebih jauh lagi, seperti yang pernah kutulis di &lt;a href="http://yustika.blogspot.com/2010/11/mengelus-dada.html"&gt;sini&lt;/a&gt;, marilah kita sama-sama berusaha untuk berhati-hati dalam berkomentar. Karena kita tak pernah tahu apa pertimbangan orang lain. Karena kita tak sepenuhnya memahami jalan pikiran dan situasi yang melatarbelakangi orang lain untuk mengambil keputusan. Yuk, kita jadi orang yang lebih menyenangkan dengan tidak bersikap sok tahu dan tidak nyinyir ketika berkomentar. Yuk yuk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Catatan: Mungkin memang akunya yang lagi sensi ketika nulis ini. Ya gimana, anak lagi sakit, dikomentari macam-macam hauhauhau. Padahal sebenarnya nggak jadi ke rumah sakit juga karena aku tetap bersikap rasional. Izin rapat cuma untuk jaga-jaga dan menunggui Hanif. Lha kok tega-teganya komentar begitu padahal nggak tahu kejadian sebenarnya, hiksss...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat kesempatan ini, untuk yang pernah tersakiti ketika mengomentari aku, atau tak sengaja aku komentari secara nyinyir (meskipun sudah lama aku berusaha untuk tidak demikian), aku minta maaf yang sebesar-besarnya ya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-1594246798665417523?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/1594246798665417523/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=1594246798665417523&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/1594246798665417523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/1594246798665417523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2011/02/sharing-atau-menggurui.html' title='Sharing atau Menggurui?'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-5668084833102822300</id><published>2011-02-04T14:27:00.003+07:00</published><updated>2011-02-04T14:39:52.844+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='leisure'/><title type='text'>Line Dance</title><content type='html'>&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Gn0by1wZJOg/Sb2OPGBRVuI/AAAAAAAAAgQ/DKQrJ4O58vQ/s400/line_dance01.gif"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 254px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Gn0by1wZJOg/Sb2OPGBRVuI/AAAAAAAAAgQ/DKQrJ4O58vQ/s400/line_dance01.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;A line dance is choreographed dance with a repeated sequence of steps in which a group of people dance in one or more lines or rows without regard for the gender of the individuals, all facing the same direction, and executing the steps at the same time. Line dancers are not in physical contact with each other.&lt;/span&gt; (dikutip dari &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Line_dance"&gt;sini&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku belajar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dance&lt;/span&gt; juga :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang pernah aku tulis di &lt;a href="http://yustika.blogspot.com/2011/01/tentang-senam.html"&gt;sini&lt;/a&gt;, dari dulu memang sudah terasa betapa aku begitu menyenangi bergerak dengan iringan musik. Jauh sebelum aku kecanduan senam aerobik, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dance&lt;/span&gt; sudah menjadi obsesiku. Hanya saja, belum pernah kesampaian untuk belajar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dance&lt;/span&gt;. Lagipula &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dance&lt;/span&gt; itu kan banyak macamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mengapa memilih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;line dance&lt;/span&gt;? Yah, kebetulan bertemunya sama komunitas itu, hehe. Pada awalnya ketika ada yang mengajak, aku masih belum terbayang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;line dance&lt;/span&gt; itu seperti apa. Setelah ikut, ohh... ternyata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dance&lt;/span&gt; yang seperti itu. Bagi yang belum tahu, poco-poco sepertinya bisa juga dikategorikan sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;line dance&lt;/span&gt;, jadi kurang lebih seperti itulah. Gerakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;line dance&lt;/span&gt; tidak terlalu memerlukan stamina tinggi. Meskipun demikian, sama seperti senam aerobik, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;line dance&lt;/span&gt; memerlukan fokus dan konsentrasi tinggi untuk menghafal gerakan dan mengulangnya terus menerus. Untuk bagian hafal menghafal, aku tidak menemui kesulitan berarti. Sekali dua kali diulang aku sudah bisa mengikuti dan menghafalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, karena &lt;span style="font-style: italic;"&gt;basic&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;background&lt;/span&gt;-ku adalah senam aerobik yang terbiasa bergerak dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;power&lt;/span&gt;, lompatan, dan kelincahan, ternyata aku mengalami beberapa kendala untuk menyesuaikan dengan “adab” &lt;span style="font-style: italic;"&gt;line dance&lt;/span&gt;. Berkali-kali instrukturnya mengingatkanku, “jangan diangkat kakinya”, “jangan lompat-lompat”... heuheu... Yah, mau bagaimana lagi. Gerakannya sama, adabnya beda. Sama-sama chacha, kalau di senam aerobik harus diangkat kakinya dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;power&lt;/span&gt;, kalau di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;line dance&lt;/span&gt; kita mesti bergerak halus. Melangkah pun tak boleh terlalu lebar, sementara di senam aerobik: makin bertenaga makin bagus, makin lebar lompatannya makin bagus. Harus menyesuaikan, dan berkali-kali harus mengingatkan diri sendiri supaya tidak lompat-lompat karena tidak sedang berada di kelas senam aerobik, hehehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sesi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;line dance&lt;/span&gt; yang kuikuti kemarin, instrukturnya ada dua: satu laki-laki dan satu perempuan. Instruktur yang laki-laki ini mengingatkanku pada Rudi Wowor yang sama-sama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dancer&lt;/span&gt; juga. Sementara instruktur yang perempuan, tipe ibu-ibu akhir 40-an yang mewakili kaum sosialita: cantik, tahu bagaimana berdandan dan bergaya, wangi, dan tentu saja perokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus kuakui, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;line dance&lt;/span&gt; seperti ini merupakan santapan ibu-ibu kelas menengah ke atas. Peserta yang datang rata-rata tajir, bermobil, dan tipe ibu-ibu arisan yang bukan pekerja. Mereka biasanya datang berkelompok, dengan dandanan cantik berwarna-warni, yang tentu bukan merupakan kelompok ibu-ibu pengajian. Bahkan ada satu kelompok yang sangat bertipe sosialita. Suka sekali melihat mereka karena ibu-ibu berumur ini cantik-cantik dan gaya, tapi yang membuat sebal adalah karena banyak di antara mereka yang perokok. Di sesi kemarin, aku beberapa kali terbatuk-batuk karena baik instruktur maupun sebagian peserta sukses membuat ruangan penuh dengan kepulan asap rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau disimpulkan, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;line dance&lt;/span&gt; jelas berbeda dengan senam aerobik. Maksudku bukan pada gerakannya—kalau yang ini sih sudah jelas—tapi lebih kepada fungsi dan kedudukannya. Kita pergi senam aerobik agar bugar dan langsing, tujuannya lebih ke kesehatan. Tapi untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;line dance&lt;/span&gt;, orang melakukannya demi pergaulan dan untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;having fun&lt;/span&gt;. Bisa saja menjadi bugar, tapi itu bukan tujuan utama. Khusus untukku, aku masih menimbang-nimbang apakah akan melanjutkan belajar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;line dance&lt;/span&gt; atau tidak. Asyik sih, tapi rasanya aku lebih tertarik ke jenis &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dance&lt;/span&gt; yang lebih dinamis macam salsa atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;latin dance&lt;/span&gt;. Dan jelas, senam aerobik tetap yang paling menarik. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Teuteupp&lt;/span&gt;, hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gambar: diambil dari &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Gn0by1wZJOg/Sb2OPGBRVuI/AAAAAAAAAgQ/DKQrJ4O58vQ/s400/line_dance01.gif"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-5668084833102822300?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/5668084833102822300/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=5668084833102822300&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/5668084833102822300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/5668084833102822300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2011/02/line-dance.html' title='Line Dance'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Gn0by1wZJOg/Sb2OPGBRVuI/AAAAAAAAAgQ/DKQrJ4O58vQ/s72-c/line_dance01.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-2439022765505074855</id><published>2011-01-28T17:32:00.001+07:00</published><updated>2011-01-28T17:35:33.578+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='daily'/><title type='text'>Eksklusivitas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;[heuheu, ternyata asik juga curhat dengan &lt;a href="http://srisariningdiyah.multiply.com/journal/item/732/FAQ_Lomba_QN_ala_tobie"&gt;QN ala Tobie&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa  sih di semua kantor di dunia ini, ada yang namanya eksklusivitas? Ya,  dalam kasusku, hal itu berbentuk geng-geng gaul yang selalu mojok  barengan ketika di kantin, atau ketika pergi jalan pas main sepulang  kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dulu, aku tidak pernah suka dengan geng-geng gaul  semacam ini. Kenapa sih, nggak membaur saja dengan orang lain? Kenapa  sih, musti pilih-pilih pergaulan berdasar status pegawai atau status  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;outsourcing&lt;/span&gt;, atau bahkan cuma gara-gara satu bidang pekerjaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Well&lt;/span&gt;,  aku pernah terlibat dalam satu geng gaul ketika SMP, dan berakhir  dengan sangat menyedihkan *haha, lebay*. Tentu menyedihkan, lha &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wong&lt;/span&gt; aku  didepak dari geng gaul itu karena dianggap tidak bisa "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;in&lt;/span&gt;" dengan  dinamika geng. OMG, dinamika apanya... kalau yang dimaksud adalah pergi  jalan ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mall&lt;/span&gt; sepulang sekolah, bareng-bareng pakai aksesoris yang sama, &lt;span style="font-style: italic;"&gt; shopping&lt;/span&gt; ke mana-mana. Yah, namanya masih SMP, maka alasan gaulnya  juga "secetek" itu. Akibatnya, aku yang sepulang sekolah langsung pulang  ke rumah karena musti ngasuh adik dan bantu Mami dengan pekerjaan rumah  (di rumah tidak ada pengasuh ataupun pembantu) terpaksa harus rela  didepak karena dianggap tidak bisa mengikuti standar gaul mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah  kali pertama dan yang terakhir aku terlibat dengan yang namanya geng  gaul. Sejak saat itu, aku lebih nyaman pergi ke mana-mana sendiri dan  bersikap nonblok terhadap semua geng-geng di sekolah. Dan hasilnya  ternyata lebih menyenangkan. Aku jadi bisa ngaclok dan gaul dengan semua  geng (karena dianggap tidak memihak geng tertentu), diundang datang ke  acara semua geng, dan tentu yang paling menyenangkan: tak ada lagi tuh  yang ngatur-ngatur aku musti gaul yang bagaimana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu  berlanjut sampai sekarang. Waktu kuliah aku juga ke mana-mana sendiri,  waktu sekarang sudah bekerja pun demikian. Asyiknya lagi, karena suka  ngaclok di mana-mana, aku jadi tahu banyak tentang gosip yang  berkembang, hihihi. Tapi tenang saja, aku bukan manusia ember kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya  saja, masih kerap sebal dengan fenomena eksklusivitas geng-geng gaul  ini. Kadang-kadang mereka menganggap gengnya yang paling penting, yang  paling sibuk, bla bla bla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, eksklusivitas... &lt;span style="font-style: italic;"&gt;does it really matter&lt;/span&gt;?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-2439022765505074855?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/2439022765505074855/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=2439022765505074855&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/2439022765505074855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/2439022765505074855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2011/01/eksklusivitas.html' title='Eksklusivitas'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-6770427745456737179</id><published>2011-01-28T17:23:00.001+07:00</published><updated>2011-01-28T17:28:46.140+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='daily'/><title type='text'>Tentang Senam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;Kemarin anak-anak di ruangan pada sibuk guyonan tentang SKJ zaman  sekolah dulu. Awalnya gara-gara ada yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;streaming&lt;/span&gt; di Youtube soal SKJ  ini. Diikuti dengan meledaknya tawa mereka melihat dan mengingat  rangkaian gerakan yang jadul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa, beberapa tahun lalu,  SKJ sangat populer di kalangan pelajar. Pengalamanku dulu, senam wajib  dilakukan seminggu sekali tiap hari Jumat. Dan buatku yang dulu masih  sangat polos *halah* soal gerakan senam, SKJ sudah merupakan gerakan  senam yang paling keren :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kuingat-ingat lagi,  "bibit-bibit" kesukaanku pada senam memang dimulai sejak era SKJ ini.  Tiap kali senam, aku bergerak dengan penuh semangat dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;power&lt;/span&gt; tinggi.  Kadang heran dengan teman-teman yang bergerak seadanya. Karena buatku  waktu itu, dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mindset&lt;/span&gt; di kepala tentang SKJ sebagai senam paling  keren, bergerak diiringi musik merupakan sesuatu yang sangat  menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ternyata, berlanjut kan sampai sekarang. Begitu  kenal dengan senam aerobik, keasyikan itu menggila menjadi kecanduan.  Tak terasa sudah benar-benar melupakan masa-masa "menggilai" SKJ dulu,  sampai kemarin diingatkan oleh guyonan anak-anak itu. Pikirku, hmm,  berarti memang dari dulu aku hobi sekali senam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas aku pulang ke  Solo beberapa hari lalu dan sempat berbincang tentang senam dengan  adikku yang masih pelajar, ternyata sekarang ini SKJ sudah tak terlalu  populer di kalangan pelajar. Aku tak tahu apakah SKJ masih menjadi  agenda wajib mingguan di sekolah, yang jelas: popularitas SKJ sudah  tergeser dengan senam aerobik. Bagaimana tidak, untuk ujian praktek  anak-anak kelas tiga saja, materi yang diujikan adalah materi senam  aerobik. Dan guru olahraga mereka sampai mengundang seorang instruktur  senam aerobik untuk mengajari mereka beberapa gerakan. Oalahh, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mbok&lt;/span&gt; ya  ngundang aku, gratis &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wis&lt;/span&gt; :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kepulangan kemarin juga  diisi dengan sesi konsultasi adikku tentang beberapa gerakan dan musik  untuk mengiringi senam. Oh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;yes&lt;/span&gt;, senam aerobik memang mengasyikkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;NB:  Ini ceritanya lagi latihan nulis &lt;a href="http://srisariningdiyah.multiply.com/journal/item/733/Lomba_QN_ala_tobie"&gt;QN ala Tobie&lt;/a&gt;. Tapi ya nggak mungkin  ikut lomba, lha wong kontakku yang aktif komen (di Multiply) cuma Mbak Mia, Mbak  Shanti, sama Adenita. Ya jelas didiskualifikasi lah :D&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-6770427745456737179?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/6770427745456737179/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=6770427745456737179&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/6770427745456737179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/6770427745456737179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2011/01/tentang-senam.html' title='Tentang Senam'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-4139264692202314374</id><published>2011-01-11T09:20:00.000+07:00</published><updated>2011-01-11T09:27:13.468+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='work'/><title type='text'>Job Hunting, Karir, dan Pekerjaan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;Beberapa waktu lalu, seorang teman lama mampir ke rumah. Dia menempuh perjalanan yang cukup panjang dan memerlukan tempat untuk beristirahat, untuk kemudian menghadiri sesi wawancara yang dijadwalkan hari itu. Teman ini baru saja melahirkan seminggu sebelumnya, jadi bayangkan saja bagaimana payahnya. Ia bahkan tak bisa sekedar menginap untuk memulihkan kondisi, karena seorang balita dan seorang bayi mungil nun jauh di sana, memaksanya pulang-balik hari itu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ia sudah dalam perjalanan pulang, aku menerima pesan singkatnya bahwa wawancara yang dijalaninya dengan susah payah—baik dari segi waktu, biaya, tenaga, sampai harus jauh-jauh meninggalkan anak-anaknya—ternyata tidak membuahkan hasil. Ya begitulah, ia tidak lolos dalam sesi wawancara kali itu untuk mendapatkan beasiswa S2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyebut temanku ini sebagai seorang pejuang. Bagaimana tidak, sejak ia lulus S1 beberapa tahun silam, rasanya belum pernah ia menapak kesuksesan dalam hal karir. Lulus dengan penuh perjuangan, lalu bertahun-tahun mengirim lamaran dan wawancara ke sana-sini. Sempat bekerja sebentar, sebelum akhirnya berakhir dengan tidak memuaskan dan memaksanya beralih jalur untuk mencoba S2 alih-alih berusaha mencari pekerjaan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara tentang temanku ini adalah bicara tentang keprihatinan. Bahwa kehidupan pascakampus adalah kehidupan yang keras, kehidupan yang sesungguhnya. Dan hidup tak pernah mudah baginya. Mengingat temanku ini sejatinya juga mengingatkanku pada diriku sendiri. Tak bisa kupungkiri, pada sosoknya, aku melihat sosokku juga bertahun-tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berdua lulus dengan berdarah-darah dari sebuah perguruan tinggi ternama di negeri ini. Nama besar almamater tidak selalu menjadi jaminan bahwa urusan mencari pekerjaan menjadi gampang. IPK kami yang kecil, membuat kami menjadi pecundang di hadapan perusahaan-perusahaan elit atau badan-badan bergengsi tempat para kawan kami masuk dengan mudah. Aku sendiri menganggur hampir dua tahun lamanya sebelum akhirnya diterima menjadi PNS di sebuah lembaga penelitian. Muara yang baik dari sebuah pencarian panjang, alhamdulillah. Tapi itu tidak lantas membuatku lupa, bahwa selama hampir dua tahun itu, aku telah mengirim beratus-ratus aplikasi lamaran, menjalani berpuluh-puluh tes dan wawancara, bahkan sempat dikeluarkan oleh suatu perusahaan kala menjalani &lt;span style="font-style: italic;"&gt;probation period&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nyesek&lt;/span&gt; memang, tapi itulah kenyataan. Aku memang merasa diriku ini tidak terlalu kompetitif dan berkompetensi dalam bidang yang kugeluti, sayangnya ijazah yang kupunya ya hanya ijazah di bidang itu. Akan jadi cerita panjang kalau aku membeberkan bagaimana sebenarnya aku tidak suka dan merasa salah jurusan, tapi ya sudahlah, nasi sudah menjadi bubur. Semoga jadi pelajaran bagi siapa saja, bahwa memilih jurusan ketika kuliah tidak bisa semata-mata diputuskan hanya karena jurusan itu “laku”, banyak teman yang memilih itu, orang tua menyarankan itu, jurusan itu terlihat keren dan mentereng, prospeknya bagus, bla bla bla. Semoga jadi pelajaran juga bahwa memilih jurusan harusnya didasarkan pada minat dan kemampuan. Bertanya pada hati, bertanya pada Allah. Karena sekali “nyemplung” dalam bidang itu, seumur hidup akan berkutat di bidang itu. Yah, mungkin terkecuali untuk orang-orang tertentu, yang bisa juga sukses di luar bidang ijazahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali orang berpikir, nama besar almamater identik dengan kompetensi yang luar biasa, atau kemampuan akademik yang mumpuni. Kemudian hal itu akan berbanding lurus dengan ekspektasi pada kami, para lulusannya. Dan celakanya, cap semacam ini seperti menempel erat di jidat, sehingga komentar orang menjadi jauh lebih kejam ketika kami gagal. Aku ingat, pada sebuah sesi wawancara, si pewawancara meloloskan aku dengan sangat mudah ketika tahu aku lulus dari mana. Kasihan sekali kandidat lain di sampingku, yang masih harus dicecar dengan pertanyaan-pertanyaan panjang. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Well&lt;/span&gt;, itu diskriminasi yang positif. Tapi jangan salah, diskriminasi yang negatif juga banyak. Ya itu tadi, ketidakmampuan orang lain memaklumi kemampuanku yang sebenarnya alakadarnya, hanya karena melihat dari mana aku berasal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin ketika aku melihat film &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Alangkah Lucunya (Negeri Ini)&lt;/span&gt;, ketika menyaksikan sang tokoh utama—yang pengangguran—sedang berkeliling Jakarta sembari mengempit tas untuk melamar pekerjaan ke sana kemari, hatiku mendadak basah. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Been there, done that&lt;/span&gt;. Aku juga pernah punya pengalaman serupa: berkeliling Jakarta, masuk ke gedung-gedung megah untuk mengikuti tes atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;walk-in interview&lt;/span&gt; sambil mengempit map berisi ijazah. Hmm, jangan-jangan nilai tes TOEFL-ku tinggi gara-gara aku dulu keseringan ikut tes TOEFL ketika seleksi karyawan ya? Hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Back to reality&lt;/span&gt;. Ketika melihat hidupku sekarang, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;I can’t be more grateful&lt;/span&gt;. Alhamdulillah, Gusti Allah memberi segala yang kubutuhkan. Dalam hal pekerjaan, meskipun tidak sekeren kawan-kawan lain sealmamater yang bergaji juta-juta-jutaan itu, menjadi PNS memberiku keleluasaan lebih untuk mengasuh anak dibanding mereka. Dan tentu sangat lebih beruntung dibanding seorang temanku yang kuceritakan tadi di awal tulisan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi memang bukan manusia kalau tak pernah puas. Adakalanya kenyataan hidup membawaku pada perenungan, apakah pantas aku meneruskan pekerjaanku ini. Selain karena sebenarnya aku tak terlalu suka pada bidang yang kugeluti sekarang—seperti ceritaku di atas tadi—kadang aku juga merasa berdosa pada negara. Ada satu pemikiran idealis dalam diriku, mungkin sebaiknya aku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;resign&lt;/span&gt; saja supaya negara bisa menggaji orang lain yang memang kemampuannya lebih dibutuhkan negara. Yah, kalau aku merasa tidak berkompetensi, pilihannya kan cuma ada dua: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;upgrade&lt;/span&gt; diri atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;resign&lt;/span&gt;. Padahal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;upgrade&lt;/span&gt; diri, totalitas, dan integritas susah dilakukan jika tidak ikhlas menyukai bidang yang digeluti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi kalau bicara tentang kehidupan rumah tanggaku yang tidak ideal karena harus pisah kota demi pekerjaan. Belum lagi kalau bicara soal pengasuhan Hanif dan cita-cita awalku tentang menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stay-at-home mom&lt;/span&gt;. Beuhh, banyak benar yang bisa membuat stres. Kalau sudah begini, kata ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;resign&lt;/span&gt;’ memang selalu bermain-main di benak. Tapi kalau aku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;resign&lt;/span&gt;, kok rasanya kurang bersyukur ya. Melihat ribuan orang tidak lolos tes PNS, melihat betapa banyaknya orang yang menganggur dan sulit sekali mencari pekerjaan, selalu membuatku berpikir: jangan-jangan aku kufur nikmat kalau aku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;resign&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan menjadi orang dewasa sungguh sulit. Keputusan yang dibuat tidak bisa didasarkan pada keinginan pribadi saja, melainkan harus mempertimbangkan berbagai aspek kehidupan lain yang beririsan. Tanggung jawab, aku rasa ini kata yang tepat yang memberi nilai sesungguhnya pada kehidupan orang dewasa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-4139264692202314374?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/4139264692202314374/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=4139264692202314374&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/4139264692202314374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/4139264692202314374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2011/01/job-hunting-karir-dan-pekerjaan.html' title='Job Hunting, Karir, dan Pekerjaan'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-7557835018639221122</id><published>2011-01-03T12:04:00.003+07:00</published><updated>2011-01-03T12:31:05.532+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='daily'/><title type='text'>Senam Aerobik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://kikidewee10.files.wordpress.com/2010/03/web_archiperobic.jpg?w=300&amp;amp;h=200"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 300px; height: 200px;" src="http://kikidewee10.files.wordpress.com/2010/03/web_archiperobic.jpg?w=300&amp;amp;h=200" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Banyak yang bertanya padaku, mengapa begitu sulit bagiku untuk berhenti senam aerobik, atau mengapa aku begitu konsisten dan disiplin melakukan senam aerobik empat kali seminggu. Seperti yang pernah kutulis di &lt;a href="http://yustika.blogspot.com/2010/06/my-lovely-scoli.html"&gt;sini&lt;/a&gt;, Juni lalu ketika aku ketahuan mengidap skoliosis, memang ada seorang dokter ortopedi yang melarangku melakukan senam. Dan saat itu aku begitu bersikeras mencari dokter-dokter lain sehingga akhirnya aku mendapat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;second&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;third opinion &lt;/span&gt;yang mengegolkan keinginanku untuk tetap senam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ada beberapa orang yang mengambil kesimpulan kalau aku terlalu takut menggendut sehingga tidak mau berhenti senam. Ada juga yang menyatakan simpati dan kekhawatirannya mengenai tulang punggungku bila aku terus senam. Bagaimanapun aku sangat menghargai segala bentuk perhatian mereka, namun apakah benar demikian adanya? Terlepas dari bagaimana pengaruh senam terhadap tulang punggungku—harus dengan observasi berkala untuk mengetahuinya—aku ingin bercerita sedikit mengenai ketertarikanku pada senam aerobik ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pertengahan tahun 2005, sesaat setelah Ujian Akhir Semester selesai, aku dirawat inap di RS St. Borromeus karena demam berdarah. Sepulang dari rumah sakit, nafsu makanku meningkat pesat. Sehari bisa makan sampai lima kali. Lalu tiba-tiba aku merasa badanku berat. Ternyata aku menggendut. 56,5 kilogram untuk tinggi 153 sentimeter, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;well... you could imagine&lt;/span&gt;. Seorang teman yang sudah lebih dulu senam aerobik—meskipun tidak terlalu rutin—mengajakku ikut serta untuk meredakan kegundahanku. Nah, di sini awal mulanya. Sejak itulah aku rutin senam aerobik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;April 2007 ketika aku menikah, beratku sudah 44 kilogram, turun dua belas kilogram lebih sejak aku ikut senam pertama kali. Memang terlihat lama, karena cara ini sangat alami. Aku hampir tak mengubah pola makan sama sekali, tetap ngemil seperti biasa, jadi penurunan berat badan ini murni karena senam. Saat itu aku masih senam dua kali seminggu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Setelah melahirkan, aku mulai senam tiga kali seminggu. Memang tak bisa menurunkan berat badan secara drastis seperti dulu, maklum sudah bukan gadis lagi dan sudah pernah “turun mesin”, hehehe. Tapi paling tidak bisa mempertahankan berat badan supaya tidak terlalu melar dan tetap menjaga kebugaran tubuh. Kemudian baru sebulan ini meningkat menjadi empat kali seminggu, di samping berenang rutin semenjak lima bulan lalu—kalau yang ini karena kewajiban dalam rangka terapi tulang punggung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kalau ada yang mengatakan aku tetap senam karena takut menggendut, mungkin tidak sepenuhnya salah. Aku memang selalu risau bila angka timbangan mulai merangkak naik, tapi buatku, senam sudah menjadi jauh lebih besar nilainya dari sekedar usaha untuk menurunkan berat badan. Apa pasal?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Buatku, senam sudah menjadi candu. Dulu sekali, ketika awal aku senam, aku sedang dalam masa menulis skripsi, cukup membuat stres. Dan ternyata kudapati kalau setelah senam, perasaan stres berkurang. Dengan senam, aku bisa bergerak bebas dan beban serasa menguar seiring berdentamnya irama. Pikiran menjadi lebih jernih seiring menetesnya peluh. Demikian pula ketika aku sudah mulai bekerja. Beban pikiran sepulang kerja, larut dalam keriangan gerakan senam. Mungkin ada yang berpikir aku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lebay&lt;/span&gt;, tapi memang demikian adanya. Tak dapat kupungkiri, senam sudah menjadi jalan melepas stres dan sarana mendapatkan kegembiraan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Selalu ada rasa yang hilang ketika aku berhalangan hadir senam, dan selalu ada keinginan mengganti sesi yang hilang dengan sesi di hari lain. Itulah sebabnya aku selalu konsisten dan disiplin melakukan senam sampai empat kali seminggu. Itulah sebabnya aku tak bisa berhenti senam, dan sangat sedih ketika dokter melarangku senam. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;In fact&lt;/span&gt;, berhenti senam adalah hal yang pertama kali menjadi kerisauanku ketika keluar dari ruangan dokter, lebih membuat risau daripada vonis skoliosis itu sendiri. Saat senam pertama kali setelah divonis skoliosis, aku sempat berkaca-kaca sambil membatin, “Ya Allah, senam sebegini menyenangkannya, kenapa aku sampai nggak boleh... tak kuasa aku kehilangan setiap detik momennya...”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Makanya aku sering heran dan geregetan melihat teman-teman yang senam dengan malas-malasan. Senam itu asyik, dan mereka tidak mendapat halangan medis apapun untuk bergerak. Ughh, ingin mereka tahu, bagaimana aku yang berpunggung abnormal mati-matian “berjuang” supaya bisa tetap senam. Karena bagiku, senam sudah menjadi kebutuhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;Yes, I’ll do anything to keep moving.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Gambar: Diambil dari &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://kikidewee10.files.wordpress.com/2010/03/web_archiperobic.jpg?w=300&amp;amp;h=200"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-7557835018639221122?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/7557835018639221122/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=7557835018639221122&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/7557835018639221122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/7557835018639221122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2011/01/senam-aerobik.html' title='Senam Aerobik'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-782869058092449876</id><published>2011-01-03T11:58:00.003+07:00</published><updated>2011-01-03T12:04:35.084+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='leisure'/><title type='text'>Belajar Seluncur Es</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/TSFXuQfb3CI/AAAAAAAAAJM/uqKoavWT8vk/s1600/26122010555.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/TSFXuQfb3CI/AAAAAAAAAJM/uqKoavWT8vk/s200/26122010555.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5557819867364318242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Seumur hidupku, aku belum pernah menjajal arena seluncur es. Jangankan sepatu luncur, sepatu roda saja, baik yang roda empat maupun yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;in-line-skate&lt;/span&gt;, aku belum pernah. Jadi coba bayangkan saja penampilan perdanaku masuk ke arena seluncur es pada libur natal yang lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tiket masuk ke Gardenice, Paris Van Java ini 75 ribu rupiah per orang. Aku masuk berdua adikku, sementara anggota keluarga yang lain duduk-duduk di pinggir arena. Hanif kutitip ke ayahnya, bundanya mau main dulu :)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Karena belum bisa sama sekali, kami memilih menyewa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;coach&lt;/span&gt; dengan tarif 60 ribu per setengah jam. Sayangnya jumlah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;coach&lt;/span&gt; ini terbatas, baru ada yang bebas sejam setelah kami masuk. Bermain di arena ini tidak dibatasi waktu, kami mencoba berlatih sendiri sambil menunggu para &lt;span style="font-style: italic;"&gt;coach&lt;/span&gt; datang. Yaa gitu deh, pakai acara jatuh-jatuh hihihi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ketika akhirnya sesi latihan dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;coach&lt;/span&gt; dimulai, aku sudah berhasil belajar berdiri stabil. Sudah bisa berjalan sedikit-sedikit. Sesi latihan awal adalah berjalan melangkah sambil mengangkat kaki. Lalu dilanjutkan dengan menggeser sepatu luncur satu-satu. Baru kemudian belajar meluncur dengan jarak luncur agak jauh. Tentu pakai acara jatuh-jatuh dan berkali-kali dibantu berdiri sama si &lt;span style="font-style: italic;"&gt;coach&lt;/span&gt; ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jangan dibayangkan sesi latihannya romantis seperti di film-film. Kita kan sering lihat tuh, ada adegan romantis ketika pacaran di arena seluncur es *wah, kebanyakan nonton dorama nih*. Pas jatuh pegangan tangan, pandang-pandangan, lalu ada lagu romantis. Boro-boro, yang ada juga si &lt;span style="font-style: italic;"&gt;coach&lt;/span&gt; ini nyolot banget. Ngajarinnya pakai komentar bernada meremehkan, “gitu aja nggak bisa”, bla bla bla. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Damn, I wanted to slam his face&lt;/span&gt; ketika dia ngetawain aku jatuh :(&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pada akhirnya, aku lega banget ketika sesi latihan berakhir. Baru bisa sedikit. Meluncur saja belum lancar. Tapi lega karena akhirnya berpisah dengan si &lt;span style="font-style: italic;"&gt;coach&lt;/span&gt; nyolot. Sayangnya ketika akan mencoba berlatih sendiri, pengunjung disuruh keluar karena arena akan di-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;resurface&lt;/span&gt;. Yah, kecewa deh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kesimpulannya, belajar seluncur es itu mengasyikkan. Meskipun badan dan tangan sakit semua karena kebanyakan jatuh, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;well... it’s worth trying&lt;/span&gt;. Ada semacam perasaan tertantang kalau aku harus bisa. Ketakutan dan kekhawatiran yang sempat ada di awal, sedikit tergantikan dengan perasaan puas ketika aku sudah sedikit bisa. Cukuplah sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stretching&lt;/span&gt; untuk menantang diri sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Lain kali aku akan coba lagi :)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Foto: Aku sedang belajar seluncur es, diajari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;coach&lt;/span&gt; yang nyebelin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-782869058092449876?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/782869058092449876/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=782869058092449876&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/782869058092449876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/782869058092449876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2011/01/belajar-seluncur-es.html' title='Belajar Seluncur Es'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/TSFXuQfb3CI/AAAAAAAAAJM/uqKoavWT8vk/s72-c/26122010555.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-4505566355419223608</id><published>2010-12-13T16:40:00.003+07:00</published><updated>2010-12-13T17:00:53.477+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='parenting'/><title type='text'>Terrible-Two dan Temper-Tantrum</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;Alhamdulillah, sampai juga aku pada fase ini. Setelah dari dulu cuma bisa membaca dan berkaca pada pengalaman orang lain, saat ini aku diberi karunia oleh Gusti Allah untuk mengalami sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi begini, sekarang usia Hanif sudah 2,5 tahun. Semenjak &lt;a href="http://yustika.blogspot.com/2010/08/resign-lagi.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;babysitter&lt;/span&gt;-nya berganti&lt;/a&gt; dua bulan lalu, perangai Hanif berubah. Semula kami mengira ini adalah proses adaptasi dan bentuk protesnya karena &lt;span style="font-style: italic;"&gt;babysitter&lt;/span&gt; yang lama—yang sangat dekat dengannya—harus pulang dan diganti dengan orang lain yang tidak seasyik pendahulunya. Apalagi ditambah dengan &lt;a href="http://yustika.blogspot.com/2010/11/tujuh-jam-rawat-inap.html"&gt;episode sakit&lt;/a&gt;, lengkap sudah Hanif berubah menjadi “lebih sulit”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pasal? Selama sebulan kemarin dia susah makan. Hanif, yang dari usia enam bulan selalu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mangap&lt;/span&gt; dan menelan apa saja yang kami sodorkan di depan mulutnya, tiba-tiba melakukan GTM (gerakan tutup mulut), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mingkem&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;emut&lt;/span&gt;. Okelah, mungkin karena waktu itu dia sakit. Dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;babysitter&lt;/span&gt; yang baru, belum menemukan cara untuk waktu-makan-yang-menyenangkan. Alhamdulillah sekarang Hanif sudah mau makan, meskipun lancar hanya pada saat dia &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mood&lt;/span&gt; makan dan kadang-kadang masih GTM dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;emut&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih luas dari sekedar persoalan makan, ternyata perangai Hanif pun berubah. Dia menunjukkan sikap keras kepala bila menginginkan sesuatu, dan suka sekali mengekspresikan keinginannya itu dengan berteriak. Bila tidak kami penuhi, langsung menangis dengan suara yang membuat para tetangga penasaran. Sampai beberapa kali mereka datang untuk mengecek mengapa Hanif menangis sedemikian keras. Ah, kepedulian tetangga yang membuatku malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kupikir-pikir, mungkin seharusnya aku tak perlu malu. Ini periode yang biasa dan normal dalam fase hidup seorang anak. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Well&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;it’s called terrible-two&lt;/span&gt;, dengan salah satu gejala berupa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;temper-tantrum&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa Itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Terrible-Two&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Temper-Tantrum&lt;/span&gt;?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="font-style: italic;"&gt;Terrible two is a child developmental stage which normally occurs around the age of two (but can start earlier) and consists of toddlers often saying no and throwing temper tantrums.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Very basically, the terrible two’s can be described as aggressive, defiant, demanding, unreasonable and mischievous behavior. Some toddlers go through this stage quite mildly while others turn into devil children! :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temper tantrums, hitting and biting, yelling, incredible mischievousness and an overall general refusal to do just about whatever is asked of your child are the main ways this behavior is displayed. The biggest thing all parents or guardians must realize is that this behavior is TOTALLY NORMAL, not personal, aimed towards them and is not the sign of a terrible child.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A tantrum is an emotional outburst that is typically characterized by stubbornness, crying, screaming, defiance, angry ranting, a resistance to attempts at pacification and, at some cases, hitting. Physical control may be lost, the person may be unable to remain still, and even if the "goal" of the person is met he or she may not be calmed. A tantrum may be expressed in a tirade: a protracted, angry, or violent speech.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Kalau dari definisi di atas, level Hanif cuma berkisar di “s&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tubbornness, crying, screaming, defiance, angry ranting&lt;/span&gt;” dan kadang “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;a resistance to attempts at pacification&lt;/span&gt;”. Alhamdulillah tidak sampai pada “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hitting and biting&lt;/span&gt;” :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengapa Bisa Sampai &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Temper-Tantrum&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tantrum&lt;/span&gt; merupakan sesuatu yang normal dan biasa terjadi pada saat tumbuh kembang anak dan biasa muncul saat anak berusia 1-3 tahun (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tantrums Secret to Calming the Storm&lt;/span&gt;, La Forge, 1996). Kenapa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tantrum&lt;/span&gt; terjadi? Secara garis besar, penyebabnya adalah: karena anak mencari perhatian, lapar, lelah, atau karena anak frustrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frustrasi pada anak sering kali membuat bingung para orangtua. Frustrasi pada anak bisa terjadi karena anak tidak mendapatkan keinginannya: bisa mainan, perhatian, maupun orangtuanya. Jadi, saat kita melihat (atau bahkan mengalami sendiri) anak menangis di pertokoan karena minta sesuatu, atau bahkan menjerit dan berguling di lantai, itu bisa jadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;temper-tantrum&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau suatu pagi, saat kita mau ke kantor. Si kecil yang biasanya mengantar dengan riang, tiba-tiba menangis menjerit-jerit sambil memegangi kaki. “Nggak boleh... Bunda nggak boleh pergi... di rumah saja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau bisa juga, si buah hati ingin bercerita sesuatu yang seru. Tapi, dia susah sekali mengomunikasikannya. Hal ini membuatnya frustrasi dan mengakibatkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tantrum&lt;/span&gt;. Anak-anak biasanya lebih cepat memahami sesuatu, namun masih susah untuk mengungkapkannya (karena keterbatasan kosakata atau bahasa). Namun, saat kemampuan bahasanya meningkat dan anak sudah memasuki usia sekolah, bisa jadi tantrum akan berkurang atau hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagaimana Menghadapinya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tetap tenang. Tarik napas, berpikir dengan jernih. Karena apabila kita ikut frustrasi, bahkan berteriak, bisa jadi kondisi malah akan lebih runyam. Sedapat mungkin, alihkan perhatian anak. Misalnya, kalau anak minta mainan dan sudah mulai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tantrum&lt;/span&gt;, alihkan perhatiannya ke benda atau tempat lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hindari memberi apa yang anak inginkan hanya karena kita merasa “malu”. Misalnya karena anak menangis di pertokoan, kita langsung membelikan apa yang diminta. Anak itu pintar dan cepat belajar. Sekali hal itu berhasil, bisa jadi dia akan menganggap bahwa kita akan memberi apa yang dia inginkan kalau dia menangis.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memindahkannya ke tempat yang lebih tenang. Jika &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tantrum&lt;/span&gt; terjadi di tempat ramai, angkat si buah hati, bawa ke tempat yang lebih tenang, dan biarkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tantrum&lt;/span&gt;-nya selesai. Setelah itu, baru kita ajak bicara.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak mengacuhkan anak saat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tantrum&lt;/span&gt; kadang juga perlu. Tentu dengan melihat bahwa kondisi di sekitarnya aman. Kalau dia sudah tenang, baru kita peluk dan tanya dengan lembut, kenapa dia marah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tantrum&lt;/span&gt; makin menjadi, peluk si buah hati. Tapi kalau kita tidak bisa memeluk (karena kita juga sudah mulai jengkel atau emosi), paling tidak, duduk atau berdiri di dekatnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tantrum&lt;/span&gt; sudah lewat, kita bisa mencari tahu apa sebenarnya keinginan anak. Bantu anak untuk mengekspresikan kemarahannya secara verbal dan terkendali. Berikan rasa cinta dan aman kepada si buah hati. Tunjukkan kepadanya, meski dia telah berbuat salah, sebagai orangtua kita tetap menyayanginya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yang penting, selama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tantrum&lt;/span&gt; terjadi, sebaiknya tidak membujuk, berargumen, atau menasihati anak karena anak biasanya tidak akan menanggapi atau mendengarkan. Bahkan, terkadang hal itu malah membuat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tantrum&lt;/span&gt; anak makin menjadi.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penerapan Riilnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hohoho, meskipun sudah kenyang dengan teori, pada prakteknya terasa susah sekali. Ketika Hanif berteriak-teriak, yang ada juga aku langsung pusing duluan. Biasanya kalau ada suami dan aku sudah geregetan banget, aku mencoba mundur menyendiri dan menyerahkan Hanif ke ayahnya. Berdiam di kamar, atau ngemil di meja makan (haha!) sampai emosiku mereda. Khawatir bernada tinggi di depan anak kalau tidak berhasil mengontrol diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang malah sebaliknya. Ketika suami sedang ngotot untuk tidak menuruti keinginan Hanif yang sedang menangis meraung-raung, akunya yang malah tidak tega. Tergoda sekali untuk bilang “Sudahlah, Yah...” dan memberikan apa yang Hanif minta. Memang, persistensi dan konsistensi itu memerlukan tekad yang kuat. Kapan-kapan aku tulis tentang menerapkan disiplin pada anak deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yosh, sudah panjang lebar ternyata tulisan ini. Semoga tidak membuat bosan para pembaca. Selamat berjuang untuk diriku dan orang tua di luar sana yang bernasib serupa :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Terrible_two&lt;/li&gt;&lt;li&gt;http://www.theterribletwos.org/what-are-terrible-twos/&lt;/li&gt;&lt;li&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Temper_tantrum&lt;/li&gt;&lt;li&gt;http://wrm-indonesia.org/content/view/1006/3/&lt;/li&gt;&lt;li&gt;http://wrm-indonesia.org/content/view/220/58/&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-4505566355419223608?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/4505566355419223608/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=4505566355419223608&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/4505566355419223608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/4505566355419223608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2010/12/terrible-two-dan-temper-tantrum.html' title='Terrible-Two dan Temper-Tantrum'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-9071457524202775701</id><published>2010-11-08T15:31:00.000+07:00</published><updated>2010-11-08T15:36:11.012+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='work'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='life'/><title type='text'>Mengelus Dada</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;[ditulis sambil menghela nafas dalam-dalam]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini aku kembali menghadapi cercaan tentang pilihanku berkarir, untuk pertama kalinya setelah sekian lama tidak dicerca dengan cercaan serupa. Mereka yang mencerca beralasan, tempat setiap perempuan berkeluarga adalah di rumah. Perempuan berkeluarga yang multifungsi tidak bisa maksimal memberi untuk anak dan suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya aku tak tahu ya. Bahkan sebenarnya cercaan itu klise, karena hal semacam itu sudah menjadi pemikiranku sejak lama. Bagi yang jarang mengikuti sepak terjangku di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blog&lt;/span&gt; ini mungkin tak terlalu tahu masa-masa kritis dulu saat aku menghadapi dilema antara berkarir atau tetap menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stay-at-home mom&lt;/span&gt;. Tapi yang jelas, pada awalnya aku berkarir adalah untuk mengabulkan harapan suami tentang memiliki istri bekerja, meskipun setengah mati aku ingin di rumah saja. Waktu demi waktu berlalu, aku pisah kota dengan suami, punya anak, dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;here I am&lt;/span&gt;... tetap menjalani pilihan menjadi perempuan bekerja, lengkap dengan segala konsekuensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmatkah hidupku? Pendewasaan bertumbuh dan aku tak lagi menyalahkan siapapun. Nikmat atau tidak nikmat itu bukan urusanku, karena urusanku hanyalah bagaimana berusaha menjalani hidup ini sebaik mungkin, sebermanfaat mungkin, sembari terus mensyukuri nikmat Gusti Allah, sekecil apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika ada orang nyinyir berkomentar, padahal tidak tahu bagaimana pastinya isi rumah tanggaku, kok rasanya sedikit mengelus dada ya. Sudah pasti aku menjalani pilihan ini setelah berpikir panjang, bukan keputusan serta merta. Lagipula aku juga tidak pernah usil mengurusi—apalagi mencerca—pilihan perempuan-perempuan lain untuk bekerja atau tetap tinggal di rumah saja. Berkarir atau memilih menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stay-at-home mom&lt;/span&gt; menurutku sama mulianya, asal ditempatkan sebagaimana mestinya. Apa pula yang mesti diperdebatkan?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-9071457524202775701?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/9071457524202775701/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=9071457524202775701&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/9071457524202775701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/9071457524202775701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2010/11/mengelus-dada.html' title='Mengelus Dada'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-6267926763291546334</id><published>2010-11-05T16:02:00.001+07:00</published><updated>2010-11-05T16:28:18.324+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='contemplation'/><title type='text'>Kematian</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;Masih terekam dalam ingatan, bagaimana sosok jenazah Mbah Maridjan membujur kaku dalam keadaan sujud. Juga masih terngiang jelas hingga membentuk imaji yang lekat dalam benak, ketika seorang teman kantor bercerita bahwa di R.S. dr. Sardjito ada jenazah seorang ibu dengan anak batita di gendongan. Keduanya membujur kaku akibat terjangan awan panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masya Allah. Sampai detik ini, masih juga diri ini diliputi pertanyaan: bagaimana detik-detik mereka meregang nyawa? Mengingat kecepatan awan panas mencapai ratusan kilometer per jam dan kejadiannya hanya memakan waktu beberapa detik, sempat merasa sakitkah mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang ingin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;husnul khatimah&lt;/span&gt;. Semua orang tidak ingin merasa sakit saat nyawa tercabut. Tapi bisakah? Pantaskah diri ini mendapat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;privilege&lt;/span&gt; itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, sesuatu itu adalah kematian. Siapkah diri ini ketika malaikat maut menghampiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Update:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat tulisan ini dibuat, Merapi masih terus mengamuk. Lebih besar daripada letusan pertama pada 26 Oktober 2010. Daerah rawan diperluas hingga radius 20 kilometer. Luncuran awan panas mencapai hingga 10 kilometer. Dan yang lebih membuatku sedih, korban meninggal terkena awan panas terus bertambah, di mana sebenarnya hal ini bisa dihindari mengingat pemerintah terus menghimbau warga untuk turun mengungsi dan media terus mengabarkan berita terkini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekali lagi, siapa yang bisa melawan takdir Allah? Dan sekali lagi, siapkah kita jika takdir kematian datang menghampiri?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-6267926763291546334?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/6267926763291546334/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=6267926763291546334&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/6267926763291546334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/6267926763291546334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2010/11/kematian.html' title='Kematian'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-2763292633979584259</id><published>2010-11-04T16:05:00.000+07:00</published><updated>2010-11-04T16:08:16.800+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='parenting'/><title type='text'>Speechless</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;Ketika &lt;a href="http://yustika.blogspot.com/2010/11/tujuh-jam-rawat-inap.html"&gt;Hanif dirawat inap&lt;/a&gt;, seperti biasa aku menyuapi Hanif sarapan sambil membawanya jalan-jalan. Sebagai anak yang eksploratif, terkungkung di kamar sungguh terasa membosankan. Jalan-jalannya pun tidak cukup cuma di bangsal dan lorongnya, melainkan sampai keluar bangsal, ke ruang tunggu melihat akuarium, sampai minta diantar naik turun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lift&lt;/span&gt; dari lantai satu hingga enam &gt;_&lt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lift&lt;/span&gt; itulah, kami bertemu dengan dua staf rumah sakit. Tampaknya seorang perawat dan seorang dokter. Mereka menyapa kami ramah. Wanita yang berpenampilan seperti perawat berkata, “Wah, lagi jalan-jalan ya...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu wanita yang berpenampilan seperti dokter menimpali sambil memandangku, “Tapi Ibu telaten ya nyuapin sambil jalan-jalan. Kalau anakku makannya susah, udah aja kuserahin ke pembantu. Pembantuku lebih tahu gimana caranya, sambil ngajak anakku main-main.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku langsung &lt;span style="font-style: italic;"&gt;speechless&lt;/span&gt;. Mengapa bukan dia saja yang berusaha menyuapi anaknya sambil mengajak bermain? Alasan “tidak telaten” atau “tidak tahu caranya” aku rasa cuma omong kosong. Masa iya pembantunya lebih tahu soal anak daripada ibunya sendiri? Kecuali kalau memang sehari-hari si ibu tidak pernah mengurusi anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap seperti inilah yang membuat profesi wanita karir menjadi tercoreng. Berjaya di karir, tetapi urusan anak terabaikan. Padahal untuk siapa sih sebenarnya kita bekerja? Untuk anak juga, bukan? Ingin rasanya aku berkata, “Punya anak memang repot. Siapa suruh punya anak? Kalau nggak mau repot, ya nggak usah punya anak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati aku beristighfar. Ya Allah, semoga urusan di luar rumah tidak membuatku lalai akan anakku. Semoga berepot-repot mengurusi anak masih lebih mengasyikkan daripada menyibukkan diri dengan urusan lain.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-2763292633979584259?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/2763292633979584259/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=2763292633979584259&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/2763292633979584259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/2763292633979584259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2010/11/speechless.html' title='Speechless'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-7733128468963485087</id><published>2010-11-04T15:54:00.002+07:00</published><updated>2010-11-04T16:04:38.168+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='parenting'/><title type='text'>Tujuh Jam Rawat Inap</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;This is another &lt;/span&gt;deg-degan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; story of being parents&lt;/span&gt;. Jadi ceritanya, Jumat pagi 22 Oktober 2010 ketika bangun pagi, aku mendapati Hanif terbangun dalam keadaan demam. Tak begitu tinggi, jadi kupikir hanya demam biasa. Maka kuputuskan hari itu Hanif tidak masuk “sekolah” dulu, sambil memberinya obat penurun demam yang biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari berlalu. Dua hari berlalu. Dia masih demam—meski tak begitu tinggi, paling-paling cuma 38° C—namun tingkah lakunya tetap lincah ke sana kemari. Makan minumnya juga lancar tanpa kendala. Jadi aku tetap berpikir hanya demam biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sempat terbersit sedikit ketakutan apakah demamnya kali ini berhubungan dengan peristiwa Selasa lalu. Malam itu dia sempat jatuh telentang dan kepala bagian belakang terbentur lantai. Bunda yang ceroboh, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;I know&lt;/span&gt; (hiks). Tapi aku menepis ketakutan itu karena antara peristiwa jatuh dengan demamnya berjarak beberapa hari. Hanif juga tidak menunjukkan gejala langsung apapun selepas jatuh, seperti mual atau muntah. Jadi masih saja, kupikir hanya demam biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segalanya jadi tak biasa ketika demam Hanif beranjak naik. Maka Minggu malam 24 Oktober, aku dan suami membawanya ke UGD. Di sana suhunya 39,9° C. Petugas dari laboratorium datang, mengambil darah untuk diperiksa. Kemudian perawat yang bertugas, memasukkan obat penurun demam lewat—maaf—anus. Yang aku tahu, obat anal semacam ini memang dapat menurunkan demam dengan segera dan berfungsi untuk mengantisipasi kejang demam (CMIIW).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil cek darah menunjukkan angka normal (trombosit 245.000), kecuali leukositnya yang tinggi mencapai angka 14.300. Dokter di UGD berkata bahwa tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan. Setelah meresepkan obat, dia menyuruh kami pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita tidak berhenti sampai di sini. Malamnya sekitar pukul satu dini hari, aku tiba-tiba terbangun mendengar suara Hanif. Ketika kuperiksa, badannya menggigil hebat, meskipun tidak demam. Wajahnya pucat, bibir sedikit kebiruan, telapak kaki dan tangannya putih sekali tanpa rona merah sedikitpun. Segera kubangunkan suamiku. Berdua, dalam keadaan panik karena belum pernah mendapati Hanif dalam keadaan begini, segera bersiap membawanya ke UGD lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di UGD badan Hanif sudah demam hampir 39° C. Dari penjelasan dokter yang berjaga, menggigil adalah usaha badan untuk mengeluarkan panas. Belakangan dokter spesialis anak (DSA) langganan Hanif juga menjelaskan bahwa peristiwa menggigil memang biasa terjadi bila badan yang tadinya tidak demam, akan mendadak demam dengan suhu yang cukup tinggi. Menggigil terjadi akibat perbedaan suhu yang ekstrem ini (CMIIW). Satu lagi ilmu yang kudapat malam itu, meskipun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cost of learning&lt;/span&gt;-nya cukup membuat ketar-ketir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah perawat memberi Hanif sirup penurun demam, dokter merekomendasikan Hanif untuk rawat inap. Oh ya ampun, tanpa persiapan sama sekali. Seperti &lt;a href="http://yustika.blogspot.com/2009/05/ketika-hanif-harus-dioperasi.html"&gt;ketika Hanif harus dioperasi dulu&lt;/a&gt;. Aku cuma membawa baju ganti satu stel, tadinya untuk berjaga bila Hanif muntah membasahi baju seperti sesaat sebelum kami berangkat ke UGD. Setelah suamiku mengurus administrasi rawat inap, tepat pukul 03.45 Hanif masuk kamar di bangsal Irene lantai tiga. Untung tidak perlu diinfus karena belum ada rekomendasi infus dari DSA-nya Hanif. Bukannya istirahat, dia malah asyik mengeksplorasi kamar (naik turun sofa dan tempat tidur) &gt;_&lt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanif baru tidur ketika jam menunjukkan pukul lima. Setelah dia tidur sekira dua jam, DSA-nya datang. Periksa sana sini sambil mengajak Hanif ngobrol. Lalu berkata bahwa Hanif cuma radang biasa dan sudah boleh pulang. Trombosit masih normal (175.000), hasil uji NS1 (untuk mengetahui DBD atau bukan) juga negatif. Dalam hati ada rasa lega karena Hanif tidak sakit serius, tapi ada juga rasa geli. Jangan-jangan sebenarnya Hanif tidak perlu rawat inap. Yah, namanya juga berjaga-jaga. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nurut aja lah&lt;/span&gt; sama dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat pukul 11.15, kami keluar dari bangsal Irene. Diiringi lambaian tangan para suster yang ramah itu. Jadi totalnya Hanif dirawat inap selama tujuh jam, rawat inap terpendek yang pernah aku dan keluargaku alami ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Update:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu 31 Oktober sore, Hanif kembali demam 38° C. Senin pagi malah sampai 40° C. Senin sore Hanif kembali berkunjung ke dokter, ternyata DSA langganan sudah tidak praktek sore. Terpaksa ke DSA lain. Disuruh cek darah lagi. Hasilnya semua normal. Kami kembali pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa pagi Hanif kuajak ketemu DSA langganan. Lalu direkomendasikan untuk cek darah lagi (OMG!) untuk mengetahui ini typhus atau bukan. Ternyata bukan typhus (alhamdulillah) dan hasilnya semua juga normal. Jadi tampaknya ini masih radang biasa, lanjutan minggu sebelumnya, begitu kata DSA-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dihitung-hitung, dalam sepuluh hari terakhir berarti Hanif sudah lima kali bertemu dokter dan empat kali diambil darah. Duh, kasihannya anak Bunda ini. Belum lagi kalau bicara soal antibiotik yang terus diresepkan oleh para dokter itu &gt;_&lt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sakit lagi ya, Sayang...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-7733128468963485087?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/7733128468963485087/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=7733128468963485087&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/7733128468963485087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/7733128468963485087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2010/11/tujuh-jam-rawat-inap.html' title='Tujuh Jam Rawat Inap'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-7516243653405624623</id><published>2010-10-13T10:29:00.002+07:00</published><updated>2010-10-13T10:40:46.293+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='parenting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='family'/><title type='text'>Hanif dan Daycare</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;Seperti yang aku tulis di &lt;a href="http://yustika.blogspot.com/2010/10/pilih-daycare-atau-babysitter.html"&gt;tulisan sebelum ini&lt;/a&gt;, karena &lt;a href="http://yustika.blogspot.com/2010/08/resign-lagi.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;babysitter&lt;/span&gt; yang lama minta &lt;span style="font-style: italic;"&gt;resign&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;babysitter&lt;/span&gt; yang baru belum datang, untuk sementara Hanif dititipkan di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;daycare&lt;/span&gt;. Untuknya, aku memilihkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;daycare&lt;/span&gt; terbaik yang aku bisa. Islami, tak terlalu jauh dari rumah, serta insya Allah diasuh oleh tangan-tangan ahli. Silakan klik di &lt;a href="http://salamahummu.multiply.com/"&gt;sini&lt;/a&gt; untuk tahu lebih lanjut soal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;daycare&lt;/span&gt;-nya Hanif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam sebelum Hanif masuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;daycare&lt;/span&gt;, aku dihinggapi gelisah. Dia tak pernah diasuh di luar rumah, maka wajar jika beberapa kekhawatiran melintas. Memikirkan tak bisa jadi bunda yang baik karena tak bisa mengasuhnya dengan tanganku sendiri, tak urung membuatku sedikit sentimentil dan hampir berujung pada air mata. Sampai lewat tengah malam aku baru bisa tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah dia sekelumit kisah tentang hari-hari awal Hanif di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;daycare&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Senin, 11 Oktober 2010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang paling susah tentang menyiapkan Hanif masuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;daycare&lt;/span&gt; adalah acara membangunkannya di pagi hari. Berhubung dia biasa bangun pukul 07.30, maka diperlukan usaha sedikit keras untuk membuatnya terjaga pukul 06.30. Karena akhirnya dia baru bangun pukul 06.40 dan baru bisa berangkat pukul 07.15, alhasil aku jadi terlambat masuk kantor :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses meninggalkan Hanif di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;daycare&lt;/span&gt; berjalan lebih mulus daripada perkiraanku. Meski awalnya masih beberapa kali memeluk dan menolak untuk ditinggal, akhirnya dia mau melepasku pergi sambil melambaikan tangan. Mungkin karena melihat raut wajahku yang diliputi kekhawatiran, Teh Nita—pemilik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;daycare&lt;/span&gt;—beberapa kali mengirim SMS laporan tentang perkembangan Hanif seharian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;10.40&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Mbak, Hanif anteng kok. Ditinggal nggak nangis. Mau main dengan temennya. Cuma belum mau pipis. Sedang adaptasi aja. Insya Allah nggak apa-apa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;10.54&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Udah mau pipis, Mbak. Sekarang lagi pada belajar. Hanif OK sampai sekarang. Beberapa anak ada yang adaptasinya dimulai hari kedua dst. Kita lihat nanti waktu makan siang.”&lt;br /&gt;Pikirku: Syukurlah, berarti Hanif termasuk yang gampang beradaptasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;13.38&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Hanif lagi coba dibobokin di kamar sama Ammah Ira. Tadi kedengeran nangis-nangis. Sekitar 10 menit-an. Biasa Bu, adaptasi tidur. Sekarang udah anteng, mungkin udah tidur. Makan siang disuapin Ammah Ira, habis 3 porsi (nambah 2 kali). Nggak nyampai setengah jam makannya. Mungkin karena temen-temennya juga pada makan.”&lt;br /&gt;Pikirku: Ya ampun, anakku... Makan habis 3 porsi? Ckckck...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sorenya aku datang untuk menjemput Hanif, dia menolak untuk pulang :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya harinya dilalui dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fun&lt;/span&gt;, syukur alhamdulillah. Berarti segala kekhawatiran pupus sudah. Mendengar satu komentar tentang Hanif yang terlihat lebih mandiri dibanding teman-temannya, cukup menimbulkan kebanggaan tersendiri di hatiku. Proses belajar dan meleburnya dia di lingkungan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;daycare&lt;/span&gt;—teman-teman maupun pengasuh—juga berjalan lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selasa, 12 Oktober 2010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanif berhasil bangun lebih pagi. Juga lebih bersemangat untuk pergi ke “sekolah” (begitulah kami membahasakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;daycare&lt;/span&gt; padanya). Tapi hari ini Hanif sedikit menangis ketika bangun tidur siang. Menangisnya sambil panggil-panggil bunda ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan dari Teh Nita, “Tadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;diaper&lt;/span&gt;-nya kepakai waktu tidur siang. Pipisnya banyak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku mendapat bocoran kalau bekal sarapan yang disiapkan dari rumah ternyata porsinya kurang. “Makannya luar biasa. Kayaknya nasi yang pagi tadi kurang deh,” ujar Ammah Ira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, hari kedua ini berjalan baik. Juga tak lagi menolak untuk pulang ketika dijemput, seperti hari pertama :D&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-7516243653405624623?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/7516243653405624623/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=7516243653405624623&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/7516243653405624623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/7516243653405624623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2010/10/hanif-dan-daycare.html' title='Hanif dan Daycare'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-636817300177339964</id><published>2010-10-12T21:35:00.003+07:00</published><updated>2010-10-12T21:52:39.766+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='parenting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='family'/><title type='text'>Pilih Daycare atau Babysitter?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;Ketika dihadapkan pada kenyataan bahwa &lt;a href="http://yustika.blogspot.com/2010/08/resign-lagi.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;babysitter&lt;/span&gt; andalan minta &lt;span style="font-style: italic;"&gt;resign&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, tak pelak aku kebingungan. Bagaimanapun, sebenarnya tanggung jawab mengasuh anak itu adalah tanggung jawab natural yang tak hendak kuhindari. Tapi mau tidak mau, karena bekerja, aku harus mendelegasikan tugas itu kepada orang lain ketika aku berada di luar rumah. Dan sebagai bentuk dari tanggung jawab itu adalah memilihkan pengasuh yang terbaik buat anak, yang satu visi dan satu pemikiran denganku soal bagaimana mengasuh anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini &lt;span style="font-style: italic;"&gt;babysitter&lt;/span&gt; memang menjadi pilihan utama. Dalam rentang waktu usia Hanif 0-2 tahun, aku rasa tempat terbaik baginya adalah di rumah, terawasi satu lawan satu dengan si &lt;span style="font-style: italic;"&gt;babysitter&lt;/span&gt;. Dan aku tak main-main dalam mencari pengasuh terbaik ini. Harus yang kredibel, tak sembarang comot. Maka dua tahun lalu, didapatlah keputusan untuk mengambil &lt;span style="font-style: italic;"&gt;babysitter&lt;/span&gt; dari Daarut Tauhiid. Insya Allah terpercaya akhlaknya. Dan ternyata memang benar (baca ceritaku di &lt;a href="http://yustika.blogspot.com/2010/08/resign-lagi.html"&gt;sini&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sekarang usia Hanif menginjak 2 tahun 4 bulan dan si &lt;span style="font-style: italic;"&gt;babysitter&lt;/span&gt; minta pamit, ada beberapa pertimbangan yang membuatku melirik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;daycare&lt;/span&gt;. Jujur, ini masih terkait dengan usaha-memilihkan-pengasuh-terbaik-buat-anak itu. Ada beberapa poin dalam perkembangan Hanif yang menjadi kegelisahanku. Ini dia:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Hanif belum lancar bicara. Secara konsep dia sudah mengerti semuanya, tapi secara verbal dia masih terpatah-patah. Kata-kata yang keluar dari mulutnya hanya suku kata paling belakang dari tiap kata. Aku pribadi masih menganggap ini normal karena progres bicara tiap anak berbeda-beda, tapi apakah memang benar demikian adanya? Padahal di rumah, rasanya tak kurang-kurang kami merangsang sisi linguistiknya (mengajak ngobrol, membacakan buku cerita, melihat VCD/DVD bersama sambil bercerita, dan lain-lain). Aku pikir mungkin dengan bergaul di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;daycare&lt;/span&gt;, perkembangan bahasanya bisa lebih meningkat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sekarang ini tingkat egonya sedang luar biasa. Susah berbagi, anak tetangga tidak diperbolehkannya main ke rumah, dan beberapa indikasi lain yang membuatku curiga pada kurangnya sisi sosialnya. Atau memang lagi masanya ya? Entahlah. Tapi kupikir &lt;span style="font-style: italic;"&gt;daycare&lt;/span&gt; akan bisa mengajarinya tentang persahabatan, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;brotherhood&lt;/span&gt;, suka duka berbagi, dan keceriaan kebersamaan. Juga mengajarinya bahwa di luar sana tidaklah semudah berbagai bentuk kemanjaan di rumah (eits, bukan berarti aku memanjakannya ya). Bukankah sejak kecil anak juga harus diajari kerasnya kehidupan (halah bahasanya!) ketika dia harus menghadapi persaingan (dengan teman sebaya) dan usaha untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;survive&lt;/span&gt;?&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, ada juga kekhawatiran bila Hanif dititip di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;daycare&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kata Ayahnya, dia belum mandiri, jadi masih mengkhawatirkan bila ditinggal sendiri di lingkungan yang belum tentu memahaminya. Salah satunya terkait dengan belum-bisa-ngomongnya itu. Kalau kami sekeluarga yang sering berinteraksi dengannya kan sudah paham dengan celotehnya yang patah-patah itu. Di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;daycare&lt;/span&gt; yang notabene anak tidak terawasi satu lawan satu dengan pengasuh, kami khawatir Hanif agak “terbengkalai” karena belum bisa mengutarakan maksudnya dengan jelas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di Bandung, Hanif kan cuma tinggal berdua sama aku. Artinya, tanpa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;babysitter&lt;/span&gt;, tanpa suami yang menemani, kalau malam aku harus siap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stand by&lt;/span&gt; seorang diri. Masalahnya, dia termasuk anak aktif yang suka memanjat, suka menyentuh ini itu, sehingga membuatku paranoid kalau tidak diawasi. Salah-salah bisa kejedot, jatuh, atau berbagai hal mengerikan lainnya. Apalagi aku termasuk makhluk yang paling-tidak-bisa sebentar di kamar mandi. Tidak nyaman rasanya harus melakukan ritual di kamar mandi cepat-cepat. Belum kalau Hanif sakit, aku harus begadang sendirian. Belum juga kalau akunya yang sakit, masih harus mengasuh Hanif tanpa bisa istirahat karena tidak ada orang yang bisa diajak gantian.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alat transportasi yang kami punya cuma sepeda motor. Artinya, antar jemput Hanif dari dan ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;daycare&lt;/span&gt; harus siap bertempur dengan panas dan hujan. Panas mungkin tidak jadi masalah ya. Tapi bagaimana kalau musim hujan? Kasihan Hanif yang bakal sering terpapar air hujan dan bisa menjadikannya sakit.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masalah lain yang muncul adalah bagaimana jika aku harus keluar kota, yang artinya bakal berangkat pagi-pagi dan pulang malam seperti yang sudah-sudah? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Daycare&lt;/span&gt; kan belum buka. Kepada siapa Hanif dititipkan, mengingat kami tidak punya kerabat di Bandung ini? Satu lagi kepusingan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mungkin ini memang tidak penting bagi sebagian orang yang membaca, tapi ini sangat penting buatku. Yang kumaksud adalah rutinitas yang sering kujalani sepulang kerja seperti: senam aerobik, berenang, dan fisioterapi. Kadang-kadang menyempatkan ke salon juga. Kalau Hanif dititipkan di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;daycare&lt;/span&gt;, berarti aku harus mengucapkan selamat tinggal pada aktivitas tersebut, mengingat aku harus segera menjemputnya. Ini bukan hal yang mudah. Bukan berarti aku egois ya, tapi aktivitas itu demi “menjaga kewarasan” seperti yang aku kutip dari &lt;a href="http://lita.inirumahku.com/parenting-nursery/lita/alasan-mengapa-saya-tidak-mengajak-anak/"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Bagi kami, waktu egois saya adalah investasi, demi menjaga kewarasan. Kebutuhan untuk bersosialisasi, kebutuhan untuk mendapat ide segar dari kegiatan di luar rumah, kebutuhan untuk mengurusi dan menyegarkan diri sendiri (yang sebagian ibu suka manfaatkan dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;creambath&lt;/span&gt; di salon, belanja di mal, atau dalam kasus saya; jalan-jalan sendirian dan baca buku yang sebelumnya dipinjam dari rumah buku yang dikelilingi kebun bibit), lahir ataupun batin.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Update:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Hanif melewati satu hari yang lancar di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;daycare&lt;/span&gt;, akhirnya aku mendapat stok &lt;span style="font-style: italic;"&gt;babysitter&lt;/span&gt; dari Daarut Tauhiid. Jadi, hari-hari Hanif di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;daycare&lt;/span&gt;—untuk minggu ini—cukuplah sampai tiga hari saja. Selanjutnya dia akan kembali diasuh di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan untuk kembali bersama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;babysitter&lt;/span&gt; ini didapat melalui diskusi yang cukup alot dengan suami dan Mami. Tarik ulur antara segi positif dan negatif bila Hanif dititip di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;daycare&lt;/span&gt;—seperti yang aku tulis di atas, berlangsung cukup seru :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana ke depannya, mungkin Hanif akan “disekolahkan” lagi di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;daycare&lt;/span&gt; dua kali seminggu untuk mengoptimalkan proses belajarnya. Keputusan ini dibuat untuk mengakomodasi banyaknya manfaat yang didapat Hanif dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;daycare&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, pada akhirnya, semoga semua ini adalah yang terbaik buat Hanif, karena tidak ada satupun langkah dan keputusan yang tidak kami mintakan petunjuk dari-Nya. Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-636817300177339964?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/636817300177339964/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=636817300177339964&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/636817300177339964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/636817300177339964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2010/10/pilih-daycare-atau-babysitter.html' title='Pilih Daycare atau Babysitter?'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-6330422723307856311</id><published>2010-09-22T17:11:00.000+07:00</published><updated>2010-09-22T17:15:43.835+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='family'/><title type='text'>Luka yang Sama</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Entah untuk keberapa kalinya hatiku menyimpan luka ini. Luka yang dulu tertoreh saat aku mulai bekerja, hingga kini Hanif beranjak batita dan mulai mengerti arti kehadiran bundanya. Selalu saja aku tak kuasa untuk tak berdarah melihat malaikat kecilku ini menangis kala aku berangkat kerja, karena luka di matanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Pun belakangan ini, ketika dengan tangisnya ia mencoba memrotes setiap kepergianku darinya. Setelah sebelumnya merengek memintaku mengganti baju-pergi dengan baju-rumahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Ah, Sayang. Andai kau tahu, bukan hanya dirimu yang merasa berat berpisah. Hati Bunda sudah terluka ketika meninggalkanmu di saat pertama, saat dua bulan cuti melahirkan usai. Luka yang sama sampai detik ini, ketika melihat matamu juga terluka, dan binarnya meredup hingga menjadi embun yang berloncatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Ah, Sayang. Andai kau mengerti, Bunda juga benci berpisah darimu. Andai kau paham bagaimana Bunda masih menyimpan mimpi untuk menjadi &lt;i&gt;stay-at-home mom&lt;/i&gt;. Berkarir di rumah sambil menjadi saksi tiap detik tumbuh-kembangmu. Benci ini sebenci Bunda pada jam kerja yang mengikat, yang membuat Bunda teralienasi darimu dan terpaksa harus menolak dekapan eratmu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Maafkan Bunda, Sayang. Karena belum bisa mewujudkan mimpi untuk menjadi atasan bagi diri Bunda sendiri. Hingga Bunda bebas mengatur waktu kerja dan bebas melakukan apa yang Bunda suka, tak perlu tunduk pada orang lain. Tak perlu memasang semangat palsu untuk berangkat kerja, padahal hati Bunda sudah layu bahkan ketika kaki ini belum menginjak kantor.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Ada penyesalan karena tak bisa selalu hadir di sisimu, itu pasti. Tapi ada juga bara tekad untuk suatu hari nanti, Bunda akan menjadi atasan bagi diri Bunda sendiri. Hingga waktu Bunda penuh untukmu. Relung hati ini, meski menyimpan luka yang sama, juga masih memendam mimpi setinggi langit untukmu. Luka dan mimpi ini, bersisian dan tak terpisahkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-6330422723307856311?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/6330422723307856311/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=6330422723307856311&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/6330422723307856311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/6330422723307856311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2010/09/luka-yang-sama.html' title='Luka yang Sama'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-4878898744742972353</id><published>2010-09-22T09:18:00.004+07:00</published><updated>2010-09-22T17:19:13.207+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='family'/><title type='text'>Romantisme Ala Hanif</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/TJloudnOcNI/AAAAAAAAAJA/JDgwVFLPq8Y/s1600/DSC00818.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/TJloudnOcNI/AAAAAAAAAJA/JDgwVFLPq8Y/s200/DSC00818.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519557965751677138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Aku lupa persisnya sejak kapan aku mulai menyadari bahwa pangeran kecilku satu-satunya ini benar-benar romantis. Ketika dia sudah mulai bisa mengekspresikan perasaannya, ada belasan kali dalam sehari dia menunjukkan rasa sayangnya kepada bundanya. Kadang-kadang secara spontan dia mencium-cium pipi, dagu, atau ujung hidungku. Tak jarang pula dia memeluk-meluk punggungku dari belakang—biasanya ini terjadi ketika kami sedang menonton televisi, maklum ruang keluarga kami memang lesehan. Juga kali-kali lain, di mana hal ini jauh lebih sering dilakukannya pada bundanya daripada ayahnya :)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Seiring dengan usianya yang bertambah besar dan berkurangnya frekuensi bangun-malam-untuk-mimik, dia lebih sering terbangun untuk kemudian tertidur lagi dalam hitungan kejap. Yang menghadirkan embun dalam hatiku adalah tingkah lakunya ketika terbangun dalam beberapa kejap itu. Dia akan menggeser badannya hingga menempel ke badanku, lalu melingkarkan tangan mungilnya ke leher, bahkan dalam posisi tidurku yang membelakanginya. Kadang-kadang dengan pose pipinya menempel di pipi atau rambutku. Dengan nyamannya kemudian dia melanjutkan tidur kembali. &lt;i&gt;Long lazy cuddling&lt;/i&gt; yang sangat romantis :)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Lima belas tahun lagi, akankah romantismu hanya untuk Bunda seorang, Sayang?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-4878898744742972353?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/4878898744742972353/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=4878898744742972353&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/4878898744742972353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/4878898744742972353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2010/09/romantisme-ala-hanif.html' title='Romantisme Ala Hanif'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/TJloudnOcNI/AAAAAAAAAJA/JDgwVFLPq8Y/s72-c/DSC00818.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-1231744587138448778</id><published>2010-09-22T09:05:00.001+07:00</published><updated>2010-09-22T09:24:46.511+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='work'/><title type='text'>Beasiswa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Umm, masalah beasiswa dan melanjutkan kuliah… selalu ada hal yang mengganjal tentangnya. Seorang teman bilang, menerima beasiswa untuk melanjutkan sekolah memiliki beban mental tersendiri. Tuntutan dan ekspektasi yang disandarkan pada para lulusannya sering terlalu tinggi. Apa jadinya bila ternyata kita lulus, tapi nggak bisa apa-apa? Wih, yang ada juga malu-maluin. Contoh nyata: aku. Lulusan perguruan tinggi terkenal tapi kompetensi nol besar hehehe *tersenyum kecut*&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Kembali ke masalah beasiswa, tak jarang aku mendengar komentar-komentar berseliweran di kantor ini, “Lulusan S2 kok cara mikirnya gitu…” atau “Lulusan S3 kok tingkah lakunya gitu…”. Seakan-akan gelar S2 atau S3 adalah cap untuk sederet ekspektasi tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Mendengar orang lain dikomentari begitu, tak ayal membuatku berpikir banyak tentang mengambil beasiswa. Jujur, aku tak terlalu tertarik dengan dunia yang kugeluti saat ini. Nggak kebayang melanjutkan kuliah di dunia yang sama—dengan bekal S1 yang sangat pas-pasan. Bagaimana kalau ketika lulus dan ternyata masih saja belum bisa menemukan minat, orang lain sudah mengharapkan yang terbaik, hanya karena ekspektasi tinggi akan gelar S2 atau S3?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Fiuhh, kita memang hidup di dunia penilaian orang lain. Untuk melepaskan diri dari itu, sangat sulit. Apalagi untuk aku yang cenderung sensitif dengan komentar orang. Jadi… beasiswa? Mikir-mikir dulu deh…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-1231744587138448778?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/1231744587138448778/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=1231744587138448778&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/1231744587138448778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/1231744587138448778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2010/09/beasiswa.html' title='Beasiswa'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-3389359589052760740</id><published>2010-08-24T14:48:00.000+07:00</published><updated>2010-08-24T14:51:23.636+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='parenting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='family'/><title type='text'>Resign (Lagi)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Setiap kali peristiwa ini terjadi, perasaan tak berdaya datang menghantam. Ini sudah kali keempat pengasuh Hanif minta berhenti kerja, lagi-lagi karena alasan keluarga seperti para pendahulunya. Menemukan pengasuh pengganti tidak pernah menjadi sesuatu yang mudah. Pun adaptasi setelahnya, tak mudah bagiku, tak juga mudah bagi Hanif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Mengapa tak mudah? Aku menganggap pengasuh Hanif yang terakhir ini sebagai harta karun. Di saat kebanyakan &lt;i&gt;babysitter&lt;/i&gt; seprofesinya begitu &lt;i&gt;strict&lt;/i&gt; dalam aturan main dan &lt;i&gt;job description&lt;/i&gt;, dia masih sangat rela membantuku mengatasi pekerjaan rumah tangga yang bukan menjadi tanggung jawabnya. Oh, tentu aku tak pernah menyuruhnya berbuat demikian. Aku sangat paham pasal-pasal kontrak yang mengatakan bahwa urusan &lt;i&gt;babysitter&lt;/i&gt; hanya seputar anak. Tapi dengan sikap tahu-sama-tahu, dengan ikhlas dia membantu menyuci piring, menanak nasi, mengangkat jemuran, atau menyapu lantai. Bagaimana aku bisa menemukan lagi &lt;i&gt;babysitter&lt;/i&gt; sebaik dia?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Belum lagi kalau bicara tentang sikapnya dalam mengasuh Hanif. Kuakui, aku memang bukan bunda yang sempurna. Ada lubang-lubang pengasuhan yang tak bisa kuperbaiki akibat bekerja di luar rumah. Sejauh ini, pengasuh Hanif sangat baik dalam memegang Hanif. Dengan baik dia mampu menambal lubang-lubang kekurangan yang kutinggalkan. Satu pemikiran dalam sistem dan pola pengasuhan sudah menjadi kelebihan tersendiri. Ditambah dengan betapa baiknya dia mengajarkan macam-macam warna, huruf, doa-doa, lagu-lagu anak-anak... ahh, di mana lagi bisa kutemukan &lt;i&gt;babysitter&lt;/i&gt; sebaik dia?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Okelah, kalau buat aku, mungkin aku bisa menghadapinya. Hanif yang aku khawatirkan. Dia begitu dekat dengan pengasuhnya, terutama karena selama setahun ini si pengasuh sudah berhasil menjadi teman main yang seru buatnya. Tak seperti pengasuh Hanif yang lain, yang rata-rata lebih senior, di mana mereka lebih memilih menonton TV daripada bermain dengan Hanif. Asal Hanif aman, tak jatuh, tak menangis, tak lapar... bagi mereka sudah cukup. Tak peduli mereka dengan &lt;i&gt;parenting&lt;/i&gt; atau mengajarkan Hanif sesuatu. Tentu aku tak mau pengasuh yang seperti mereka, aku ingin pengasuh Hanif seperti yang sekarang. Oh tidak, lebih tepatnya, aku memang ingin Hanif tetap diasuh oleh pengasuhnya yang sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Meskipun demikian, pengasuh sebaik itu dan kedekatan yang nyata di antara mereka tidak membuatku khawatir. Hanif tetap lebih dekat denganku dan ayahnya. Hanif tetap memilih bersama kami ketika kami berdua ada di rumah. Jadi, kasus anak yang lebih lengket dengan pengasuhnya, dalam hal ini tidak terjadi pada Hanif. Berkat pola pengasuhan yang tepat, alhamdulillah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Tapi sekarang &lt;i&gt;babysitter&lt;/i&gt; andalan ini akan &lt;i&gt;resign&lt;/i&gt;. Kalau sudah begini, perasaan tak-bisa-jadi-bunda-yang-baik benar-benar membuatku &lt;i&gt;hopeless&lt;/i&gt;. Merasa tak bisa memberikan yang terbaik buat Hanif. Merasa tak bisa menyediakan diri sepenuhnya untuk mengasuh Hanif. Sementara pilihan berhenti bekerja, bukan merupakan pilihan terbaik saat ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Waktu bergulir demikian cepat. Punya anak jauh lebih besar maknanya daripada sekedar melahirkannya. Membesarkan dan mendidiknya, menitipkannya pada pengasuhan dan sekolah yang tepat, benar-benar perjuangan luar biasa. Membawaku pada muara kesadaran bahwa jalan ini begitu panjang dan berliku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-3389359589052760740?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/3389359589052760740/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=3389359589052760740&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/3389359589052760740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/3389359589052760740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2010/08/resign-lagi.html' title='Resign (Lagi)'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-2129349779994521810</id><published>2010-08-24T14:11:00.002+07:00</published><updated>2010-08-24T14:48:40.930+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='parenting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='family'/><title type='text'>Aku, Hanif, dan Minat Baca</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Sejak aku kecil, membaca sudah menjadi duniaku. Aku tak ingat persisnya mulai usia berapa aku gemar membaca. Yang aku ingat, masa kecilku kuhabiskan dengan menekuri lembar demi lembar majalah Bobo; komik bergambar macam Nina, Tintin, Asterix, atau Steven Sterk; komik Jepang semisal Candy Candy, Pansy, Mari-chan, atau Doraemon; novel seperti Lima Sekawan, Trio Detektif, Stop, atau Malory Towers; bahkan novel detektif karya Agatha Christie. Begitu senangnya aku membaca, hingga pergi ke toko buku atau tempat persewaan buku menjadi suatu agenda mingguan yang menyenangkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Aku masih ingat, semasa aku SD, perpustakaan tak pernah luput dari kunjunganku. Penjaga perpustakaan sampai hafal. Rajin sekali aku meminjam buku-buku di sana di mana sebagian besar koleksinya waktu itu masih didominasi oleh buku-buku terbitan Balai Pustaka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Aku tak tahu mengapa minat bacaku waktu itu tumbuh dengan pesat bagai tanaman di atas sebidang lahan subur. Mungkin karena orang tuaku sering membelikan buku dan menyediakan aneka bacaan di rumah. Atau mungkin karena terinspirasi oleh Papi yang kelihatannya juga gemar membaca. Atau mungkin karena lingkungan teman di rumah dan sekolah yang sama-sama suka membaca.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Beranjak dewasa, aku lebih dari sadar bahwa buku adalah jendela dunia. Aku pernah menjadi salah satu kandidat terbaik dalam seleksi yang diadakan oleh sebuah kantor surat kabar di Jakarta ketika mereka mencari calon wartawan baru. Pertanyaan dan tes yang diajukan seputar pengetahuan umum. Aku yakin itu antara lain karena aku sejak dulu suka sekali membaca rubrik pengetahuan di majalah Bobo, lalu ketika remaja aku mulai suka membaca koran dan melihat berita di televisi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Aku prihatin dengan minat baca masyarakat Indonesia yang masih terbilang minim. Terjadi lompatan budaya yang tidak semestinya, dari budaya-dengar (&lt;i&gt;audio&lt;/i&gt;) langsung ke budaya-lihat (&lt;i&gt;visual&lt;/i&gt;). Itulah mengapa televisi menjadi penghibur rakyat nomer satu, sementara di sisi lain stasiun televisi masa kini lebih banyak menyajikan tayangan sampah *pasang jempol besar-besar bagi stasiun yang tidak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Setelah budaya-dengar, seharusnya kita masuk pada budaya-baca. Ini yang terjadi di negara-negara Barat di mana minat baca mereka begitu tinggi. Lah orang-orang kita, belum masuk ke budaya-baca malah langsung lompat ke budaya-lihat. Akibatnya, susah sekali menumbuhkan minta baca anak-anak yang sudah telanjur jatuh hati pada televisi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Anak yang minat bacanya tinggi cenderung lebih gampang menerima informasi. Tentu pengetahuan mereka juga lebih banyak. Untuk menulis, mereka tidak akan menemui kesulitan yang berarti karena perbendaharaan kata sudah beragam. Bahkan aku pernah membaca—entah di mana aku lupa, anak yang suka membaca lebih pandai dan lebih kritis, terutama dalam diskusi, dibanding dengan yang tidak suka membaca.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Karena menyadari hal-hal tersebut di atas, aku bertekad ingin selalu menimbulkan minat baca pada anak. Eksperimen pertama kulakukan pada adik: apa benar usaha membombardir anak dengan buku akan bisa menjadikan anak suka membaca?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Sejak adikku berusia tujuh tahun, aku selalu rutin menghadiahinya buku ketika dia berulang tahun. Mulai dari buku bergambar sampai akhirnya novel tebal ketika dia sudah beranjak remaja. Ternyata benar, dia tumbuh menjadi seseorang yang gemar membaca. Waktu aku kuliah, masa-masa mudik selalu kuisi dengan agenda pergi ke toko buku bersamanya. Dia sudah berhasil menamatkan novel Harry Potter yang setebal bantal dalam waktu dua hari ketika ia belum lagi lulus SD. Lalu ketika SMP, dia mulai suka membaca koran. Pengetahuannya bertambah, kemampuan menulisnya juga bertambah. Dan aku tak bisa lebih bangga, dia masuk dalam jajaran anak-anak pintar di kelasnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Eksperimen kedua kulakukan pada Hanif :)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;i&gt;Well&lt;/i&gt;, ini sebenarnya bukan lagi eksperimen, melainkan suatu tindakan yang didasarkan pada kesadaran nyata tentang pentingnya menumbuhkan minat baca pada anak. Sejak Hanif berusia enam bulan, ia mulai rutin kubelikan buku. Mulai dari &lt;i&gt;softbook&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;boardbook&lt;/i&gt;, sampai buku-buku bergambar yang lebih beraneka ragam. Aku dan pengasuhnya sering mengadakan sesi-baca-buku. Di usia Hanif yang dua tahun sekarang ini, dia sudah mulai bisa memahami jalan cerita. Maka biasanya setelah bercerita, kami mengajukan beberapa pertanyaan yang berkaitan untuk menguji seberapa jauh pemahamannya. Atau kadang-kadang kami menyuruhnya bercerita dengan kalimatnya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Aku rasa kebiasaan membaca sudah mulai menjadi kebiasaan yang tertanam pada diri Hanif. Sebelum tidur, sesaat sebelum naik ke tempat tidur, dia akan memastikan barang-barang favoritnya sudah dibawa serta: mobil-mobilan favoritnya, dan tentu saja: buku pilihannya untuk malam itu. Dengan gembira dia akan membuka-buka buku lalu bercerita tentang halaman tertentu dengan antusias—tentu dengan bahasanya sendiri. Jika minta dibacakan, dia akan duduk manis di pangkuanku setelah sebelumnya menyodorkan buku padaku. Hmm, buah dari usahaku selama ini demi menjadikannya anak yang suka membaca, alhamdulillah sudah mulai terlihat sedikit demi sedikit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Tapi perjalanan ini masih panjang. Masih jauh dari berpuas diri. Untuk tumbuh-kembang-minat-baca ini aku tetap optimis bisa. Insya Allah ingin membuat perpustakaan kecil-kecilan di rumah dalam rangka mendukungnya. Nah, untuk tumbuh-kembang aspek yang lain, aku masih belajar :)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;i&gt;Yosh, parenting is really never easy, yet it’s so exciting.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-2129349779994521810?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/2129349779994521810/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=2129349779994521810&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/2129349779994521810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/2129349779994521810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2010/08/aku-hanif-dan-minat-baca.html' title='Aku, Hanif, dan Minat Baca'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-1179734862082942112</id><published>2010-07-23T11:02:00.002+07:00</published><updated>2010-08-02T09:23:35.142+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fairytale'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='family'/><title type='text'>Rumah Mungil Kami</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Setelah melalui pemikiran panjang selama berbulan-bulan—hampir dua tahun, akhirnya tibalah kami pada keputusan itu: menjual rumah mungil kami di Cikarang. Memang sejak aku pindah menetap di Bandung, ada selintas pertimbangan untuk mengontrakkan rumah itu, mengingat suami bekerja di Jakarta dan terlalu capek kalau harus pulang-pergi setiap hari. Hanya saja, rasanya terlalu sayang mengalihkannya ke orang lain. Bagaimana kalau orang itu tak mau merawat rumah kami dengan baik? Khawatir malah jadi rusak. Juga masih terlalu sayang membayangkan kami (terutama aku) tak bisa mengunjunginya kembali sewaktu-waktu kalau ia sudah ditempati orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;i&gt;How can I not love that house much&lt;/i&gt;? Ialah istana pertama kami yang dibeli dengan keringat sendiri, tempat kami menguntai harapan di masa awal pernikahan. Rumah itu betul-betul penuh kenangan. Dapurnya yang berlantai keramik merah marun adalah tempatku belajar meracik masakan untuk suami, ruang tengahnya yang putih adalah tempat kami menghabiskan malam dengan berbincang dan menonton televisi, taman depannya adalah arena kencan kami lewat kegiatan berkebun dan menanam bunga, kain gordennya yang berwarna-warni adalah gorden yang kupilih dengan sepenuh hati. Duh, kangen sekali aku pada rumah itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Lingkungan kompleks juga mantap benar. Keamanan sangat terjamin karena sistemnya &lt;i&gt;cluster&lt;/i&gt; dengan satu pintu yang dijaga oleh satpam 24 jam, dan mereka tak henti berkeliling kompleks melakukan patroli. Dengan model rumah tanpa pagar, sistem ini sangat aman untuk meletakkan mobil dan motor di luar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Di dalam kompleks juga terdapat deretan ruko yang sangat lengkap. Mau cari apa saja, pasti ada. Mulai dari toko kelontong (menjual sayur, buah, daging, dan ikan segar), &lt;i&gt;mini market&lt;/i&gt; (ada Alfamart, Indomaret, dan satu &lt;i&gt;mini market&lt;/i&gt; pribadi), salon, toko alat tulis, bengkel, &lt;i&gt;play group&lt;/i&gt;, warung nasi, kedai makan, restoran Padang, toko-toko kudapan, dan masih banyak lagi. Persisnya ada tiga deret ruko yang berjajar membelah kompleks di jalan utama, dengan tiap deret terdiri atas lebih dari sepuluh toko.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Jalan-jalan kompleks diaspal mulus dengan &lt;i&gt;hot mix&lt;/i&gt; dan dinaungi oleh pepohonan, dan dilengkapi dengan &lt;i&gt;jogging track&lt;/i&gt; di sepanjang pinggirnya. Meski jalanan besar dan mulus, tak banyak kendaraan lalu lalang, sehingga sangat ideal untuk sekedar jalan-jalan pagi dan sore. Ideal bagi anak-anak untuk bermain bola, bersepeda ke sana kemari, bermain sepatu roda, atau sekedar bercengkerama bersama teman-teman. Ah, betapa idealnya kompleks ini untuk tumbuh kembang anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Kini dengan keputusan mantap, suamiku berniat menjual rumah itu. Tak dapat kupungkiri, keputusan ini diambil dengan berat hati. Segala kerepotan mengurus dua rumah antara Bandung-Jakarta dan kerepotan bolak-balik tiap hari antara Cikarang-Jakarta, akhirnya “memaksa” kami mempertimbangkan keputusan ini. Berat memang, karena hati kami sudah terpaut di sana. &lt;i&gt;We’re gonna miss it so much&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; "&gt;Tulisan terkait tentang kenangan kehidupan di rumah Cikarang:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;a href="http://yustika.blogspot.com/2007/06/suamiku-kekasihku.html"&gt;Suamiku Kekasihku&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;a href="http://yustika.blogspot.com/2007/08/ah-sayang.html"&gt;Ah, Sayang…&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" ;font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;a href="http://yustika.blogspot.com/2007/10/dansa.html"&gt;Dansa&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-1179734862082942112?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/1179734862082942112/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=1179734862082942112&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/1179734862082942112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/1179734862082942112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2010/07/rumah-mungil-kami.html' title='Rumah Mungil Kami'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-4980819628966117325</id><published>2010-06-29T12:01:00.002+07:00</published><updated>2010-06-29T12:07:38.241+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='skoliosis'/><title type='text'>Korespondensi Lanjutan dengan dr. Rahyussalim, SpOT, K-Spine</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;Pada 21 Juni 2010, aku mengirim &lt;span style="font-style: italic;"&gt;e-mail&lt;/span&gt; lagi demi memuaskan pertanyaan yang masih menggelitik rasa penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Terima kasih, Dok. Anda baik sekali mau menjawab pertanyaan2 saya. Tapi saya masih ada pertanyaan lanjutan, tolong diberi pencerahan lagi ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jawaban dokter:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;4. Apa betul saya tidak boleh senam aerobik lagi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;===&gt;Skoliosis pada kurva14 derajat silakan saja. Bahkan kalau Anda juga seorang atlit penerjun payung sekalipun, saya rasa tidak ada alasan untuk menghentikan kegiatan tersebut. Asal Anda tau bahwa potensi penambahan kurva akan lebih besar bila Anda tidak melakukan aktifitas tsb diatas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagaimana saya tahu kalau senam aerobik "aman" untuk saya? Bagaimana saya tahu kalau kegiatan2 saya tidak akan menambah kurva menjadi lebih besar? Masa saya harus coba2? Apa rekomendasi dokter: terus senam atau sebaiknya berhenti saja (mana yang lebih baik)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;1. Apakah derajat yang baru 14 derajat masih bisa dikoreksi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;===&gt; Tergantung umur, kekakuan, dan kepentingannya. Maksud saya kepentingannnya adalah seberapa penting kita perlu membuat kurva yang 14 derajat menjadi nol derajat. Literatur mengatakan kurva 14 derajat seharusnya tidak memberikan keluhan apapun. Bila ditemukan adanya keluhan maka keluhan itu dipastikan bukan karena skoliosisnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluhan saya berupa pegal dan nyeri punggung sebelah kanan, Dok. Celana sebelah kiri juga jadi lebih pendek. Kalau bukan karena skoliosis, jadi karena apa dong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih sekali lagi. Dijawab ya, Dok.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Berikut balasan dari dr. Rahyussalim, SpOT, K-Spine pada 28 Juni 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Nah, bagaimana saya tahu kalau senam aerobik "aman" untuk saya? Bagaimana saya tahu kalau kegiatan2 saya tidak akan menambah kurva menjadi lebih besar? Masa saya harus coba2? Apa rekomendasi dokter: terus senam atau sebaiknya berhenti saja (mana yang lebih baik)?&lt;br /&gt;===&gt; Ya.. saya merekomendasikan Anda tetap beraktifitas spt biasa jadi lakukanlah senam dst spt yang sekarang anda kerjakan. Dan jangan lupa Anda harus mengevaluasi skoliosis anda setiap 6 bulan. Bila dari evaluasi ada penambahan yang signifikan maka disinilah kita mulai berfikir untuk melakukan pilihan apakah akan mengubah kegiatan dst. Seharusnya sikap ini tidak menjadi beban buat Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluhan saya berupa pegal dan nyeri punggung sebelah kanan, Dok. Celana sebelah kiri juga jadi lebih pendek. Kalau bukan karena skoliosis, jadi karena apa dong?&lt;br /&gt;===&gt; untuk menjawab ini perlu pemeriksaan yang teliti. Pegal dan nyeri dipunggung dst... masih bisa disebabkan oleh yang lain misalnya infeksi, peradangan non infeksi, penyakit degeneratif dsb. Perlu pemeriksaan yang teliti mengenai ini. Faktor lain yang perlu dicermati adalah kadangkala diagnosis yang tidak akurat dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mudah2an bisa mencerahkan Anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahyussalim&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-4980819628966117325?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/4980819628966117325/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=4980819628966117325&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/4980819628966117325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/4980819628966117325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2010/06/korespondensi-lanjutan-dengan-dr.html' title='Korespondensi Lanjutan dengan dr. Rahyussalim, SpOT, K-Spine'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-5847143330238348151</id><published>2010-06-25T10:57:00.002+07:00</published><updated>2010-06-25T11:02:23.183+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='skoliosis'/><title type='text'>Konsultasi dengan dr. Husodo Dewo Adi, SpOT, K-Spine: My Third Opinion</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;Dalam rangka mencari opini lanjutan dari sebanyak-banyak ahli tentang skoliosisku, pada 22 Juni 2010 aku berangkat ke RS Halmahera untuk berkonsultasi dengan dr. Husodo Dewo Adi, SpOT, K-Spine. Beliau ini seorang ahli medis mengenai tulang belakang di Bandung yang direkomendasikan oleh seorang teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak tahu kalau pendaftaran bisa dilakukan lewat telepon. Alhasil ketika aku sampai pukul 17.15, aku mendapat nomer antrian 8 padahal praktek baru saja dimulai. Sambil menunggu dipanggil, aku memperhatikan pasien-pasien yang datang. Durasi mereka berada di dalam ruang praktek rata-rata memakan waktu cukup lama. Aku berharap hal ini berarti dokternya memberikan waktu sebanyak-banyaknya untuk observasi pasien dan berkenan memberikan waktu tanya-jawab yang memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menunggu hampir dua jam, pukul 19.10 aku dipanggil. Dugaanku tak meleset. Dari pengamatan sepintas ketika dr. Husodo Dewo Adi, SpOT, K-Spine mengantar pasien-sebelumku ke pintu, aku langsung tahu bahwa beliau betul-betul enak dijadikan tempat berkonsultasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ramah beliau menyambut diriku yang langsung mengangsurkan hasil rontgen sambil berkata, “Apa yang bisa Dokter ceritakan dari hasil rontgen ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan detil beliau menjelaskan foto-foto itu sambil memberiku kesempatan bertanya. Ketika beliau merasa sudah cukup menjelaskan dan memasukkan kembali foto-foto itu ke dalam amplopnya, kemudian demi melihatku yang masih terus menanyakan beberapa pertanyaan lanjutan, dengan rela beliau mengeluarkan foto-foto dan kembali menjelaskan. Ah, baiknya. Penjelasan yang sangat simpatik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari pribadi sang dokter yang menyenangkan, berikut ini kesimpulan yang kudapatkan dari sesi konsultasi ini.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Senada dengan dr. Rahyussalim, SpOT, K-Spine, pada dasarnya beliau mengatakan bahwa derajat skoliosisku masih ringan dan tidak perlu membatasi gerakan. “Semuanya normal, hanya ada sedikit lengkungan,” begitu kata beliau.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tulang dan persendianku bagus, alhamdulillah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mendekati umur tiga puluh tahun, mungkin elastisitas otot di area tulang belakang agak berkurang. Ditambah dengan persendian tulang belakang yang sering berbenturan akibat gerakan senam yang rutin, bisa menyebabkan pegal di daerah punggung. Untuk itu beliau menyarankan aku mengurangi frekuensi senam aerobik dan menambah frekuensi berenang dan senam fisioterapi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aku masih boleh senam aerobik (“Kenapa tidak?” kata beliau) tetapi harus diimbangi dengan berenang dan senam fisioterapi, plus mencoba olahraga lain (misal: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;jogging&lt;/span&gt;, voli) agar olah tubuhku tidak melulu senam aerobik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Senada dengan dr. Rahyussalim, SpOT, K-Spine lagi, boleh-boleh saja aku melakukan yoga karena itu sesungguhnya untuk melatih teknik pernapasan dan boleh-boleh saja aku mencoba &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chiropractic&lt;/span&gt; karena itu sesungguhnya hanya terapi untuk meredakan keluhan nyeri punggung.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tas ransel lebih baik daripada tas selempang atau tas wanita yang kebanyakan disandang hanya di sebelah tubuh.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aku harus datang dua bulan lagi untuk kontrol.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa hampir lima belas menit aku di dalam. Beginilah sikap dokter yang aku cari: komunikatif, bersedia menjelaskan dengan baik, membuka diri untuk segala pertanyaan, dan memberi kesempatan untuk bertanya sebanyak-banyaknya—sampai-sampai aku kehabisan pertanyaan, hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata beliau kenal dengan dr. F (baca di &lt;a href="http://yustika.blogspot.com/2010/06/my-lovely-scoli.html"&gt;sini&lt;/a&gt;), dan mengatakan memang ada sedikit beda pandangan dengan dr. F mengenai apakah aku masih boleh senam aerobik atau tidak. Yah, untunglah sejauh ini dua dari tiga dokter yang kutanyai mengatakan aku  masih boleh senam. Jadi, aku akan terus senam, alhamdulillah. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yes, I’m back on stage&lt;/span&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benang merah dari ketiga dokter itu adalah: bahwa aku harus melakukan evaluasi berkala untuk mengetahui progresivitas kurva kelengkungan tulang belakangku pada masa-masa selanjutnya. Memang harus disadari, penyakit ini bukan sekedar penyakit seperti flu, melainkan suatu kelainan yang melekat seumur hidup. Menjadikan tulang belakangku kembali lurus adalah sesuatu yang hampir tidak mungkin. Yang bisa dilakukan hanyalah menjaganya supaya tidak bertambah lengkung lagi. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Laa haula wa laa quwwata illa billah&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-5847143330238348151?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/5847143330238348151/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=5847143330238348151&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/5847143330238348151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/5847143330238348151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2010/06/konsultasi-dengan-dr-husodo-dewo-adi.html' title='Konsultasi dengan dr. Husodo Dewo Adi, SpOT, K-Spine: My Third Opinion'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-2115551829315711318</id><published>2010-06-25T10:51:00.003+07:00</published><updated>2010-06-25T10:57:11.071+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='skoliosis'/><title type='text'>Korespondensi dengan dr. Rahyussalim, SpOT, K-Spine: My Second Opinion</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;stress tidak akan memperbaiki keadaan skoliosis bahkan menambah beban.&lt;/span&gt; (tulis dr. Rahyussalim, SpOT, K-Spine di &lt;a href="http://www.msindonesia.org/forum/viewtopic.php?f=14&amp;amp;t=148"&gt;sini&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Setelah bergabung dengan &lt;a href="http://www.msindonesia.org/"&gt;Masyarakat Skoliosis Indonesia&lt;/a&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;googling&lt;/span&gt; tentang skoliosis, aku menemukan nama &lt;a href="http://rahyussalim.multiply.com/"&gt;dr. Rahyussalim, SpOT, K-Spine&lt;/a&gt;, seorang ahli medis mengenai tulang belakang di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut &lt;a href="http://www.msindonesia.org/forum/viewtopic.php?f=14&amp;amp;t=158"&gt;kesaksian&lt;/a&gt; Nilvia Hakim, pasien yang pernah dioperasinya, beliau merupakan seorang dokter yang responsif, komunikatif, dan mampu membuat analogi sederhana tentang penanganan skoliosis yang terasa asing. Pertemuan pertama Nilvia yang berlangsung kurang lebih satu jam dihabiskan dengan sesi tanya-jawab untuk lebih memahami apa tujuan dilakukannya operasi sebagai sebuah bentuk koreksi skoliosis. Aku sangat sepakat dengan tulisan Nilvia bahwa pasien harus “pintar” dan sebaiknya mengenal terlebih dahulu dokter yang akan menangani sang pasien sehingga tercipta rasa nyaman dan kepercayaan yang berkesinambungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasar kesaksian tersebut, aku berpikir bahwa mungkin saja aku bisa menanyakan skoliosisku kepada dr. Rahyussalim, SpOT, K-Spine. Maka pada 14 Juni 2010, aku mengirim &lt;span style="font-style: italic;"&gt;e-mail&lt;/span&gt; di bawah ini lewat akun Multiply.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Salam,&lt;br /&gt;saya seorang penderita skoliosis ringan dengan angulus 14 derajat ke kanan pada lumbal spine. Ingin bertanya-tanya sedikit pada dr. Salim, karena saya tidak berhasil memperoleh pencerahan dari dokter ortopedi yang saya temui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah merasa sering pegal bertahun-tahun lalu (mungkin ada 10 tahun), tapi baru periksa minggu lalu dan disarankan rontgen sampai akhirnya ketahuan bahwa saya skoliosis ringan. Dokter yang saya temui sama sekali tidak simpatik dan tidak memberikan saya kesempatan untuk banyak bertanya dan konsultasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia cuma menyarankan saya untuk berenang dan tidak mengangkat yang berat-berat. Saya juga tidak diperbolehkan lagi senam aerobik meskipun cuma low impact (FYI selama 5 tahun ini saya rutin senam 2-3 kali seminggu). Dokter juga bilang bahwa yoga atau chiropractic tidak perlu dilakukan karena "tidak akan ngaruh" (saya sempat baca postingan dari bung Erikar tentang Iyengar Yoga untuk skolioser di board MSI). Yang ingin saya tanyakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Apakah derajat yang baru 14 derajat masih bisa dikoreksi?&lt;br /&gt;2. Apakah mungkin menjadi lurus kembali? (menurut bung Erikar kan bisa)&lt;br /&gt;3. Apa yang sebaiknya saya lakukan dan apa yang sebaiknya tidak saya lakukan?&lt;br /&gt;4. Apa betul saya tidak boleh senam aerobik lagi?&lt;br /&gt;5. Apa betul yoga dan chiropractic tidak akan berpengaruh?&lt;br /&gt;6. Apakah saya hanya bisa diam saja? Tidak adakah terapi atau olahraga yang bisa saya lakukan (selain renang)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara ini dulu ya, dr. Salim yang baik. Saya sangat mohon pencerahannya.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, pada 18 Juni 2010, dr. Rahyussalim, SpOT, K-Spine membalas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;e-mail&lt;/span&gt;-ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;yustika15 yth,&lt;br /&gt;Saya coba jawab langsung dibawah pertanyaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Apakah derajat yang baru 14 derajat masih bisa dikoreksi?&lt;br /&gt;===&gt; Tergantung umur, kekakuan, dan kepentingannya. Maksud saya kepentingannya adalah seberapa penting kita perlu membuat kurva yang 14 derajat menjadi nol derajat. Literatur mengatakan kurva 14 derajat seharusnya tidak memberikan keluhan apapun. Bila ditemukan adanya keluhan maka keluhan itu dipastikan bukan karena skoliosisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Apakah mungkin menjadi lurus kembali? (menurut bung Erikar kan bisa)&lt;br /&gt;===&gt;Pasti dong, tapi yang pasti tidak oleh yoga atau tindakan manipulasi non operatif lainnya. Ingin saya katakan adalah kurva kecil kadangkala bisa kembali lurus (0 derajat) oleh mekanisme yang dibangun oleh tubuh sendiri. Atau bisa juga tindakan operasi, itupun tidak ada ahli bedah yang mau melakukan operasi untuk mengoreksi skoliosis dengan kurva 14 derajat. Lagian Erikar ngerti nggak sih apa itu skoliosis??? Jangan2 pengertian skoliosis yang dipahami oleh dunia kedokteran berbeda dengan pemahaman dia. Saya kira ini perlu dipertegas dulu. Saya bisa pastikan bahwa pengertian saya mengenai skoliosis berbeda dengan pemahaman oleh teman saya yang juga ahli orthopaedi tapi tidak mendalami masalah tulang belakang (skoliosis) apatah lagi seorang irekar yang tidak belajar ilmu kedokteran sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Apa yang sebaiknya saya lakukan dan apa yang sebaiknya tidak saya lakukan?&lt;br /&gt;===&gt;untuk skoliosis yang 14 derajat sebaiknya wait and see saja. Anda cukup bersikap se normal mungkin dan melakukan evaluasi 6 bulanan untuk melihat progresifitas kurva sehingga anda tau kapan waktu yang paling ideal dilakukan intervensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Apa betul saya tidak boleh senam aerobik lagi?&lt;br /&gt;===&gt;Skoliosis pada kurva14 derajat silakan saja. Bahkan kalau Anda juga seorang atlit penerjun payung sekalipun, saya rasa tidak ada alasan untuk menghentikan kegiatan tersebut. Asal Anda tau bahwa potensi penambahan kurva akan lebih besar bila Anda tidak melakukan aktifitas tsb diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Apa betul yoga dan chiropractic tidak akan berpengaruh?&lt;br /&gt;===&gt;untuk koreksi ya. Tapi untuk kenyamanan dan kebugaran boleh2 saja. Chiropractic sesungguhnya hanyalah pijat, pijit, urut saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Apakah saya hanya bisa diam saja? Tidak adakah terapi atau olahraga yang bisa saya lakukan (selain renang)?&lt;br /&gt;===&gt; ah... enggak. Lakukanlah aktifitas sesuai keinginan Anda tidak perlu membatasi gerakan, namun yang penting Anda tau bahwa Anda perlu mengevaluasi penambahan kurva paling tidak 6 bulan atau setahun sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian mudah2an bisa menjawab Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahyussalim&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Langsung plong hatiku membaca &lt;span style="font-style: italic;"&gt;e-mail&lt;/span&gt; ini. Artinya aku masih bisa senam aerobik lagi :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku juga tidak mau gegabah. Aku masih akan mencari opini lagi dari dokter lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang sangat penting yang aku pelajari dari dr. Rahyussalim, SpOT, K-Spine adalah tentang sikap mental bahwa tidak ada gunanya menjadi stress karena skoliosis. Sarannya tentang berusaha hidup senormal mungkin, senyaman mungkin, serta melakukan aktivitas sesuai keinginan dan tidak perlu membatasi gerakan, cukup membuatku percaya diri lagi untuk menjalani hari. Yah, meskipun harus dibarengi dengan evaluasi progresivitas kurva paling tidak enam bulan atau setahun sekali, aku rasa itu sepadan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-2115551829315711318?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/2115551829315711318/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=2115551829315711318&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/2115551829315711318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/2115551829315711318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2010/06/korespondensi-dengan-dr-rahyussalim.html' title='Korespondensi dengan dr. Rahyussalim, SpOT, K-Spine: My Second Opinion'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-340622319012579989</id><published>2010-06-25T10:41:00.005+07:00</published><updated>2011-03-06T22:54:47.363+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='skoliosis'/><title type='text'>My Lovely Scoli</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/TCQmGS1E8yI/AAAAAAAAAIw/lsOggbS2vqQ/s1600/DSC00833.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/TCQmGS1E8yI/AAAAAAAAAIw/lsOggbS2vqQ/s200/DSC00833.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486552135619638050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang aku tulis di tulisanku sebelumnya, aku menderita skoliosis thorakolumbal dengan angulus 14 derajat ke kiri. Disebut thorakolumbal karena areanya terdapat pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;thoracic spine&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lumbar spine&lt;/span&gt; (baca keterangannya di &lt;a href="http://yustika.blogspot.com/2010/06/skoliosis-1-definisi-dan-penyebab_25.html"&gt;sini&lt;/a&gt;). Informasi ini kudapat setelah membaca surat dari dokter spesialis radiologi yang menganalisa foto rontgen-ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/TCQl6_ygUZI/AAAAAAAAAIo/eSD1M0VBskA/s1600/DSC00832-1.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/TCQl6_ygUZI/AAAAAAAAAIo/eSD1M0VBskA/s200/DSC00832-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486551941530014098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada gambar di atas, sudut 14 derajat diukur dari ruas T11 sampai L3. Tapi kalau kulihat-lihat lagi, sebenarnya bentuk melengkungnya itu sudah dimulai dari ruas T9, terus memanjang sampai ruas L5 (huaaa, hiks hiks).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dr. F, dokter ortopedi yang memeriksaku pertama kali, bukan tipe dokter yang simpatik dan enak diajak diskusi atau konsultasi. Hanya melihat hasil rontgen selama satu detik, dia langsung memasukkan foto-foto itu kembali ke dalam amplopnya. Dia hanya menyarankanku untuk berenang dan meresepkan obat pereda nyeri punggung. Ketika kutanya apakah aku masih boleh senam aerobik, dia langsung melarang keras. Ketika aku bertanya lagi apakah aku perlu yoga, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chiropractic&lt;/span&gt; atau adakah terapi lain yang bisa kulakukan, dia berkata bahwa semua itu tidak akan ada pengaruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil terus melarang aku untuk senam aerobik, dia mengatakan beberapa kalimat seperti, “Senam nggak boleh karena ada loncatnya. Saya pernah jadi pelatih senam osteoporosis, jadi saya tahu.”, “Jangan angkat yang berat-berat.”, “Kamu mau saya bohongin dengan terapi macam-macam? Semua itu nggak akan ada pengaruhnya.”, “Chiropractic itu buat kaki, bukan buat kayak gini.”, “Emangnya kamu mau dioperasi? Operasi itu nggak enak.”, “Mau sakit apa mau sehat?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru aku akan membuka mulut untuk bertanya lebih lanjut, pandangannya seolah berkata, “Mau nanya apa lagi?”. Cepat dia bilang, “No no no. Pokoknya berenang, berenang, berenang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alih-alih mendapat kejelasan tentang skoliosis yang aku hadapi, aku malah mendapat serangan yang bertubi-tubi tentang tidak boleh melakukan ini-itu. FYI, selama lima tahun terakhir ini aku rutin melakukan senam aerobik 2-3 kali seminggu, sehingga kenyataan bahwa aku tidak boleh senam lagi cukup memukul kesadaranku. Bagaimana tidak sedih kalau hal itu sudah benar-benar menjadi bagian hidup? Tidak bermaksud &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lebay&lt;/span&gt;, tapi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;yes... it’s been a part of my life for years&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gontai aku melangkah keluar dari ruangan dokter. Sambil menunggu resep di bagian farmasi, tanpa sadar air mata menitik. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Shock&lt;/span&gt; karena membaca hasil rontgen lima hari sebelumnya bertambah dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shock&lt;/span&gt; hari itu karena pernyataan dokter yang—menurutku—keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Shock&lt;/span&gt; ini lebih kepada kesadaran tentang: ya Allah, ternyata aku cacat. Aku tidak bisa berbuat ini-itu akibat kelainan tulang belakang ini. Tapi untungnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shock&lt;/span&gt; ini cuma bertahan beberapa hari. Aku bertekad: oke, kalau memang aku ditakdirkan dengan kelainan ini, lalu apa yang bisa kuperbuat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kelas senam aerobik hari berikutnya, sambil melaraskan diri dengan irama yang berdentam, aku berpikir dengan hati basah: ya Allah, olahraga yang sedemikian menyenangkannya seperti ini... mengapa aku sampai tidak boleh melakukannya? Sore itu aku bertekad: aku akan mencari tahu sebanyak-banyaknya tentang skoliosis, kalau perlu akan menuliskannya di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blog&lt;/span&gt; untuk berbagi informasi bagi sebanyak-banyak orang yang mungkin bisa merasakan manfaatnya, serta akan mencari opini lanjutan dari sebanyak-banyak ahli tentang skoliosisku ini. Aku bertekad: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;I’ll do anything to keep moving&lt;/span&gt;. Bismillah...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-340622319012579989?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/340622319012579989/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=340622319012579989&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/340622319012579989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/340622319012579989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2010/06/my-lovely-scoli.html' title='My Lovely Scoli'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/TCQmGS1E8yI/AAAAAAAAAIw/lsOggbS2vqQ/s72-c/DSC00833.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-9182364007357898888</id><published>2010-06-25T10:26:00.002+07:00</published><updated>2010-06-25T10:41:45.471+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='skoliosis'/><title type='text'>Skoliosis [2]: Penanganan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penanganan Medis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun tidak harus dilakukan, skoliosis yang parah sebaiknya dioperasi, demikian menurut dr. Luthfi Gatam, SpOT. dr. Michael Cornish juga menegaskan bahwa operasi merupakan usaha terakhir. “Perawatan-perawatan lain harus dicoba terlebih dulu. Jika kondisinya terus memburuk hingga tahap sangat serius (membahayakan jiwa penderita), maka perlu dipertimbangkan untuk dioperasi,” tutur dr. Michael.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dr. Luthfi Gatam, SpOT. mengatakan, jika baru pada tahap 20 derajat (disebut Cobb &lt;span style="font-style: italic;"&gt;angle&lt;/span&gt;), hanya akan dilakukan observasi saja. Tahap 20 sampai 40 derajat dianjurkan mengenakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;brace&lt;/span&gt;, sedangkan lebih dari 40 derajat perlu dilakukan operasi. Namun, operasi tulang punggung kemungkinan besar menimbulkan rasa takut pada pasien semua usia. Apalagi bila dikatakan bahwa penyembuhannya perlu 5-7 hari, sedangkan reda rasa sakit pasca operasi membutuhkan waktu lebih lama lagi. Masih ditambah dengan adanya bekas operasi berupa bekas luka yang memanjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penanganan Lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penelitian para ahli sejauh ini, selain penanganan medis, penanganan lain seperti stimulasi elektrik, manipulasi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chiropractic&lt;/span&gt;, dan terapi fisik cukup efektif. Seorang skolioser bernama Prita tetap menjalani terapi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chiropractic&lt;/span&gt; dan latihan tertentu yang diberikan oleh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chiropractor&lt;/span&gt;-nya, meski keadaannya telah membaik. “Agar skoliosis saya tidak bertambah parah,” ujarnya. Skolioser lain bernama Astrid merasakan kemajuan yang sangat nyata setelah mengikuti paket perawatan sejak dini di klinik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chiropractic&lt;/span&gt;. Sementara Ade Rose mengikuti latihan yoga. “Setiap hari saya melakukan yoga, ibarat minum obat,” kata ibu satu anak ini. Dengan dipandu Ann Baros, seorang master yoga Iyengar, gerakan-gerakan yoga yang dilakukan Ade semakin tepat. “Kini kondisi saya sudah stabil, normal.” Olah tubuh dengan gerakan tertentu yang sesuai kemampuan fisik, bisa membuat kondisi tubuh penderita lebih nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa penanganan skoliosis yang melibatkan olah tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Chiropractic&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chiropractor&lt;/span&gt; percaya bahwa tubuh memiliki kemampuan untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Penanganan yang dilakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chiropractor&lt;/span&gt; bersifat memberdayakan tubuh agar kembali memiliki mekanisme dan sistem tubuh yang baik. Demikian pendapat dr. Tinah Tan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi pasien skoliosis, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chiropractor&lt;/span&gt; akan melakukan pemeriksaan dengan mempelajari postur tubuh pasien (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;examine posture&lt;/span&gt;), mengamati pergerakan tubuh (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;motion palpation&lt;/span&gt;), dan memeriksa ototnya (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;static palpation&lt;/span&gt;). Pasien diminta membuat foto &lt;span style="font-style: italic;"&gt;X-ray&lt;/span&gt; untuk memastikan kondisi kurva tulang belakangnya. Jika ditemukan adanya masalah, akan dilakukan koreksi (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;adjustment&lt;/span&gt;) dan terapi, atau perawatan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;treatment&lt;/span&gt;). Pasien juga diminta melakukan latihan tertentu (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;exercise&lt;/span&gt;) dan olahraga yang disarankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olahraga yang disarankan untuk pasien skoliosis antara lain berenang gaya bebas, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;jogging&lt;/span&gt;, yoga, pilates, dan taichi. “Yang penting teknik dari olah tubuh yang dilakukan harus benar,” ujar dr. Tinah Tan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Yoga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan yoga untuk pasien skoliosis ditujukan untuk mengoreksi dengan cara menarik dan mengarahkan tulang belakang secara tepat, ke depan, samping kiri, dan samping kanan. Demikian menurut Ann Barros, guru yoga asal Santa Cruz, Amerika Serikat, yang sejak kecil menderita skoliosis bawaan. Lebih dari 30 tahun ia mengajar yoga Iyengar. Gerakan ditujukan untuk menarik dan mengembalikan tulang belakang pada posisinya yang alami. “Bukan lurus melainkan ada lengkungannya,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dalam menentukan terapi pasien skoliosis, Ann Barros tidak bisa menerapkan sembarang gerakan yoga, tetapi harus mengobservasi pasien terlebih dulu dengan melihat hasil &lt;span style="font-style: italic;"&gt;X-ray&lt;/span&gt; untuk mengetahui derajat keparahannya. “Ada kalanya saya harus membahasnya dengan seorang ahli tulang belakang,” tutur Ann yang awal Agustus lalu datang ke Jakarta atas undangan Jakarta Do Yoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memandu gerakan pun Ann tidak memaksa, karena semua gerakan merupakan bagian dari observasi. Dari keterbatasan gerak yang dilakukan pasien, sedikit demi sedikit Ann bisa menentukan ketepatan gerak serta alat bantu terapi bagi pasien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Elise B. Miller, ahli yoga, dalam tulisannya di situs &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yoga for Teens with Scoliosis&lt;/span&gt;, latihan gerakan yoga (asana) ditujukan untuk memperbaiki postur dan meningkatkan kelenturan dan kekuatan otot, dengan cara menarik dan memperkuat otot-otot yang menunjang tulang belakang. Posisi Adho Mukha Svanasana dan Urdhva Mukha Svanasana baik untuk membentuk dan memperbaiki lengkungan dan rotasi tulang belakang. Sedangkan Bharadvajasana untuk memperkuat kaki sebagai penyangga tulang belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pilates&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada enam prinsip dalam pilates yang efektif membantu penderita skoliosis, yaitu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;concentration&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;control&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;centering&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;precision&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;flow of movement&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;correct breathing technique&lt;/span&gt;. Demikian tutur Nancy Wuisan dari Pilates Bodymotion, Bimasena Club, The Dharmawangsa Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Concentration&lt;/span&gt; artinya setiap gerakan dan hitungan dalam pilates harus dilakukan dengan penuh konsentrasi. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Control&lt;/span&gt; artinya setiap gerakan harus terkontrol oleh pikiran, jadi bukan pikiran yang dikontrol oleh tubuh. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Centering&lt;/span&gt; artinya perhatian harus terpusat pada tujuan berlatih pilates, misalnya tujuannya untuk meringankan skoliosis. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Precision&lt;/span&gt;, setiap gerakan harus dilakukan dengan perhitungan yang tepat, misalnya kalau harus mengangkat kaki setinggi 90 derajat ya harus tepat 90 derajat. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Flow of movement&lt;/span&gt; berarti gerakan yang dilakukan harus urut dan berkesinambungan, menggunakan napas yang benar yaitu pernapasan perut. Pernapasan perut dapat mendorong tulang belakang bersama otot-ototnya kembali berfungsi secara seimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan gabungan dari enam prinsip dasar tersebut, tulang akan membantu mengoreksi skoliosis,” tutur Nancy. Postur tubuh dan pernapasan yang benar, otot yang elastis, akan membuat organ tubuh termasuk tulang belakang kembali berfungsi dengan baik. “Pilates dengan bantuan alat-alat berusaha menyeimbangkan otot-otot, melenturkan otot yang meregang, dan membuat persendian menjadi lebih sehat. Latihan diberikan setahap demi setahap sesuai kemampuan pasien, karena tidak semua gerakan cocok untuk semua pasien skoliosis. Dari gerakan-gerakan awal, bisa diketahui tingkat keparahan pasien. Dengan demikian dirancanglah sebuah program untuk mengatasi masalah yang dideritanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun kini banyak beredar buku dan VCD tentang pilates, namun Nancy Wuisan tidak menganjurkan penderita belajar sendiri. “Setiap pasien memiliki kebutuhan yang berbeda. Pilates yang dicontohkan dalam buku dan VCD sifatnya umum. Untuk menghindari cedera atau semakin parahnya skoliosis, sebaiknya latihan dilakukan di bawah pengawasan ahlinya,” tutur Nancy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar, seperti yang aku baca di &lt;a href="http://rahyussalim.multiply.com/journal/item/65/Aku_menderita_skoliosis_lebih_dari_60_tahun"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;blog&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dr. Rahyussalim, SpOT., terapi skoliosis ini terdiri atas 3 macam:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Olah tubuh (berenang, yoga, pilates)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemasangan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;brace&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Operasi&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang berani mengatakan bahwa berenang dapat memberikan dampak koreksi pada skoliosis, apalagi menyembuhkan skoliosis itu sendiri. Berenang diyakini hanya mampu memperlambat progresivitas skoliosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara operasi merupakan jalan terakhir yang dilakukan setelah upaya olah tubuh tidak berhasil atau memang karena perlu dilakukan penanganan yang cepat, sebab derajat kemiringannya sangat besar dan dapat membahayakan organ-organ tubuh lainnya, misalnya jantung atau paru-paru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu diingat, langkah penting yang harus disadari adalah mengetahui detil skoliosis itu sendiri sebelum melakukan apapun tindakan pengobatannya. Dan untuk mengetahui ini tentunya harus pada orang yang mengerti, konsern, dan ahli, karena setiap kasus skoliosis adalah unik dan berbeda antara satu skolioser dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.msindonesia.org/forum/viewtopic.php?f=14&amp;amp;t=27"&gt;Jenis Penanganan Skoliosis&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://rahyussalim.multiply.com/journal/item/65/Aku_menderita_skoliosis_lebih_dari_60_tahun"&gt;Aku Menderita Skoliosis Lebih dari 60 Tahun&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-9182364007357898888?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/9182364007357898888/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=9182364007357898888&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/9182364007357898888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/9182364007357898888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2010/06/skoliosis-2-penanganan.html' title='Skoliosis [2]: Penanganan'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-3544925360347327970</id><published>2010-06-25T09:24:00.005+07:00</published><updated>2011-03-07T09:22:59.144+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='skoliosis'/><title type='text'>Skoliosis [1]: Definisi dan Penyebab</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;Dua pekan yang lalu, 10 Juni 2010, aku mengambil hasil rontgen di bagian radiologi rumah sakit St. Borromeus. Rontgen ini atas rujukan dokter ortopedi di rumah sakit yang sama ketika aku berkunjung untuk konsultasi dua hari sebelumnya. Setelah membaca hasil rontgen, aku tertegun dan sedikit &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shock&lt;/span&gt;. Mengapa? Ternyata aku menderita skoliosis, Saudara-saudara!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengenal Susunan Tulang Belakang Manusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mengenal lebih jauh mengenai skoliosis, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu struktur tulang belakang manusia. Seperti halnya kasus skoliosis dengan segala keunikannya, tulang belakang manusia pun merupakan struktur yang unik dan kompleks. Gambar di bawah ini dapat menjelaskan susunan tulang belakang manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/TCQbc-ufTMI/AAAAAAAAAIg/5wz54W0B82k/s1600/spinal_chart.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 141px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/TCQbc-ufTMI/AAAAAAAAAIg/5wz54W0B82k/s200/spinal_chart.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486540430732381378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tulang belakang di bagian leher atau istilah medisnya “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cervical Spine&lt;/span&gt;”, terdiri dari 7 ruas yang dalam dunia kedokteran diberi label C1 sampai dengan C7 (Cervical 1 sampai dengan Cervical 7). Seperti terlihat di gambar, C1 jaraknya terdekat dengan tengkorak, sementara C7 terdekat dengan dada. Dokter biasanya menyebut “servikal”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulang belakang di bagian punggung atau istilah medisnya “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Thoracic Spine&lt;/span&gt;”, terdiri dari 12 ruas yang dalam dunia kedokteran diberi label T1 sampai dengan T12. Sering mendengar dokter menyebutnya dengan istilah “Torakal”. Torakal ini terhubung ke tulang rusuk sehingga bagian tulang belakang ini relatif kaku dan stabil. Pergerakan Torakal tidak sedinamis pergerakan di bagian lain dari tulang belakang manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulang belakang di bagian pinggang atau istilah medisnya “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lumbar Spine&lt;/span&gt;”. Terdiri dari 5 ruas yang dalam dunia kedokteran diberi label L1 sampai dengan L5 (Lumbar 1 sampai dengan Lumbar 5). Lumbar merupakan bagian tulang belakang yang memiliki penampang terluas dan terkuat sehingga mampu menumpu berat badan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sacrum&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Coccyx&lt;/span&gt;. Sakrum yang merupakan bagian dari panggul (pinggul) terdiri dari 5 ruas tulang dan biasanya menyatu pada usia dewasa untuk membentuk satu tulang, sedangkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Coccyx&lt;/span&gt; atau yang dikenal dengan tulang ekor memiliki 4 ruas tulang (terkadang 5 ruas) yang juga menyatu membentuk satu tulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/TCQbMgNPelI/AAAAAAAAAIY/31g3p1ZgdSo/s1600/tulangbelakang03.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 189px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/TCQbMgNPelI/AAAAAAAAAIY/31g3p1ZgdSo/s200/tulangbelakang03.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486540147661961810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, tulang belakang yang normal memiliki kurva (kelengkungan pada tulang belakang) - seperti gambar di atas, bagian tengah. Jika dilihat dari sisi (tampak samping), akan terlihat bahwa ada kurva keluar (cekung) di bagian tulang belakang leher (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;cervical spine&lt;/span&gt;), kemudian turun ke torakal akan terdapat kembali kurva yang melengkung ke dalam (cembung), dan kurva yang keluar lagi di bagian lumbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada susunan tulang belakang yang normal, jika dilihat dari depan atau dari belakang kelengkungan kurva tersebut seharusnya tidak tampak dan hanya tegak lurus saja seperti gambar pada sisi kiri dan kanan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, pada kasus skoliosis kemiringan kurva yang terjadi, melengkung ke arah yang tidak seharusnya (salah), sehingga terjadilah Skoliosis (bisa membentuk kelengkungan tulang belakang yang menyerupai huruf “S” atau huruf “C”).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa Itu Skoliosis?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skoliosis adalah kelainan bentuk tulang belakang yang ditandai melengkungnya tulang belakang ke arah samping (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;lateral curvature of the spine&lt;/span&gt;). Kata skoliosis berasal dari bahasa Yunani &lt;span style="font-style: italic;"&gt;scolios&lt;/span&gt; yang artinya bengkok atau berputar. Kelainan tulang punggung ini tampak jika dilihat dari belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dilihat dari belakang, tulang punggung yang normal berbentuk garis lurus dari leher sampai ke tulang ekor. Sedangkan pada penderita skoliosis, akan tampak adanya satu atau lebih lengkungan ke samping yang tidak wajar pada punggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang didiagnosa skoliosis jika ditemukan dua macam kelainan pada tulang belakangnya, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lateral curvature&lt;/span&gt;: terjadi jika tulang belakang bengkok. Ini bisa dilihat dari belakang ketika penderita pada posisi berdiri dengan tubuh dibungkukkan 90 derajat ke depan. Jika tulang tampak seperti huruf S, bentuknya menyimpang, punggung tidak sama tinggi atau ada tonjolan, berarti skoliosis.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rotation&lt;/span&gt;: terjadi jika ada sendi tulang belakang yang terputar. Kadarnya hanya sedikit, namun selalu ada pada setiap gejala skoliosis. Aspek ini menyebabkan tulang belakang berbentuk berliku. Penyimpangan kurang dari 10 derajat dianggap masih normal.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa Penyebab Skoliosis?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dr. Michael Cornish, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chiropractor&lt;/span&gt; lulusan RMIT, Melbourne, Australia, yang berpraktik di klinik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chiropractic&lt;/span&gt; di Indonesia, mengatakan, “Secara keilmuan, penyebab skoliosis tidak diketahui. Namun, secara spekulatif, saya menduga salah satu penyebabnya adalah pola makan yang salah dan postur tubuh yang kurang baik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan pernyataan tersebut, dr. Tinah Tan, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chiropractor&lt;/span&gt; dari Citylife Chiropractic, mengatakan bahwa kekurangan asam folat pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko sambungan spina tulang belakang pada bayi yang dikandung menjadi tidak sempurna (cacat spina bifida). Keadaan ini dapat memicu skoliosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menurut dr. Luthfi Gatam, SpOT., spesialis ortopedi &amp;amp; traumatologi dari RS Fatmawati, bahwa 80% skoliosis tidak diketahui penyebabnya. Ini disebut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;idiopathic scoliosis&lt;/span&gt;. Kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;idiopathic&lt;/span&gt; menunjukkan bahwa penyebabnya tidak diketahui. Usia penderita bisa di bawah 3 tahun sampai di atas 19 tahun. Literatur terbaru sekalipun masih mengatakan bahwa penyebab patofisiologi terjadinya skoliosis idiopatik belum diketahui. Sekitar tahun 1998 terdapat teori yang mengaitkan patofisiologi ini dengan hormon melatonin. Terdapat dugaan yang kuat bahwa skoliosis ini banyak dipengaruhi oleh sistem hormonal reproduksi (adrenal, hipofisis, ovarium, dsb.) dengan melihat kenyataan bahwa penderita memang pada umumnya wanita dan organ reproduksi yang dimiliki wanita tidak dimiliki oleh kaum pria (demikian sebaliknya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak literatur tidak menyebutkan skoliosis idiopatik sebagai penyakit keturunan. Namun, seorang wanita yang memiliki saudara yang menderita skoliosis dikatakan memiliki peluang yang besar untuk mengalami skoliosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga skoliosis yang diketahui penyebabnya, yaitu dikategorikan sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;congenital scoliosis&lt;/span&gt; atau kelainan bawaan. Ini disebabkan oleh perkembangan tulang belakang yang tumbuh abnormal. Termasuk kelompok ini adalah sindrom kerdil (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;osteochondrodystrophy&lt;/span&gt;). Contoh-contoh tersebut termasuk kategori skoliosis struktural.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula skoliosis non-struktural yang disebabkan adanya masalah dengan bagian tubuh lain. Misalnya kaki yang tidak sama panjang, sehingga terjadi lengkungan abnormal pada tulang belakang. Kejang otot dan radang otot juga bisa menimbulkan kelainan tulang belakang. Jika penyebab skoliosis didiagnosa non-struktural, penanganannya bukan reposisi tulang belakang melainkan reposisi bagian tubuh yang menyebabkan skoliosis tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Akibat dari Skoliosis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus skoliosis memerlukan pemeriksaan atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;check-up&lt;/span&gt; pada waktu-waktu tertentu secara reguler. Kondisi tulang belakang yang tidak sempurna akan menyebabkan fungsi organ yang ada di dalam tubuh menjadi terganggu. Contohnya, skoliosis bisa menghambat pergerakan rusuk dan volume paru-paru (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;pulmonary hipertention&lt;/span&gt;) sehingga penderita sering sulit bernapas (sesak napas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderita skoliosis juga lebih mudah terkena osteoartritis akibat pergerakan sendi yang terhambat pada satu sisi. Selain itu, skoliosis juga menyebabkan kelelahan tulang dan sendi, sehingga penderitanya sering merasakan nyeri, sakit kepala, kaku otot, atau pegal punggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa penderita bisa mengalami gejala kesemutan dan kejang kaki ketika hamil. Ada indikasi bahwa skoliosis yang parah bisa menyulitkan proses persalinan. Namun, tulis dr. Rahyussalim, SpOT. dalam &lt;a href="http://rahyussalim.multiply.com/journal/item/65/Aku_menderita_skoliosis_lebih_dari_60_tahun"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;blog&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;-nya, sejauh ini skoliosis tidak mempengaruhi kehamilan dan melahirkan, justru sebaliknya kehamilan akan memperburuk kondisi skoliosis (kurva makin besar, progresnya juga bertambah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skoliosis bisa diderita setiap orang, namun lebih banyak diderita wanita. “Di klinik saya perbandingannya 10:1,” ujar dr. Michael Cornish. Sedangkan di RS Fatmawati rasionya 9:1. “Sampai sekarang masih merupakan misteri, kenapa wanita lebih banyak menderita skoliosis dibanding pria,” kata dr. Luthfi Gatam, SpOT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.msindonesia.org/node/24"&gt;Mengenal Susunan Tulang Belakang Manusia&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.msindonesia.org/forum/viewtopic.php?f=14&amp;amp;t=29"&gt;Curhat Skoliosis&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://rahyussalim.multiply.com/journal/item/65/Aku_menderita_skoliosis_lebih_dari_60_tahun"&gt;Aku Menderita Skoliosis Lebih dari 60 Tahun&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-3544925360347327970?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/3544925360347327970/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=3544925360347327970&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/3544925360347327970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/3544925360347327970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2010/06/skoliosis-1-definisi-dan-penyebab_25.html' title='Skoliosis [1]: Definisi dan Penyebab'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/TCQbc-ufTMI/AAAAAAAAAIg/5wz54W0B82k/s72-c/spinal_chart.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-2404878610040206231</id><published>2010-06-14T15:32:00.001+07:00</published><updated>2010-06-14T15:38:15.945+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='business'/><title type='text'>Berurusan dengan Agen</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;reseller&lt;/span&gt; berbagai produk untuk &lt;a href="http://www.griyakabita.com/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;GriyaKabita.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, tentu aku berurusan dengan banyak agen tempat aku mengambil produk. Ada suka duka tersendiri mengenai hal ini. Ingin berbagi sedikit ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Agen Top&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ini cerita tentang salah satu agenku dari Cimahi yang menurutku top-banget.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kalau aku sms pesanan, dia segera merespon.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kalau produk yang kuminta sedang kosong, dia segera mengabarkan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kalau produknya ada semua, dia segera siapkan dan segera dia kirimkan ke Sarijadi, tempat aku mengambilnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Stok yang ada padanya hampir selalu lengkap sehingga memudahkan pesanan, sepertinya dia termasuk &lt;a href="http://ukhtikaosmuslimah.blogspot.com/2009/01/agen-ohagen.html"&gt;agen yang sadar stok&lt;/a&gt;, alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kalau janjian bertemu selalu tepat waktu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Meskipun kadang ada salah ukuran dan salah kode produk *hehe, maklum manusia*, ibu ini sangat baik. Hari hujan tak menjadikannya halangan untuk mengirimkan produk pesananku ke Sarijadi, bahkan ketika jumlah produk yang kupesan sedikit sekalipun.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Berbasis kepercayaan, dia juga mengizinkanku transfer uang belakangan setelah produk darinya kuterima (FYI, kebanyakan agen mensyaratkan pembayaran di muka), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;which is &lt;/span&gt;sesuatu yang tak pernah kulakukan karena aku selalu berusaha transfer uang lebih dulu atau membayar langsung padanya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Agen Lelet&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;*hehehe, namanya nggak-banget ya*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Si ibu yang ini responnya agak lambat. Saat sms pesanan aku kirimkan, sms balasan dikirimkan satu hari kemudian—itupun setelah aku kirim sms ulang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ketersediaan produk (kosong atau tidak kosong) tidak segera dikabarkan. Alasannya dia harus cek dulu di toko. OMG, memangnya dia tidak punya data yang disimpan di rumah? Di tokonya aku tidak melihat adanya komputer atau buku stok. Jadi bertanya-tanya, di mana gerangan data-riil-stok dia simpan?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Selang waktu antara dia berkata, “Nanti aku cek dulu di toko ya.” dengan konfirmasi ketersediaan produk biasanya berselang satu hari. Hal ini sangat merepotkan bila produk banyak yang kosong, karena kita harus mendata ulang daftar pesanan. Bayangkan bila pesanan kita dikonfirmasi olehnya sehari kemudian, lalu kita mendata dan memesan ulang, dikonfirmasi lagi sehari kemudian, kalau kosong lagi kita harus mendata dan memesan ulang lagi, lalu dikonfirmasi lagi sehari kemudian… yang ada juga: CAPE DEHH…&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Agen Standar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kalau agen golongan ini sih biasa saja. Rata-rata baik hati—meskipun ada juga yang sedikit nyolot heuheu, namanya juga manusia. Mereka ramah; cepat tanggap dan responsif; rapi dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;invoice&lt;/span&gt;, daftar stok, dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;packing&lt;/span&gt; pesanan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Secara keseluruhan, mengelola toko &lt;span style="font-style: italic;"&gt;online&lt;/span&gt;-ku ini membawaku pada pengenalan yang lebih dalam terhadap berbagai karakter manusia. Belum lagi kalau bicara tentang pembeli yang tentu lebih beraneka ragam karakternya. Memang aku baru memulai, jadi masih sangat awam soal masalah jual beli, masih taraf belajar. Insya Allah akan selalu berusaha memberikan yang terbaik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;*Terima kasih ya Allah, karena telah memberiku kesempatan yang lebih bermakna tentang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hablum minannas&lt;/span&gt;.*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-2404878610040206231?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/2404878610040206231/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=2404878610040206231&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/2404878610040206231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/2404878610040206231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2010/06/berurusan-dengan-agen.html' title='Berurusan dengan Agen'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-141816406827511729</id><published>2010-06-14T15:15:00.003+07:00</published><updated>2010-06-14T15:46:23.319+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='business'/><title type='text'>Toko Online, Behind the Screen</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;[catatan: selain toko &lt;span style="font-style: italic;"&gt;online&lt;/span&gt;, aku juga berjualan secara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;offline&lt;/span&gt;]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide awal:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menyalurkan hobi belanja :)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memang ingin jualan. Kata hadits, “Berniagalah, karena sembilan dari sepuluh pintu rejeki itu ada dalam perniagaan.” (HR. Ahmad)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Saat paling menyenangkan:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Waktu membuat daftar pesanan ke agen dan waktu memilih-milih barang untuk dibeli&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Waktu barang datang dan waktu mengecek barang apa saja yang datang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Waktu mencoba produk :)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Waktu menerima uang dari pembeli :))&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Saat paling tidak menyenangkan:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Waktu membayar barang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Waktu pembeli bilang mau berhutang :D&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Waktu menagih hutang dari pembeli, apalagi kalau pembelinya tidak tahu diri :))&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Waktu pembeli lupa sama hutangnya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Waktu pembeli kecewa dengan barang pesanan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Saat paling merepotkan:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Waktu mengumpulkan data produk satu persatu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Waktu memotret produk satu persatu dan meng-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;edit&lt;/span&gt; foto-foto tersebut&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Waktu meng-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;input&lt;/span&gt; dan meng-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;upload&lt;/span&gt; data produk ke situs web&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Saat paling menyebalkan:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Waktu harus mengulang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;input&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;upload&lt;/span&gt; data produk ke situs web gara-gara koneksi internet putus-nyambung :( &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Ini petikan yang kuambil dari &lt;a href="http://cikubembem.blogspot.com/2008_07_01_archive.html"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Ternyata ngurus toko online itu tidak mudah. Musti cari barang. Trus ngukur barang itu. Masukin data-data. Masang barang di manekin. Ambil gambar barang tersebut. Ngedit foto. Bikin deskripsi barang. Upload gambar. Upload deskripsi gambar. Upload icon. Ngurus SEO. Cek pembayaran. Cetak invoice dan sending address. Packing barang yang terjual. Ngurus shipping. Dan hampir sebagian besar dari ritual itu musti aku kerjain sendiri. Karena suamiku kan kerja di luar kota. Paling pas hunting barang aja yang selalu kita lakukan bareng.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sounds familiar to me&lt;/span&gt;, hahahaha. Meskipun terdengar ribet, sebenarnya mengurus toko &lt;span style="font-style: italic;"&gt;online&lt;/span&gt; ini memiliki keasyikan tersendiri. Ribet tapi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fun&lt;/span&gt;, ada kepuasan tersendiri. Juga jadi ajang belajar tentunya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;So&lt;/span&gt;, semangat terus insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa mampir ke toko &lt;span style="font-style: italic;"&gt;online&lt;/span&gt;-ku ya ;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-141816406827511729?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/141816406827511729/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=141816406827511729&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/141816406827511729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/141816406827511729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2010/06/toko-online-behind-screen.html' title='Toko Online, Behind the Screen'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-3975100563914727641</id><published>2010-02-17T10:52:00.002+07:00</published><updated>2010-02-21T23:16:37.144+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='business'/><title type='text'>Toko Online</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;Akhirnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;launching&lt;/span&gt; juga nih. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Please visit&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.griyakabita.com/"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;GriyaKabita.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;It’s my new online-store&lt;/span&gt;! Menyediakan baju wanita, busana muslimah (termasuk kerudung), dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;clutch bag&lt;/span&gt;. Sekarang karena baru buka, jadi dengan gembira kuumumkan DISKON SEMUA PRODUK! Makanya cepetan mampir ya, mumpung masih masa promosi :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini nih yang kusebut kelanjutan dari &lt;a href="http://yustika.blogspot.com/2009/12/belanja.html"&gt;ini&lt;/a&gt;. Awalnya sih untuk menyalurkan hobi belanja, hahahaha. Tapi jadinya malah punya ide untuk bikin toko sendiri. Karena toko yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;offline&lt;/span&gt; membutuhkan banyak waktu, tenaga, dan biaya, kuputuskan untuk bikin toko &lt;span style="font-style: italic;"&gt;online&lt;/span&gt; dulu saja. Mungkin ke depannya toko beneran, siapa tahu. Doanya yaaa…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa berkunjung. Ditunggu…&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-3975100563914727641?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/3975100563914727641/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=3975100563914727641&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/3975100563914727641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/3975100563914727641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2010/02/toko-online.html' title='Toko Online'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-1594523789857639630</id><published>2010-02-10T11:08:00.001+07:00</published><updated>2010-02-10T11:17:44.602+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='life'/><title type='text'>Naik Haji</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;Pagi tadi ketika aku mengerjakan order instalasi jalur internet di gedung sebelah, tak sengaja aku mendengar percakapan bapak-bapak si empunya ruangan. Tiga bapak-bapak, satu baru saja berkesempatan menunaikan ibadah haji akhir tahun lalu—sebut saja Pak X, sedang membicarakan entah apa—yang berhubungan dengan naik haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samar-samar kudengar Pak X berkata, “Matematikanya Allah itu beda dengan matematikanya manusia. Kalau manusia berhitung-hitung uang buat naik haji mungkin memang nggak akan pernah cukup. Tapi kalau Allah berkehendak, baru berapa tahun nabung juga langsung bisa berangkat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian Pak X berkata lagi, “Saya ini sudah naik haji, bukan berarti ibadah saya baik. Biar orang bilang apa, yang penting buat saya, haji saya ini berpengaruh positif buat spiritual saya. Kalau kita nunggu ibadah kita bagus dulu, baru naik haji… bisa-bisa kita nggak bakalan naik haji. Sekarang tolak ukur ibadah bagus itu siapa? Rasulullah dan para sahabat kan? Mana bisa kita bilang ibadah kita sudah bagus.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayup-sayup kudengar juga Pak X berkata, “Yang penting itu tanamkan niat. Berdoa benar-benar supaya Allah memberangkatkan kita bersama istri kita, jangan mau berangkat sendiri. Semoga kita bisa berangkat bersama istri, begitu doanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;---&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, naik haji adalah sesuatu yang sangat jauh dari angan-anganku. Sebagai seseorang yang baru mulai berkeluarga, banyak hal-hal lain yang lebih menyita perhatian. Tak terbersit niat untuk naik haji. Kalaupun ada sedikit, prioritasnya masih jauh alias masih nanti-nanti. Tapi entah kenapa, ketika musim haji tahun lalu datang, tiba-tiba ingin sekali aku naik haji. Apalagi setelah baca blog &lt;a href="http://perjalananhajiku.blogspot.com/"&gt;ini&lt;/a&gt;, dadaku makin berdentum-dentum oleh keinginan kuat untuk bersujud di baitullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih ingat, ketika khotbah sholat Idul Adha akhir tahun lalu, mata ini berkaca-kaca karena malu pada Allah. Dalam khotbah itu diceritakan—konon kisah nyata—seorang miskin yang mengambil seluruh tabungannya untuk membeli kambing qurban, padahal dia sendiri kembang kempis dalam mencari penghasilan karena hanya bekerja sebagai buruh cuci. Justru dia yang berhak menerima daging qurban, sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ketika membaca cerpen di majalah Ummi tentang kisah penjual jamu gendong keliling yang bisa berangkat haji gratis sementara tetangganya yang suka pamer kekayaan malah kehilangan tabungan haji, hati ini makin malu. Betapa banyak orang-orang yang—di mata manusia—minim kemampuan finansial, ingin pergi haji. Sementara aku yang dilapangkan segalanya oleh Allah malah tak kepikiran untuk pergi haji. Duh, malu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang juga membuatku malu pada Allah adalah… karena selama ini tiap kali ditanya aku ingin pergi ke mana kalau ada rezeki, selalu kujawab dengan mantap: Eropa! Sejak dulu aku memang selalu bermimpi bisa pergi ke Eropa dan menjelajahi sudut-sudutnya yang eksotis—hal yang selama ini hanya bisa kulakukan lewat blog teman-temanku yang bermukim di sana. Duh, mirisnya. Masa lebih ingin pergi ke Eropa daripada pergi naik haji? Masya Allah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar naik haji itu banyak rintangannya. Tak usah jauh-jauh, orang terdekat pun belum tentu mendukung. Alasannya macam-macam, mulai dari “tabungan masih untuk prioritas yang lain”, “anak masih kecil”, sampai ke alasan “masih punya hutang cicilan rumah” (jadi bertanya-tanya, sebenarnya definisi mampu itu bagaimana kalau masih punya tanggungan cicilan rumah?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia oh dunia, mengapa begitu melenakan dan memberi berbagai macam alasan uzur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sangat sepakat dengan perkataan Pak X yang ini: “Kalau kita nunggu ibadah kita bagus dulu, baru naik haji… bisa-bisa kita nggak bakalan naik haji.” Hal ini pernah kualami ketika memutuskan berjilbab. Pertama kali keinginan memakai jilbab timbul, hatiku sempat ragu. Ibadah masih kacau dan belum alim, masa mau berjilbab, begitu pikirku. Akhirnya hilanglah keinginan itu. Selang tak lama, keinginan itu muncul lagi, lalu kutepis lagi. Pada saat keinginan itu muncul untuk ketiga kalinya, aku tak mau sia-siakan. Jangan sampai niat itu hilang dan tak pernah muncul lagi, pikirku. Allah sayang padaku dan berkenan memberiku ilham berjilbab sampai tiga kali, jangan sampai Allah kesal karena selalu kutepis dan tak segera kulakukan, jangan sampai Ia cabut kembali niat itu. Begitulah pikirku waktu itu. Tak peduli ibadahku masih seperti apa dan bagaimana komentar orang, karena kalau aku menunggu jadi shalih dulu, wah… bisa-bisa selamanya aku tak akan pernah berjilbab. Siapa yang tahu kapan maut menjemput, bukan begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membulatkan niat, meyakinkan orang-orang terdekat, dan sekuat tenaga mengumpulkan bekal finansial… rasanya itu ikhtiar yang harus dilakukan terkait masalah naik haji ini. Sambil terus berdoa, “Ya Allah, mudahkanlah jalan kami ke baitullah. Mantapkanlah niat kami, bulatkanlah semangat kami. Izinkanlah dan sampaikanlah hamba dan suami hamba ke sana, ya Rabb. Amin.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-1594523789857639630?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/1594523789857639630/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=1594523789857639630&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/1594523789857639630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/1594523789857639630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2010/02/naik-haji.html' title='Naik Haji'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-438179124584775819</id><published>2009-12-30T13:51:00.000+07:00</published><updated>2009-12-30T13:54:54.811+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='contemplation'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='life'/><title type='text'>Resolusi Awal Tahun</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;Selama ini bisa dibilang aku tidak pernah benar-benar membuat resolusi awal tahun yang jelas. Kalau sekedar target global sih sering ya, tapi tidak untuk target-target yang spesifik harus begini atau begitu. Alih-alih membuat resolusi awal tahun, aku lebih suka melakukan evaluasi akhir tahun dan membuat daftar pencapaian atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;milestone&lt;/span&gt; tahun yang sudah (atau akan) berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu lalu, tepat dua pekan menjelang pergantian tahun, aku sakit cukup parah. Mungkin kelihatannya tidak begitu buat orang lain, tapi bagiku sakit itu sungguh menyiksa. Aku tak tahu sebenarnya aku sakit apa, sepertinya terkena infeksi virus—entah virus apa (orang sunda menyebutnya “tampak”). Gejalanya mirip campak jerman, didahului dengan demam tinggi lalu muncul bercak merah sekujur tubuh yang gatalnya minta ampun. Selama lima hari aku tak bisa tidur karena gatalnya benar-benar parah. Mana bisa tidur kalau seluruh kulit terasa gatal menyengat. Setelah gatal mereda, bercak merah menjadi bintil-bintil timbul yang membuat tangan, kaki, dan mukaku bengkak. Untungnya ada tanggal merah tahun baru hijriah dan natal, jadi aku sedikit tertolong tak perlu absen lama dari kantor, meskipun faktanya aku sakit hampir sepuluh hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat aku menulis ini, kesehatanku belum pulih benar. Gatal dan virus memang sudah menyingkir. Namun seluruh kulit yang kemarin gatal-gatal itu, kini mengelupas dengan suksesnya, membuat kulitku keriput dan tampak putih-putih kelupasan di mana-mana. Aku juga masih sedikit lemas, jadi untuk sementara belum senam dulu—padahal sudah rinduuu dengan lantai senam itu hehehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa kaitannya sakitku dengan resolusi awal tahun? Jadi begini, malam-malam yang kulalui dengan gelisah dan sedih karena tak bisa tidur saat sakit kemarin, membawaku pada dialog batin dengan-Nya. Betapa rasanya diri ini sedang dicubit-Nya, sedang diingatkan atas segala kenikmatan dan betapa diri ini tak pernah cukup bersyukur. Lalu dalam dialog itu aku membuat semacam janji pada-Nya dan pada diriku sendiri, untuk berusaha menjadi insan yang lebih baik… &lt;span style="font-style: italic;"&gt;to be a better person&lt;/span&gt;. Apa dan bagaimana detil resolusi yang kunyatakan pada-Nya tak bisa kuceritakan di sini karena rasanya terlalu personal untuk diungkapkan. Yah, semacam dialog spiritual yang menghantam ego dan bermuara pada kesadaran untuk menjadi lebih baik, dalam segala aspek insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergantian tahun sudah di depan mata. Kini aku siap dengan beberapa resolusi dalam catatanku, baik dalam peranku sebagai istri, bunda, maupun perempuan bekerja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-438179124584775819?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/438179124584775819/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=438179124584775819&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/438179124584775819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/438179124584775819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2009/12/resolusi-awal-tahun.html' title='Resolusi Awal Tahun'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-271826713080756585</id><published>2009-12-30T13:47:00.001+07:00</published><updated>2009-12-30T14:16:26.173+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='daily'/><title type='text'>Belanja</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;Booo… gawat! Belakangan ini aku udah kayak emak-emak beneran *selama ini belum berasa emak-emak, hihihi*. Indikasinya adalah: suka banget belanja baju. Duh pusing, gimana bisa begini ya. Perasaan dulu semasa kuliah, aku suka bener belanja buku. Kok sekarang bawaannya laper mata kalau lihat baju-baju lucu, doohhh *tepuk jidat*.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Oniomania (from Greek onios = for sale, mania = insanity) is a medical term for the compulsive desire to shop. Oniomania is the technical term for the compulsive desire to shop, more commonly referred to as compulsive shopping, compulsive buying, shopping addiction or shopaholism. (dikutip dari &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Oniomania"&gt;sini&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Kalau kata Om Wiki, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shopaholic&lt;/span&gt; atau bahasa medisnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;oniomania&lt;/span&gt;, adalah satu dari sekian banyak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mental disorder&lt;/span&gt;. Hii, ngeri. Memang nggak sampai taraf itu, tapi hobi baruku ini sudah merusak kantong dan merusak pikiran *hehe, lebay*. Lha bagaimana nggak merusak pikiran, yang terbayang cuma baju-baju dan sepatu nan lucu, huhuhu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubung aku sangat menjunjung tinggi perihidup berhemat *halah*, laper mata ini terpaksa ditahan-tahan khusus untuk belanja baju yang murah. Bisa karena harganya yang memang murah, bisa karena lagi dapat voucher gratisan, atau bisa karena harga lagi kena diskon, hohoho. Yang terakhir ini terutama berlaku untuk baju-baju &lt;span style="font-style: italic;"&gt;branded&lt;/span&gt; seperti Omara dan Shafira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desember ini Shafira lagi ngadain diskon up to 70%. Dengan senang hati segera meluncur ke sana. Booo, yang namanya Shafira tuh ya, meskipun ada diskon tetep aja mahal! Alhasil cuma bisa puter-puter di rak tertentu, yang harga setelah diskon jatuhnya di bawah Rp 100 ribu, hehehe. Lumayan lah, ngeborong empat potong cuma keluar duit Rp 229 ribu. Dulu di Omara juga gitu, beli tiga potong cuma Rp 200 ribu. Mantap nggak tuh. Dan setelah dihitung-hitung, harga asli produk Shafira ini adalah Rp 1.166.000. Berarti dapat diskon Rp 937 ribu. Gile bener, banting harganya kenceng amat, hahaha *ketawa puasss*.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubung masih laper mata, acara belanja di Shafira dilanjut dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;window shopping&lt;/span&gt;. Ckckck, baju kok ya ada yang harganya enam juta. Itu baju makainya gimana yak, fiuhhh… Ma kasih deh, nggak lagi-lagi ke sana kalau nggak ada diskon :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang aku punya cara untuk menyalurkan hasrat laper mata yang terpendam ini, ihik ihik. Nanti deh ya, ceritanya bakal dilanjut lagi ;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-271826713080756585?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/271826713080756585/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=271826713080756585&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/271826713080756585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/271826713080756585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2009/12/belanja.html' title='Belanja'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-1835857897163454598</id><published>2009-11-05T10:57:00.003+07:00</published><updated>2009-11-05T11:02:40.959+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='parenting'/><title type='text'>Keajaiban</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SvJN4kGJa2I/AAAAAAAAAHw/xpNwBEDjvvk/s1600-h/03102009295-001.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 168px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SvJN4kGJa2I/AAAAAAAAAHw/xpNwBEDjvvk/s200/03102009295-001.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400464537328118626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Keajaiban itu bernama Hanif. Dari awal mula penciptaannya di dunia, ia sudah menjadi keajaiban itu sendiri. Keajaiban juga yang mengantarnya bertahan, tak terdeteksi selama delapan minggu pertama. Meskipun saat itu flek-flek kerap terjadi dan gaya hidupku begitu sradak-sruduk, keajaiban mewujud dalam keadaannya yang sempurna tanpa kurang suatu apa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Keajaiban itu bernama Hanif. Langkah patah-patah yang menjelma menjadi lari kecil. Goyangan joget, kerlingan genit, senyum manis, dan tawa renyah. Gaya meniru dan proses belajar yang menakjubkan. Sungguh sebuah keajaiban dalam rentang waktu bertajuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;golden age&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keajaiban itu bernama Hanif. Suka-duka mengandung, melahirkan, dan membesarkannya. Sensasi rasa yang demikian menggelora. Membuat hati menahan perih rindu bila tak bersua, meski itu belum lagi setengah hari lamanya. Bahagia yang tak dapat dideskripsikan dengan kata ketika merengkuhnya, mampu menerbangkan penat dan letih tak bersisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keajaiban itu bernama Hanif. Karunia dan titipan dari Gusti Allah yang tiada terkira. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Love you always&lt;/span&gt;, Nak. Sampai akhir hayat Bunda.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-1835857897163454598?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/1835857897163454598/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=1835857897163454598&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/1835857897163454598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/1835857897163454598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2009/11/keajaiban.html' title='Keajaiban'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SvJN4kGJa2I/AAAAAAAAAHw/xpNwBEDjvvk/s72-c/03102009295-001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-4596993694243122143</id><published>2009-11-05T10:34:00.002+07:00</published><updated>2009-11-05T10:54:51.421+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fairytale'/><title type='text'>Pillow Talk</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;Fiuuhh, tak dapat menemukan padanan istilah ini dalam Bahasa Indonesia. Masak iya disebut “obrolan bantal”? Eniweiii… tak hendak membahas hal ihwal kata serapan dan sebangsanya. Kali ini ingin membahas sedikit tentang asyiknya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pillow talk&lt;/span&gt; ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah kehidupan pernikahan, komunikasi adalah komponen penting. Komunikasi mungkin bukan segalanya, tapi segalanya berawal dari komunikasi. Salah satu bentuk komunikasi adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pillow talk&lt;/span&gt;, yang lazim dilakukan para pasangan menjelang tidur. Karena aktivitas seharian yang bejibun—apalagi kalau keduanya bekerja—mengakibatkan pertemuan hanya intens di malam hari, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pillow talk&lt;/span&gt; merupakan resep jitu berbagi hari. Di dalamnya bisa terjadi tukar pikiran, tukar cerita, atau diskusi mengenai apapun. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pillow talk&lt;/span&gt; adalah sarana mujarab untuk mengembalikan komitmen yang sempat beterbangan dari pikiran setelah dikejar aktivitas seharian. Dibumbui dengan kemesraan, ia bisa juga menjadi sarana &lt;span style="font-style: italic;"&gt;recharge&lt;/span&gt; cinta kasih dan sarana pelepas rindu pada pasangan setelah terpisah seharian. Kadang-kadang malah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pillow talk&lt;/span&gt; bisa menjadi ajang mencari solusi dalam menghadapi permasalahan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pillow talk&lt;/span&gt; adalah salah satu bentuk komunikasi yang paling kusukai. Bercerita ngalor-ngidul sambil merem-melek menahan kantuk, wuahh nikmatnya :D Sayangnya karena beberapa hal di bawah ini, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pillow talk&lt;/span&gt; hanya bisa kami lakukan kadang-kadang.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Suamiku bukan tipe orang yang senang bercerita. Dulu semasa masih tinggal bersama di Cikarang, sementara aku berkisah macam-macam, suami cuma bisa merem-melek dan ujung-ujungnya berkata, “Aku bobok ya”. Halahh…&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam dua tahun pernikahanku, aku hanya sempat mengecap sepuluh bulan tinggal bersama. Otomatis seterusnya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pillow talk&lt;/span&gt; cuma bisa dilakukan selama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;weekend&lt;/span&gt; saja.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah Hanif lahir, ia selalu tidur di tengah-tengah, di antara ayah-bundanya. Selain menjaga agar ia lebih hangat, cara ini sebenarnya lebih pada tindakan pengamanan supaya ia tidak terguling ke bawah :D Ditambah dengan sensitifnya telinga Hanif mendengar sekedar bisikan pun—yang membuatnya terbangun, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pillow talk&lt;/span&gt; selalu gagal dengan suksesnya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Kemarin seusai acara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngundhuh mantu&lt;/span&gt; adik ipar yang berlangsung sampai larut malam, menjelang tidur, tak dinyana dan tak diduga… berlangsunglah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pillow talk&lt;/span&gt; yang selama ini begitu aku rindukan. Yang dibicarakan sih cuma hal yang ringan-ringan saja, tapi itu cukup untuk mengurai kepenatan seharian itu. Ditambah dengan suami yang mengakui kalau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pillow talk&lt;/span&gt; bisa lebih mendekatkan kami dan ditutup dengan kecupan hangat di kening, sempurna sudah malam itu :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Miss you always&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Love you always&lt;/span&gt;, Cintaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*ditulis ketika sang belahan jiwa sedang tugas dinas ke Manado. Teringat kutipan dari Pablo Neruda, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;And one by one the nights between our separated cities are joined to the night that unites us&lt;/span&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-4596993694243122143?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/4596993694243122143/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=4596993694243122143&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/4596993694243122143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/4596993694243122143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2009/11/pillow-talk.html' title='Pillow Talk'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-4306986680842740340</id><published>2009-10-20T10:13:00.002+07:00</published><updated>2009-10-20T10:18:54.875+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='contemplation'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='work'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='friend'/><title type='text'>Judes!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;Wow, hari ini aku tertohok lagi. Oleh sesuatu yang sudah lama aku tahu, tapi tetap saja rasanya sangat sensasional: antara kaget, malu, dan gusar. Simak saja obrolan di kantin pagi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Aku: “Kamu mual-mual ya?” (tanyaku pada seorang teman yang sedang hamil muda)&lt;br /&gt;Teman A: “Iya nih, lebih mual daripada kehamilan pertama.”&lt;br /&gt;Aku: “Aku dulu juga gitu. Mual banget.”&lt;br /&gt;Teman B: (tiba-tiba berceletuk) “Saking mualnya sampai nggak bisa senyum ya?”&lt;br /&gt;Aku: “???”&lt;br /&gt;Teman B: “Iya. Kamu dulu pas awal-awal di sini kan emang nggak pernah senyum. Judes banget…”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shock&lt;/span&gt; mendengar kritik yang begitu jujur seperti itu? Hehehe. Tapi sekarang aku lebih terlatih dalam menghadapi kritik. Tak lagi merasa tersingggung atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nangis bombay &lt;/span&gt;seperti dulu. Melainkan mencoba lebih bijak dan merenungkan semua yang temanku itu katakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm, masa-masa awal aku ada di sini… coba aku ingat-ingat. Yayaya, masa-masa itu memang masa-masa kegelapan hehehe. Kondisi sedang hamil, hormon kacau balau, dan mental jungkir balik membuatku begitu labil. Hampir setiap hari menangis, mencoba meraba-raba apa maksud Allah menempatkanku di sini. Fuuhh, masya Allah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuakui, saat itu aku malas sekali menghadapi hari-hari. Malas sekali pergi ke kantor dan bertemu orang-orang. Rasanya wajar kalau saat itu mukaku jadi sering tertekuk. Aku tahu, bisa jadi waktu itu aku sangat judes. Aku tahuuuuu, tapi tetap saja kenyataan itu agak menyakitkan kalau disampaikan orang ya. Yah, aku maklum. Tidak semua orang paham dengan kondisiku. Tak semua orang tahu bagaimana aku berjuang keras untuk tetap tersenyum. Tak bisa salahkan mereka memang. Yang mereka tahu kan cuma keadaan luarku saja. Tak pernah senyum berarti judes. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;That’s it&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm, rasanya jadi tahu sekarang, kenapa teman B ini termasuk dalam orang-orang yang paling akhir akrab denganku. Mungkin dia juga malas bersosialisasi denganku waktu itu. Sekali lagi, tak bisa salahkan dia memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini membuatku berterima kasih padanya secara pribadi, dan berterima kasih pada Allah secara khusus. Pada Allah aku bersyukur telah diberi kesempatan mengalami campur aduk rasa kehidupan, bersyukur masih diberi cermin untuk instropeksi, dan juga bersyukur telah diingatkan bagaimana sebaiknya berwajah ramah kepada saudara. Yang paling penting, aku juga jadi diingatkan untuk tidak terlampau mudah men-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;judge&lt;/span&gt; orang berdasar penampilan luarnya saja, melainkan juga mencoba memahami dan mengenal orang lain lebih dekat. Karena rasanya sungguh tak enak kalau di-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;judge&lt;/span&gt; semena-mena tanpa tahu sebabnya heuheuheu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya sekarang adalah:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Apakah sebaiknya kita bermuka dua di hadapan orang lain? Hati kita sedih tapi kita tak boleh bersedih? Harus tetap tersenyum kah? Bukankah sedih adalah manusiawi? Hmmm, mungkin sebaiknya cuma menangis di hadapan Allah saja &lt;span style="font-style: italic;"&gt;‘kali&lt;/span&gt; ya. Tapi bisa saja lho, berusaha menyembunyikan perasaan ini dari orang lain malah akan membuat kita makin tertekan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apakah kita harus selalu memuaskan orang lain? Orang ingin lihat kita tersenyum dan ramah terus, atau orang lain ingin kita begini begitu. Haruskah kita melakukan sesuatu demi menyenangkan orang lain? Dan kadang-kadang menafikan keadaan kita sendiri? Hmmm, jadi martir dong kalau begitu.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Meskipun masih ada tanya tak terjawab, tapi instropeksi kali ini terasa nikmat. Terima kasih ya, Allah!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-4306986680842740340?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/4306986680842740340/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=4306986680842740340&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/4306986680842740340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/4306986680842740340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2009/10/judes.html' title='Judes!'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-7909838819730609393</id><published>2009-07-30T11:26:00.001+07:00</published><updated>2009-07-30T11:30:32.712+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='parenting'/><title type='text'>Ketika Anak Tiada</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;Baru saja menulis &lt;a href="http://yustika.blogspot.com/2009/07/karena-setiap-anak-adalah-unik.html"&gt;ini&lt;/a&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;re-post&lt;/span&gt; &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=120454134466"&gt;ini&lt;/a&gt;, pada hari yang sama, aku menghadiri takziyah anak teman sekantor. Teman sekantor ini sudah bapak-bapak, dan anaknya yang meninggal itu berusia sekira dua puluh tahunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya aku ingin bercerita sedikit tentang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;re-post&lt;/span&gt; yang &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=120454134466"&gt;ini&lt;/a&gt; tadi. Sungguh, aku tersedu membaca baris demi baris dalam tulisan itu. Tak terbayang bagaimana batita itu meregang nyawa di tengah kepapaan, masya Allah. Allah pasti sangat mencintainya sedemikian rupa hingga Ia berkenan mengambilnya dari ayahnya yang miskin. Aku yakin semua itu juga pasti yang terbaik dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak punya anak, mata dan hati ini mudah sekali menangis mendengar kisah-kisah tragis tentang anak-anak. Mulai dari pembantaian anak-anak Palestina dalam serangan Israel beberapa waktu lalu, atau sekedar mendengar berita televisi tentang anak yang meninggal dalam mobil karena kehabisan oksigen, tentang anak-anak penderita gizi buruk, tentang anak yang kakinya dilindaskan kereta api oleh ayah tirinya, dan sederet kisah tragis dan kisah ketidakberuntungan lain tentang anak-anak. Masya Allah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke cerita takziyah teman sekantor tadi. Si anak ini memang sudah lama sakit. Waktu dan biaya juga sudah lama terkuras. Mungkin ini memang yang terbaik dari Allah. Kisah ini dan kisah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;re-post&lt;/span&gt; tadi sama-sama bertutur tentang orang tua yang kehilangan anak. Jadi ingat, dalam sebuah film yang pernah kutonton (yang diangkat dari kisah nyata) tokoh utama yang ditinggal mati anaknya, berkata, “Tidak seharusnya orang tua menguburkan anak mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, aku sependapat. Yang lazim adalah anak menguburkan orang tua mereka, bukan sebaliknya. Setiap orang tua di dunia ini pasti berharap bisa melihat anaknya hidup bahagia, sehat, dan sukses. Maka kepedihanlah yang timbul bila ternyata si anak pergi mendahului orang tuanya. Keperihanlah yang menyeruak ketika buah hati yang dicintai pergi meninggalkan kita. Bagaimanapun mereka darah daging kita, yang kepadanya kita memuarakan doa dan harapan, yang untuknya kita rela mengorbankan harta dan nyawa, yang padanya kita tak kuasa melihat kesakitan dan sengsara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teriring doa setulus hati: “Ya, Allah. Senantiasa berikanlah kepada anak(-anak) hamba kesehatan, keselamatan, perlindungan, dan penjagaan. Jauhkanlah ia dari segala penyakit dan marabahaya. Optimalkanlah pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan, fisik, dan emosinya. Jadikanlah ia &lt;span style="font-style: italic;"&gt;qurrota a’yun&lt;/span&gt; bagi kami, jadikanlah ia hambamu yang shalih, jadikanlah ia anak yang berbakti pada orang tua. Serta jadikanlah kami orang tua terbaik baginya, dapat memberikan yang terbaik baginya untuk bekal di dunia dan di akhirat. Amin.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-7909838819730609393?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/7909838819730609393/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=7909838819730609393&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/7909838819730609393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/7909838819730609393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2009/07/ketika-anak-tiada.html' title='Ketika Anak Tiada'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-4672441910796459627</id><published>2009-07-30T10:15:00.001+07:00</published><updated>2009-07-31T08:52:39.074+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='parenting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='family'/><title type='text'>Karena Setiap Anak Adalah Unik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;[dipersembahkan untuk Hanif]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang tua yang dikaruniai anak, adalah hal yang (kadang terasa) otomatis untuk membandingkan anak kita dengan anak orang lain. Sayangnya kita sering terlupa bahwa meskipun hal itu lazim, tapi ia tidak sewajarnya dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Hanif beranjak besar, beberapa kali diri ini melirik anak orang lain yang “sudah bisa tengkurap”, “sudah bisa merangkak”, “sudah bisa berjalan”, dan sederet “sudah bisa” lainnya. Lalu diri ini langsung tersadar ketika menoleh kembali kepada Hanif dan mendapatinya sehat, lincah, ceria, cerdas, tak kurang suatu apa. Aku paham, setiap anak punya waktunya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tak urung hati ini sebal juga kalau ada yang bertanya, “anaknya belum bisa jalan ya?” atau “anaknya belum bisa ngomong ya?”. Apalagi kalau usil berkomentar seperti “wah, nggak berhasil ASI eksklusif ya?”, “kok Hanif belum bisa ini itu…”, atau “wah, kalau anakku sih udah bisa begini begitu…”. Ingin menampar saja orang seperti ini, grrrr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membandingkan dengan anak lain itu (bisa jadi) wajar karena kita tak bisa tahu pencapaian kita tanpa pembanding, sepanjang hal ini dilakukan dalam batas normal, misal: untuk pengontrolan panjang dan berat badan yang sehat. Namun kalau pembandingan ini melangkah kepada pembandingan kemampuan dan perkembangan, kok rasanya agak terlalu usil ya. Bukankah setiap anak diciptakan dengan bakat dan minat tersendiri, termasuk tahapan perkembangannya? Bukankah tidak setiap anak seragam waktu tumbuh giginya, atau waktu berjalan dan berbicaranya, sebagai contoh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh lagi, lihatlah masyarakat kita sekarang. Para orang tua berlomba-lomba mengajari anak mereka membaca dan berhitung serta memaksakan mereka bisa sebelum usia tertentu. Yang lainnya ramai-ramai memasukkan anak mereka ke tempat-tempat les bahasa asing, musik, balet, dan lain-lain. Kalau itu atas keinginan si anak sih tidak masalah, tapi bagaimana kalau itu hanya demi memuaskan obsesi orang tua yang ingin anaknya serba bisa? Apalagi demi memuaskan ego orang tua yang tak mau malu ketika membandingkan (kemampuan atau prestasi) anak mereka dengan anak-anak lain. Duh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu menganggap Hanif adalah mukjizat dan anugrah luar biasa. Sekaligus amanah yang harus dijaga baik-baik. Aku tak ingin membuatnya terluka dengan membanding-bandingkan minusnya dengan anak lain, toh ia juga dikaruniai plus yang lebih banyak. Setiap anak yang dititipkan pada kita adalah pribadi unik yang tak ada duanya, maka berhentilah membanding-bandingkan anak kita dengan anak lain, dan selalu bersyukur kita masih diamanahi karunia yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-4672441910796459627?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/4672441910796459627/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=4672441910796459627&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/4672441910796459627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/4672441910796459627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2009/07/karena-setiap-anak-adalah-unik.html' title='Karena Setiap Anak Adalah Unik'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-3712434031949226648</id><published>2009-07-30T09:37:00.002+07:00</published><updated>2009-07-30T10:15:08.874+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fairytale'/><title type='text'>Tentang Pernikahan (Lagi)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;Tiap kali mendengar kabar tentang pernikahan seseorang, atau tiap kali menerima undangan pernikahan dari seorang teman, tak dapat disangkal aku langsung terhenyak. Detik terasa berhenti sejenak, membawa ingatanku kembali ke saat di mana aku menghadapi pernikahanku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga ketika mendengar kisah atau menemui pasangan pengantin baru yang sedang dimabuk asmara. Kadang merasa geli sendiri. Kadang merasa sinis dan skeptis. Kadang merasa cemburu. Ya, kalau mau jujur pada diri sendiri, sering sekali aku merasa cemburu pada mereka. Cemburu pada kebahagiaan dan binar-binar cinta mereka yang menguar sampai ke mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan pernikahanku sendiri baru berjalan dua tahun tiga bulan. Namun di usianya yang baru seumur jagung itu, aku merasakan pernikahanku telah bertumbuh, telah mencapai fase yang berbeda. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;It’s a great thing to know that it grows with us.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu rasanya dunia hanya milik berdua saja. Aku tak lengkap dan merasa tak berdaya tanpanya. Merinduinya sepanjang waktu. Memujanya habis-habisan. Agak kekanak-kanakan mungkin, tapi ini tipikal khas orang yang jatuh cinta :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini? Hmm, rasanya lebih dewasa dan lebih rasional. Juga lebih realistis dalam memandang kehidupan. Mimpi tentang masa depan tak lagi berbuih-buih seperti awal pernikahan dulu, karena sudah mengalami sendiri perbedaan antara “apa yang kita inginkan” dan “apa yang kita dapatkan”. Dua insan yang dulu dimabuk asmara—sampai lautan rela diseberangi dan gunung rela didaki, kata orang—kini lebih kental sebagai dua orang yang saling bersahabat dan dua orang yang saling melengkapi. Kalau si dia sedang jauh, perasaanku tak lagi dipenuhi oleh rasa tak berdaya seperti dulu. Hidup masih berlanjut, meski terasa pincang—yah, namanya juga manusia normal. Tapi lama-lama aku berhasil &lt;span style="font-style: italic;"&gt;deal with it&lt;/span&gt;. Alih-alih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nangis bombay&lt;/span&gt;, aku lebih suka mengalihkannya untuk sesuatu yang lebih produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Just a word of advice, don't do such LDR if you can. Although it has made our relationship grow in a special way that a normal couple might not have it, which I can then say that these hard time worth, still... nothing can be better than having him besides you.&lt;/span&gt; (&lt;a href="http://fuzzydesi.blogspot.com/"&gt;Desiree&lt;/a&gt;)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Aku rasa kata-kata Desi benar adanya. Setiap kehidupan pernikahan—milik siapapun itu—punya plus minusnya sendiri, punya riak-riaknya sendiri. Kehidupan pernikahanku yang tidak ideal akibat terpisahnya kami ternyata memiliki sisi positif tersendiri. Kalau mengutip kata-kata Desi: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;LDR has made our relationship grow in a special way that a normal couple might not have it, which I can then say that these hard time worth&lt;/span&gt;. Seiring dengan lahirnya Hanif dan berjalannya waktu, kemandirianku menjadi jauh lebih kuat. Mentalku juga lebih tahan banting dan tidak se-melankolis dulu. Aktualisasi diri kami terpenuhi secara bebas, dan kami juga punya lebih banyak waktu untuk diri sendiri (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;me-time&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;still... nothing can be better than having him besides you&lt;/span&gt;. Namanya juga pernikahan, idealnya memang harus dilalui seatap bersama. Kadang-kadang rindu sekali diri ini pada labuhan asa tempat menumpahkan segala curhat dan penat, atau sekedar teman ngobrol melewatkan malam. Rindu sekali diri ini pada sosok mitra bertukar pikiran dan merancang masa depan. Karena ketika bertemu setiap akhir pekan, waktu yang tercipta di antara kami selalu hanya berpusat pada Hanif—aku maklum, kalau sudah ada anak, si istri biasanya terlupakan :p (lebih-lebih karena si dia memang jarang bertemu Hanif).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melewati dua tahun pernikahan, detil-detil kecil yang manis seperti kecupan, pelukan, colekan nakal, kerlingan genit, dan sebangsanya, sudah jauh berkurang. Entah terlupakan, entah tak lagi dianggap penting (terutama olehnya *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sigh&lt;/span&gt;*). Wajar kalau aku sering merasa cemburu pada pasangan pengantin baru, karena pada mereka, biasanya detil-detil kecil yang manis ini sangat melimpah. Pertemuan akhir pekan yang singkat kadang tak memberi ruang untuk curhat dan diskusi panjang, karena perhatian terlanjur habis untuk Hanif. Seandainya kami bisa bertemu lebih sering, sehingga perhatian untukku juga seimbang dengan perhatian untuk Hanif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, hidup terlalu indah untuk dihabiskan dengan berandai-andai. Maka kusyukuri saja semuanya. Ketika akhir pekan tiba, dan kuberikan waktu sepuasnya bagi Hanif untuk berinteraksi dengan ayahnya, aku menyibukkan diri dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;my me-time&lt;/span&gt;. Kapan lagi aku bisa menulis, membaca buku, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;online&lt;/span&gt;, pergi senam, atau ke salon dengan nikmat tanpa diganggu Hanif? Alhamdulillah, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;there’s always a silver lining in every clouds&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, pernikahanku baru seumur jagung. Masih panjang jalan terbentang, masih banyak tugas yang harus dikerjakan, masih banyak tanggung jawab yang harus ditunaikan. Ini baru permulaan. Hidup tak pernah sempurna, begitu juga kita, pasangan, dan pernikahan kita. Dalam hidup, kita tak selalu mendapatkan apa yang kita inginkan, maka syukuri saja apa yang sudah kita miliki. Menikah itu gampang. Menjaganya tetap utuh dan seimbang—seimbang lahir-batin, seimbang dunia-akhirat… itu yang susah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan terkait:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://yustika.blogspot.com/2009/02/pernikahan.html"&gt;Pernikahan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://yustika.blogspot.com/2008/02/ldr.html"&gt;LDR&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://yustika.blogspot.com/2007/06/suamiku-kekasihku.html"&gt;Suamiku Kekasihku&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-3712434031949226648?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/3712434031949226648/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=3712434031949226648&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/3712434031949226648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/3712434031949226648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2009/07/tentang-pernikahan-lagi.html' title='Tentang Pernikahan (Lagi)'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-218306235352393279</id><published>2009-06-24T08:54:00.000+07:00</published><updated>2009-06-24T09:00:52.364+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='contemplation'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='life'/><title type='text'>Idealisme Vs Realitas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;Aku sering takjub bagaimana waktu bisa begitu mengubah hidup seseorang. Aku tak terlalu paham apa yang telah terjadi, tapi melihat beberapa respon dari teman-teman… tampaknya saat ini aku telah berubah menjadi seseorang yang skeptis dan sinis. Kesadaran ini datang dari “ketersinggungan” beberapa teman atas komentar-komentar yang aku lontarkan. Hmm, benarkah? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Am I being skeptical and cynical?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada suatu masa dalam hidupku di mana segala sesuatu yang tampak dalam benak rancangan hidup adalah kehidupan yang serba idealis. Dari pemahamanku tentang peran utama seorang perempuan, waktu itu aku sangat berharap bisa menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stay-at-home mom&lt;/span&gt;. Atau kalaupun berkarir, bisa berkarir dari rumah. Nyatanya Allah menakdirkan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal pernikahan, terinspirasi dari romantisme masa kecil tentang negeri dongeng, hal yang terbayang adalah sebuah pernikahan yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;happily ever after&lt;/span&gt; tanpa tetek bengek yang menyusahkan. Tak ada bayangan cerita soal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;princess&lt;/span&gt; yang kebingungan mencari dayang untuk mengasuh anak-anaknya karena ia harus bekerja sementara pangeran tinggal beda kota dan beda istana, atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;princess&lt;/span&gt; yang tidak akur dengan mertua, atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;princess&lt;/span&gt; yang bertengkar dengan pangeran, misalnya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Let me tell you, there is no such a fairytale.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hidup berbenturan dengan idealismeku, maka yang menang adalah hidup. Hidup mengajarkanku bahwa ia tak seindah bayangan. Ya ya ya, terdengar klise memang. Tapi sungguh, ketika akhirnya kita lulus kuliah, bekerja, dan menikah… maka itulah sebenar-benar hidup. Kita dihadapkan pada kerasnya kehidupan dunia. Tak ada lagi hal-hal yang serba ideal, serba manis… yang ada hanya sikap realistis bahwa hidup tak semulus dan seindah yang dibayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dari pengalaman seperti itulah, aku jadi agak bersikap ajaib terhadap teman-teman yang masih hidup dalam idealisme mereka. Seakan ingin membangunkan mereka dari mimpi yang melenakan. Ingin berseru pada mereka, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wake up! There is no such a fairytale…&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak sirik. Apalagi iri. Karena aku yakin bahwa hidup punya takdirnya masing-masing—sesuatu yang wajib juga kita syukuri, karena takdir Allah pastilah yang terbaik. Aku hanya ingin mengingatkan mereka: ada banyak hal pahit dalam hidup ini. Bila hal pahit itu belum datang pada mereka, jangan terlampau senang. Karena tak mungkin Allah membiarkan hidup hamba-Nya mulus dan lempeng tanpa ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu, pencapaian yang sederhana berawal dari mimpi yang melangit. Aku tidak melarang orang bermimpi setinggi langit. Tapi kalau lantas hal itu membuat mereka tidak realistis, ya tidak sehat juga rasanya. Hanya ingin mengingatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, mungkin itu ya yang membuatku menjadi (terlihat) begitu skeptis dan sinis memandang kehidupan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;Kisah lain tentang idealisme vs realitas ada di &lt;a href="http://mataharikumataharimu.multiply.com/journal/item/59"&gt;sini&lt;/a&gt;. Baca saja. Bagus untuk renungan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-218306235352393279?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/218306235352393279/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=218306235352393279&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/218306235352393279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/218306235352393279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2009/06/idealisme-vs-realitas.html' title='Idealisme Vs Realitas'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-5421664939038775275</id><published>2009-06-15T14:54:00.000+07:00</published><updated>2009-06-15T14:57:12.634+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='work'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='friend'/><title type='text'>Sosialisasi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;Masalah klasik yang selalu hadir dalam keseharian seorang ibu muda adalah sulitnya bergaul atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hang out&lt;/span&gt; dengan teman. Maklum, anak masih kecil dan masih suka bergelung di pelukan bundanya. Atau kalau tidak, bundanya yang sering kangen dan tidak tahan meninggalkan si kecil lama-lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tipe yang senang main dan jalan-jalan. Apalagi kalau teman-teman yang ikut cukup banyak. Sebelum menikah, tak pernah terbayangkan bahwa kehidupan sosial di luar rumah akan “terkorbankan” seperti ini. Pastinya kesadaran tentang itu tetap ada. Hanya tak pernah berpikir bahwa hal ini akan menjadi masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, sebetulnya bukan masalah yang gawat juga sih. Sempat merenung sejenak soal ini ketika beberapa waktu lalu suami mengeluh bahwa kehidupan sosialnya dengan teman-teman sekantor tidak berjalan seperti yang ia harapkan. Pasalnya, tiap akhir pekan ia mesti ke Bandung menyambangi anak istrinya, sementara biasanya justru di akhir pekan teman-temannya mengadakan acara. Sebut saja acara pernikahan, sebagai contoh. Untuk itu ia harus memilih, absen dari acara itu atau absen dari anak istrinya. Bukan pilihan yang menyenangkan kalau ia harus terus-terusan absen dari acara pernikahan teman-temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan aku? Sama saja. Akhir pekan seperti jadi harga mati untuk berada di rumah, karena saat itu suami datang. Bisa ditebak, akhir pekan bakal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;full&lt;/span&gt; untuk anak dan suami, dan terpaksa harus menepis ajakan teman-teman untuk sekedar bertemu atau jalan-jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya tak akan jadi pelik kalau teman-teman sejawat juga sudah sama-sama punya anak. Jadi kan bisa seperti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;family gathering&lt;/span&gt;. Sayangnya sebagian besar belum menikah, dan acara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hang out&lt;/span&gt; selalu identik dengan gaulnya kaum lajang. Tak enak juga kalau dalam acara-acara seperti itu kita sendiri yang mengajak anak dan suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu kali aku tak diajak dalam acara kumpul-kumpul. Entah karena aku yang terlalu sering menolak ajakan sejenis—karena alasan yang sudah aku ungkapkan di atas—atau memang karena kuota sudah terlalu banyak, yang jelas: ada sebersit rasa tak dianggap. Mungkin aku sedang agak sensitif juga sih waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah juga suatu kali aku ikut acara karaoke selepas maghrib hingga malam. Meskipun hati agak tak tenang karena sudah seharian meninggalkan Hanif di rumah, aku ikut juga karena ingin berpartisipasi dalam acara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hang out&lt;/span&gt; teman-teman, dan supaya kejadian “tak dianggap” di atas tidak terulang. Sedikit memaksakan diri dan merasa bersalah setelahnya. Duh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kalau dipikir-pikir, hanya aku di kantor ini yang notabene seorang ibu muda namun tetap eksis di acaranya kaum lajang kantor. Ibu-ibu muda yang lain lebih memilih untuk cepat-cepat pulang menjumpai anak. Bukannya aku tak sayang anak. Ini lebih kepada upaya untuk tetap eksis dalam dunia sosialisasi kantor. Tak dapat kupungkiri, aku masih mencari formula yang tepat untuk memposisikan diri di antara rumah dan luar rumah. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;So, any suggestion?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-5421664939038775275?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/5421664939038775275/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=5421664939038775275&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/5421664939038775275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/5421664939038775275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2009/06/sosialisasi.html' title='Sosialisasi'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-4935543959756996318</id><published>2009-06-12T09:50:00.002+07:00</published><updated>2009-06-12T09:53:19.625+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='friend'/><title type='text'>Narsis!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;Ada seorang teman yang selalu membuatku merasa terintimidasi lewat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;update&lt;/span&gt; cerita, foto, dan komentar yang mengindikasikan keberhasilan dan pencapaiannya, di sebuah situs jejaring sosial. Semula aku mencoba berprasangka baik. Mungkin dia ingin membagi kisah suksesnya untuk memberi inspirasi bagi orang lain, atau sekedar berbagi cerita untuk menularkan kebahagiaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi lama-lama kok jadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;eneg&lt;/span&gt;. Pasalnya, tiap kali aku berkomentar atau memberi pujian sedikit, dia makin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngelunjak&lt;/span&gt;. Komentar balasannya bernada meremehkan atau memberi indikasi-indikasi keberhasilannya berikutnya. Seakan-akan dia yang paling berhasil dan orang lain tidak seberhasil dia, atau orang lain tidak tahu apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bah! Sebenarnya maksud dia apa ya. Sebal sekali aku melihatnya. Sekaligus mengelus dada, betapa banyaknya media yang bisa dijadikan ajang narsisme sekarang ini. Juga betapa banyaknya orang yang menyalahgunakan media-media tersebut menjadi ajang narsisme untuk pamer pencapaian. Jadi ingat tulisan &lt;a href="http://raygava.multiply.com/journal/item/61"&gt;ini&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=216255565256&amp;amp;comments#/note.php?note_id=193604250234"&gt;ini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Well&lt;/span&gt;, sebenarnya mau narsis atau tidak narsis… itu hak setiap orang. Tapi kalau hal itu lantas membuat dia menyombongkan diri dan meremehkan orang lain… itu yang aku TIDAK SUKA.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-4935543959756996318?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/4935543959756996318/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=4935543959756996318&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/4935543959756996318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/4935543959756996318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2009/06/narsis.html' title='Narsis!'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-3777814396224864787</id><published>2009-06-12T09:47:00.001+07:00</published><updated>2009-06-12T09:50:10.760+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='daily'/><title type='text'>Dua Sembilan ??</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;Ketika aku mempersiapkan pernikahanku dua tahun silam, beberapa pihak terkait tidak percaya akan usiaku yang menjelang dua puluh lima waktu itu. Mereka pikir usiaku masih di bawah itu (baca &lt;a href="http://yustika.blogspot.com/2007/03/awet-muda.html"&gt;ini&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang pun aku masih sering dikira lebih muda daripada usiaku sebenarnya. Anak-anak PKL di kantor sering memanggilku “Mbak” dan tidak mengira aku sudah punya anak, bahkan ada satu yang mengira aku masih kuliah dan sedang PKL juga ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika aku mengingat kejadian sore itu, aku bisa terkikik sendiri. Kira-kira begini nih dialog antara aku dan Apriel—teman di tempat senam—waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Apriel : “Bu, hari ini aku ulang tahun lho.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku: “Oh ya? Selamat ya. Yang keberapa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apriel: “Dua puluh tiga, Bu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku: “Wah, masih muda ya. Selisih… umm… empat tahun sama aku nih.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apriel: “Ha? Cuma empat tahun? Jadi ibu dua tujuh ya. Aku kira ibu dua sembilan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku: “Haaaa?? Dua sembilan???”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Giliran aku yang ternganga. Memangnya tampangku setua itu ya? *garuk-garuk kepala*&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-3777814396224864787?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/3777814396224864787/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=3777814396224864787&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/3777814396224864787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/3777814396224864787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2009/06/dua-sembilan.html' title='Dua Sembilan ??'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-1921123401744988477</id><published>2009-06-02T16:23:00.000+07:00</published><updated>2009-06-02T16:30:09.362+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fairytale'/><title type='text'>Lika-Liku Laki-Laki</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;Dalam kesempatanku mengunjungi kembali rumah kami di Cikarang akhir Mei lalu, tak ada yang lebih mengejutkan selain berita itu. Tetangga yang kami kenal baik, sebut saja pasangan suami istri Bu M dan Pak J, sedang dalam proses bercerai. Berita itu kudengar dari asisten rumah tangga mereka ketika aku sedang mengasuh Hanif di jalan depan rumah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mataku, mereka adalah pasangan ideal. Sama-sama satu rumpun sebagai orang Jawa, yang satu cantik dan yang satu ganteng, satu almamater di UGM, dua-duanya sukses dalam karir, dan dikaruniai seorang putri cantik yang menyenangkan. Mereka ini pasangan muda, paling-paling keduanya masih di kisaran usia pertengahan 30-an. Putri mereka saja masih kelas 1 SD. Secara materi, mereka berkecukupan. Rumah bagus, dua kali lebih luas daripada rumah lain—karena mereka membeli dua rumah berdampingan lalu dijadikan satu, serta dilengkapi dua mobil pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan mereka pun tampak menyenangkan. Selalu tampil sebagai keluarga harmonis dan bahagia. Selalu tampak rukun dan saling mendukung. Yah, setidaknya seperti itulah kesan yang kutangkap ketika aku tinggal di sana dulu. Tapi di balik kehidupan ideal itu, ada sesuatu yang harus dikorbankan: waktu Pak J. Sebagai karyawan ASTRA yang berkantor di Sunter, tiap hari Pak J harus pergi pagi-pagi dan pulang larut malam. Waktu luang untuk keluarga hanya ada di akhir pekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak pernah mengira mereka akan berakhir seperti ini. Dengar-dengar dari asisten itu (Ya Allah, bukan maksud hamba bergosip, asisten itu yang bercerita sendiri sementara hamba diam saja) Pak J sudah menikah dengan sekretarisnya di kantor dan sudah pisah ranjang dengan Bu M dua bulan ini. Mereka bercerai karena Bu M tidak mau dimadu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu ketika putri mereka sedang bermain bersama Hanif, aku memandangnya iba. Aku ingat betapa riangnya ia tiap kali mereka bertiga berkumpul atau meluangkan waktu bersama. Sebagai anak dari kedua orang tua yang berkarir, waktu dengan ayah bundanya tentu menjadi hal yang mahal, hal yang membuatnya berbinar. Kini ia terpaksa bermain-main sendiri karena bundanya jadi sakit-sakitan akibat kejadian ini. Aku miris membayangkannya merindui ayahnya. Aku miris membayangkannya merindui keceriaan bundanya. Aku miris karena ia terpaksa harus jadi anak tunggal korban perceraian, tak ada saudara tempat berbagi. Masya Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terhenyak. Tak tahu harus berpendapat apa. Terlepas dari siapa yang bersalah, aku ingin membahas hal ini sedikit. Sebenarnya, apa sih yang membuat para suami pindah ke lain hati? Mengingat mereka ini pasangan muda, seharusnya jenuh atau bosan bukan faktor utama. Seharusnya kenangan merajut impian di masa-masa awal pernikahan masih jelas terpatri. Mengapa semudah itu jatuh ke pelukan perempuan lain? Apakah karena jarang bertemu dengan sang istri? Apakah karena lebih sering bertemu dengan si sekretaris?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau jawabannya ya, alangkah mengerikannya kehidupan Jakarta. Faktor jarak dan waktu merampas kehidupan keluarga. Demi alasan bisnis, keluar dengan perempuan lain menjadi hal biasa. Ingat bahwa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;witing tresna jalaran saka kulina&lt;/span&gt;. Apa karena itukah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati laki-laki seperti gua. Gelap dan sulit diraba. Aku tak pernah mengerti jalan pikiran mereka, juga hati mereka. Mengapa suatu saat mereka bisa sangat romantis, lalu mengapa kali lain juga bisa menyakiti hati perempuan sedemikian rupa? Apa yang laki-laki cari dalam diri seorang perempuan? Apakah ikatan suci pernikahan tak ada maknanya? Apakah anak-anak tak ada artinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah begini, aku jadi ngeri membayangkan kehidupan Jakarta. Yang tak kuat iman bisa tergoda. Lihat saja berita-berita di televisi itu, betapa godaan perempuan maha dahsyatnya. Aku sadar sepenuhnya, kehidupan pernikahanku yang sangat tidak ideal karena hidup terpisah dengan pasangan—kalau dipikir-pikir—rentan dengan hal-hal semacam ini. Sementara umur pernikahan ini baru seumur jagung, masih terus membangun komunikasi—yang tak juga kunjung solid. Semoga Allah menyelamatkan dan menjaga kami.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-1921123401744988477?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/1921123401744988477/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=1921123401744988477&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/1921123401744988477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/1921123401744988477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2009/06/lika-liku-laki-laki.html' title='Lika-Liku Laki-Laki'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-4840107457573494042</id><published>2009-06-02T16:18:00.000+07:00</published><updated>2009-06-02T16:20:53.329+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='parenting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='family'/><title type='text'>Ayahku Idolaku</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;Dulu ketika aku menjalani masa kehamilan dan masa awal lahirnya Hanif, aku hampir selalu khawatir bila Hanif tidak punya figur kuat tentang ayahnya. Kehadiran ayahnya yang cuma dua hari setiap minggu cukup beralasan untuk membuatku berpikir bahwa ia tidak akan pernah bisa akrab dan dekat dengan ayahnya. Bagiku ini adalah masalah pelik, mengingat ia laki-laki dan butuh figur ayah sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;role model&lt;/span&gt;. Ternyata dugaanku meleset.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap kali Ayah datang, Hanif dengan semangat empat lima menyongsongnya. Sambil tertawa-tawa riang, ia menghambur ke pelukan Ayah. Selanjutnya bisa ditebak. Selama akhir pekan, tak mau dia pisah dari Ayah. Inginnya bermain-main terus bersama Ayah, tak peduli malam sudah larut sekalipun. Bunda jadi tak laku, apalagi si Mbak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdua, mereka memainkan permainan yang tak pernah Hanif mainkan bersama Bunda. Permainan laki-laki, sebut Bunda. Seperti loncat-loncatan, jungkir balik, gendong-gendongan di atas pundak dan punggung, dan sederet permainan lain yang Bunda males mainkan karena bikin capek, hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukurlah kalau Hanif sangat dekat dengan Ayah. Meskipun masih kecil, ia sudah punya ikatan dengan Ayah. Tak apalah Bunda tak laku, toh jadi malah bebas punya waktu untuk diri sendiri, hehehe.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-4840107457573494042?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/4840107457573494042/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=4840107457573494042&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/4840107457573494042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/4840107457573494042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2009/06/ayahku-idolaku.html' title='Ayahku Idolaku'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-2373444604936272141</id><published>2009-06-02T16:05:00.001+07:00</published><updated>2009-06-02T16:18:16.525+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='work'/><title type='text'>Senior = Tidak Nyaman ??</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;Dalam dunia kerjaku di kantor, selain kegiatan rutin yang menjadi tupoksi (tugas pokok dan fungsi) sehari-hari, aku juga terlibat dalam kegiatan dua tim pelaksana—yaitu Tim Web dan Tim Inventaris Barang Milik Negara—serta kepanitiaan Seminar Nasional 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, rekan kerja maupun rekan tim mayoritas adalah anak-anak muda yang sebaya denganku. Oleh karena itu, aku sangat terbiasa dengan gaya dan dunia yang hampir sama. Pertama kali ikut serta dalam rapat Tim Inventaris Barang Milik Negara, aku kaget juga. Ternyata sebagian besar anggota yang lain sudah jauh lebih senior. Olala!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah senioritas seharusnya bukan masalah besar. Tapi tetap saja, hal itu menyisakan banyak kecanggungan buatku. Yah, bayangkan bila selama ini kerap beradu diskusi dengan teman yang seumuran, kini tiba-tiba berhadapan dengan bapak-bapak dan ibu-ibu yang seumur papi-mamiku. Bagaimana tidak kaget, adaptasinya harus seperti apa, coba. Cara kerjanya berbeda, cara berpikirnya berbeda, bahkan guyonannya pun berbeda. Fiuhh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya aku tahu, cepat atau lambat aku pasti akan berurusan dengan para senior juga. Cuma kok ya masih terkaget-kaget saja. Ada selintas pikiran negatif, bahwa bekerja dalam tim ini tidak akan senyaman seperti di tim lain yang sudah-sudah. Huh, lagi-lagi masalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;comfort zone&lt;/span&gt; yah. Masalah klasik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;positive thinking&lt;/span&gt; sajalah. Jalani dengan sebaik-baiknya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Have fun&lt;/span&gt; saja, barangkali ini malah kesempatan baik untuk menggali ilmu dari para senior itu. Ayo Yustika, semangatttt!!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-2373444604936272141?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/2373444604936272141/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=2373444604936272141&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/2373444604936272141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/2373444604936272141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2009/06/senior-tidak-nyaman.html' title='Senior = Tidak Nyaman ??'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-8830876428106682812</id><published>2009-05-29T17:49:00.002+07:00</published><updated>2009-06-01T08:49:17.423+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='parenting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='family'/><title type='text'>Ketika Hanif Harus Dioperasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SiMzRvNPFuI/AAAAAAAAAHo/25UY-y0YITM/s1600-h/02052009188.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SiMzRvNPFuI/AAAAAAAAAHo/25UY-y0YITM/s200/02052009188.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342169962814314210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;[catatan 6 Mei 2009]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir pekan ini terasa singkat. Peristiwa demi peristiwa berlangsung cepat dan terasa seperti mimpi. Seperti baru kemarin aku pulang dari &lt;i&gt;clearance sale&lt;/i&gt; di lantai dasar BIP itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ceritanya, Jumat 1 Mei itu, sepulang kerja aku tidak langsung ke rumah. Aku pergi ke BIP untuk membeli bahan makanan Hanif dan berencana ke BEC untuk mengambil &lt;i&gt;notebook&lt;/i&gt; yang hampir seminggu tak kunjung selesai juga perbaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti layaknya perempuan biasa di awal bulan ketika melihat &lt;i&gt;clearance sale&lt;/i&gt; besar-besaran, aku tergoda mampir ke gerai di lantai dasar BIP, lalu menghabiskan waktu hampir satu setengah jam untuk memilih dan mencoba baju. Tak tahu saat itu di rumah Hanif sedang menangis kencang karena kesakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di rumah, aku merasa ada sesuatu yang gawat (halah!). Mbak Nunung, asisten rumah tanggaku yang biasanya cuma bekerja setengah hari, masih ada di situ sambil menggendong Hanif yang merintih. Mbak Sari, pengasuh Hanif, bilang Hanif baru saja menangis kencang seperti yang sudah-sudah. Keduanya menunjukkan padaku benjolan keras di atas skrotum Hanif (kalau di perempuan, posisinya mungkin sejajar sama rahim) sebelah kanan. Seketika hatiku berdesir. Hanif harus dibawa ke dokter saat itu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa ganti baju atau kerudung, aku langsung memacu motor ke RS St. Borromeus memboncengkan Mbak Sari dan Hanif (nasib jadi &lt;i&gt;single parent&lt;/i&gt; di hari kerja begini). Bingung harus ke mana (karena dokter spesialis anak dan dokter umum sudah pada tutup, posisi waktu ada di pukul 19.20), aku menuruti saran suster untuk langsung ke dokter bedah. Diagnosis dr. Arthur Tobing, Sp.B (dokternya baik dan ramah banget bo!) langsung bilang bahwa itu hernia dan disuruh langsung rawat inap. Aku bengong, nggak ada persiapan apapun untuk rawat inap. Makin bengong lagi setelah dokternya bilang, kalau benjolan masih ada juga dalam beberapa jam observasi ke depan, Hanif harus dioperasi malam itu juga (hah?!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mendengarkan omongan dokter, ingatanku terbang. Sudah ada sebulan ini Hanif kadang menangis kencang. Kadang seminggu dua kali atau sekali. Kalau sudah menangis seperti itu, bisa makan waktu sejam lebih... nggak mau diam juga. Dokter juga menyebutkan beberapa gejala hernia, antara lain jadi susah BAB dan muntah-muntah. Hmm, Senin lalu Hanif memang sempat sembelit. Tapi setelah BAB (meski dengan perjuangan ekstra keras sampai nangis-nangis kencang), dia sudah ceria lagi. Jadi kupikir itu sembelit biasa. Hmmm, lalu malam Rabu dia juga muntah-muntah 7-8 kali semalaman. Tapi setelah bisa tidur, paginya dia sudah biasa lagi. Jadi kupikir itu masalah kembung biasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya dokter langsung bilang kata “operasi“, karena gejalanya sudah cukup lama. Takut terlambat, takut usus sudah telanjur terjepit katanya. Jadi karena usus terjepit, sirkulasi makanan dan udara jadi tidak lancar. Akibatnya, susah BAB dan kembung trus muntah-muntah deh. Siyyal, kenapa aku nggak curiga sebelumnya yak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sedang menunggui observasi Hanif di UGD, suamiku datang. Tadi sempat kutelepon untuk langsung datang ke UGD saja sesampainya dari Jakarta. Menimbang-nimbang sebentar, kami akhirnya setuju untuk operasi. Sepertinya terlalu berbahaya kalau operasi ditunda, mengingat gejalanya sudah cukup lama. Ingin menangis rasanya melihat Hanif kesakitan begitu. Ya sakit karena hernia, juga sakit karena ditusuk jarum infus sampai tiga kali. Sampai tersengal-sengal dia, saking lama dan kencang nangisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 22.10, tiga jam setelah dibawa ke RS, Hanif masuk ruang operasi. Masya Allah, nggak kebayang aja, anak sekecil dia harus dioperasi. Kalau orang lain mungkin ada ya. Tapi ini terjadi pada anak sendiri, membayangkannya saja tidak pernah. Aku sempat menggendong Hanif sebentar, sebelum akhirnya terpaksa melepasnya pergi digendong suster ke balik pintu kamar operasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu di ruang tunggu, aku duduk sendiri. Suamiku pulang untuk mengantar Mbak Sari dan mengambil baju-baju Hanif. Pikiranku berkecamuk ke mana-mana. Semua terasa seperti mimpi. Masih setengah sadar kalau saat itu tengah menunggui Hanif dioperasi. Alhamdulillah doa dan dukungan terus mengalir, lewat sms, telepon, dan Facebook (hihihi, teteupp aja fesbukan). Aku jadi merasa tidak sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operasi berjalan satu seperempat jam. Setelahnya aku dipanggil ke dalam untuk menunggui Hanif yang masih setengah sadar. Dokter bilang operasi lancar. Ternyata usus Hanif benar sudah terjepit. Untung nggak sampai biru, kata dokter. Kalau yang versi parah, setelah usus terjepit, membiru, lalu jadi infeksi dan bisa membusuk. Kalau sudah busuk kan harus dipotong dan dibuang. Hiiii, ngeriii. Alhamdulillah belum terlambat bagi Hanif. Untung tadi kami langsung setuju operasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu menjelang subuh, Hanif sadar sepenuhnya. Menangis lah dia, rupanya lapar dan haus. Setelah kenyang disusui, langsung tidur lagi sampai jam sembilan pagi, hehehe. Setelahnya, semua berjalan lancar. Hanif bisa ceria lagi. Tingkah polahnya sudah ke sana kemari, seperti tak pernah sakit saja dia. Karena progresnya terus membaik, Minggu pagi dokter memutuskan Hanif boleh pulang. Tinggal perawatan luka operasinya saja yang harus hati-hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;So, here I am&lt;/i&gt;. Mencoba mengambil hikmah dari segala yang terjadi. Kata mamiku, seorang ibu adalah dokter pertama anaknya. Ibu-lah yang harus pertama tahu kalau ada hal yang tidak beres pada anaknya, yang pertama &lt;i&gt;aware&lt;/i&gt; kalau anaknya sakit. Berarti parah juga aku yak, sampai Hanif harus dioperasi begitu. Hhh, merasa tidak becus jadi ibu nih. Lagi-lagi merasa bersalah karena &lt;i&gt;spend a lot of time&lt;/i&gt; di luar rumah dan tidak ada di sana ketika sesuatu terjadi pada Hanif (ini yang aku benci dari menjadi-ibu-bekerja). Hmm, rasanya &lt;i&gt;skill&lt;/i&gt; keibuanku harus diasah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih untuk semua yang peduli dan telah mendoakan ya. Atas perkenan Gusti Allah dan doa kalian, semuanya lancar jaya (mengutip kata-kata Nana, hehehe). Rencana akhir pekan yang semula akan jalan-jalan ke pameran buku Kompas – Gramedia di Sabuga, jalan-jalan ke Cikarang dan Jakarta, serta menghadiri pernikahan Baso, ternyata harus diganti dengan jalan-jalan di rumah sakit. Alhamdulillah, peristiwa ini makin menjadikan kami bersyukur bahwa hidup dan kesehatan adalah anugerah, dan bahwa Hanif adalah karunia dan amanah yang harus kami jaga baik-baik. Memang benar skenario Gusti Allah yang terbaik. &lt;i&gt;There’s always a silver lining in every cloud&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-8830876428106682812?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/8830876428106682812/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=8830876428106682812&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/8830876428106682812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/8830876428106682812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2009/05/ketika-hanif-harus-dioperasi.html' title='Ketika Hanif Harus Dioperasi'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SiMzRvNPFuI/AAAAAAAAAHo/25UY-y0YITM/s72-c/02052009188.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-3462232294840947456</id><published>2009-04-06T15:19:00.002+07:00</published><updated>2009-04-06T15:27:07.695+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='contemplation'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='life'/><title type='text'>Indah Pada Waktunya</title><content type='html'>&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Dalam hidupku, beberapa kali aku melihat rumput tetangga tampak lebih hijau. Dulu ketika aku nggak lulus-lulus kuliah, aku sering mengeluh pada-Nya... bahwa hidupku tak semulus hidup orang lain. Kenapa si anu sudah begini, kenapa si anu sudah begitu, kapan datangnya waktuku, dan masih banyak lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Saat ini, melihat kembali perjalanan hidupku, aku jadi malu sendiri. Memang skenario-Nya yang terbaik, menjadikan segala sesuatu dalam hidupku indah pada waktunya. Tidak terlalu lambat, juga tidak terlalu cepat. Melainkan tepat pada waktunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;                      &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;So, here are some milestones of mine:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2006&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Lulus kuliah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2007&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Beli rumah (sama calon suami waktu itu)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Nikah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2008&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Dapat kerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Hanif lahir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2009&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;SK PNS turun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" &gt;Alhamdulillah. Syukur tak terkira atas segala nikmat-Nya. Resolusi dan &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;milestone&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" &gt; lain menyusul ya ;)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-3462232294840947456?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/3462232294840947456/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=3462232294840947456&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/3462232294840947456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/3462232294840947456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2009/04/indah-pada-waktunya.html' title='Indah Pada Waktunya'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-7642311682558786481</id><published>2009-04-06T15:11:00.002+07:00</published><updated>2009-04-06T15:19:31.115+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='contemplation'/><title type='text'>Manisnya Berbagi</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Satu hal yang amat kukagumi dari suamiku adalah kemurahan hatinya. Dibesarkan dalam keluarga yang mengerti benar tentang arti kesederhanaan, ia tidak lantas bersikap &lt;i style=""&gt;eman&lt;/i&gt; terhadap miliknya. Suka sekali ia memberi, terutama terhadap orang-orang yang memang layak menerima.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Sore itu, kami termangu di lobi BIP, memandangi hujan yang turun dengan lebatnya. Parkir motor ada di seberang jalan, dan kami sama sekali tidak membawa payung. Di pinggir jalan, cukup ramai orang menawarkan ojek payung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;”Kita nekat saja yuk. Kasihan Hanif nunggu di rumah. Kita ke motor pake ojek payung, sekalian ngasih rejeki,” kata suamiku seraya meraih payung yang dipegang ojek payung di depannya, yang adalah seorang anak kecil. Ya, anak kecil. Dari obrolan selintas lalu, dia baru kelas 3 SD. Suamiku memilihnya karena ia lebih layak menerima dibanding ojek-ojek payung yang lain, yang rata-rata lebih dewasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Di parkir motor, suamiku menyuruhku memberi anak itu lebih dari dua kali lipat tarif ojek payung yang normal. Terus terang kami lebih suka memberi dengan cara seperti ini daripada memberi kepada peminta-minta. Memberi dengan cara ini bagai memberi kail, bukan ikan. Memberi dengan cara ini mengajari orang berusaha, bukan meminta-minta. Dan tentu, memberi lebih daripada yang ia layak terima adalah kebahagiaan tersendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Subhanallah, satu momen lagi dalam hidupku, aku diajari suamiku arti memberi. Binar mata dan ucapan terima kasih anak itu lebih dari cukup untuk membuat hatiku berdesir haru sore itu. Hmm, begini rasanya: bahagia karena memberi. Alhamdulillah masih diberi-Nya kesempatan untuk merasakan bahagia versi ini.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-7642311682558786481?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/7642311682558786481/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=7642311682558786481&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/7642311682558786481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/7642311682558786481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2009/04/manisnya-berbagi.html' title='Manisnya Berbagi'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-514145036386419723</id><published>2009-04-06T14:52:00.003+07:00</published><updated>2009-04-13T15:36:58.494+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='vacation'/><title type='text'>Liburan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/Sdm2KQqffdI/AAAAAAAAAHg/X3-OrzeOVJA/s1600-h/IMG_2969edit.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/Sdm2KQqffdI/AAAAAAAAAHg/X3-OrzeOVJA/s320/IMG_2969edit.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321484722103090642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Karena Maret lalu KTP, SIM, dan STNK-ku habis masa berlakunya dan perlu diperpanjang, aku dan suami mengambil cuti empat hari untuk pulang ke Solo. Agenda ini sudah direncanakan lama, dan kebetulan bertepatan dengan agenda piknik BIE—nama bidangku di kantor—ke Jogja dan sekitarnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Semenjak Hanif lahir, acara pulang kampung selalu riuh dengan barang bawaan. Maklum, kebutuhan bayi kan segambreng adanya. Mainan saja sampai satu kresek besar, belum lagi baju dan celana. Akhirnya setelah semua barang dipadatkan dalam mobil, kami harus merelakan &lt;i style=""&gt;carseat&lt;/i&gt; dan &lt;i style=""&gt;stroller&lt;/i&gt;-nya nggak dibawa. Nggak ada tempat :D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Perjalanan ke timur memakan waktu yang lama karena tersendat di daerah Majenang, seusai perbatasan Jawa Barat – Jawa Tengah. Di sana jalannya rusak dan ada satu ruas yang dipenuhi longsoran lumpur. Hmmphh, jalannya mobil jadi pelan sekali, terguncang-guncang nggak karuan. Sempat juga kena macet di beberapa titik, salah satunya Kebumen. Di perjalanan, kami mampir di RM Mergosari (di sini ayam gorengnya maknyuss tenan!) dan RM Candisari (kalau di sini yang maknyuss tumis daun pepayanya). Oya, sama beli es dawet Banyumas di saung pinggir sawah. Eksotis bener nuansanya :D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Makanan pertama yang kami santap setelah menjejakkan kaki di Solo malam minggu itu adalah nasi liwet Bu Wongso Lemu. Belakangan suami juga minta diantar cari tengkleng ke Warung Sate Mbok Galak, &lt;i style=""&gt;another Solo’s traditional food&lt;/i&gt; yang maknyuss. Oh ya, selama liburan ini tentu tak lupa pula kami membeli penganan favorit: srabi Notosuman yang manis gurih. Sayang nggak sempat berburu cabuk rambak &lt;i style=""&gt;euy&lt;/i&gt;, bikin kangen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Cukup cerita tentang makanan, sekarang pengen cerita soal jalan-jalannya. Minggu, 8 April 2009, kami janjian sama teman-teman BIE untuk bertemu di Borobudur. Tepat ketika mulai jalan dari tempat parkir, hujan deras mengguyur. Uiii, terpaksa lari-larian mencari tempat berteduh, yang pada akhirnya berupa payung gede tempat orang jual tanaman. Setelah cukup lama berteduh dari hujan yang lebat itu, dan terpaksa merelakan diri terciprat-ciprat air hujan—karena satu payung gede itu diisi kami berenam (kasihan Hanif)—kami pun masuk ke dalam area candi. Sempat keliling sebentar dan bertemu teman-teman BIE, lalu kami pulang karena harus mengejar acara lamaran adik ipar malam harinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Hari-hari selanjutnya di Solo dihabiskan dengan tetek bengek memperpanjang KTP, SIM, dan STNK punyaku dan suamiku—kebetulan punya dia juga habis masa berlakunya. Tak lupa menyempatkan diri menjenguk Shasha—sepupuku yang lahir Januari lalu—untuk mengantarkan kado &lt;i style=""&gt;baby bouncer&lt;/i&gt;. Sempat pula jenguk Mbak Sur, pengasuh pertama Hanif *duh, pengen lagi sama beliau*.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Sabtu, 14 Maret, dengan terpaksa kami pulang ke Bandung. Kalau mau diturutin, pengennya berlama-lama di Solo. Sayangnya pekerjaan tak kenal kompromi, pun juga kulit sensitif Hanif. Jadi ceritanya, karena Hanif &lt;i style=""&gt;bujang&lt;/i&gt; Bandung &lt;i style=""&gt;tea&lt;/i&gt;... dia selalu berkeringat hebat tiap kali pulang ke Solo. Alhasil, kulitnya jadi merah-merah di sekujur punggung, dada, bahu, dan lengan. Merah-merah ini lalu jadi kasar dan menebal. Alhamdulillah mengelupas pelan-pelan ketika kembali ke Bandung, dan seminggu kemudian sudah sembuh berganti kulit baru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Dalam perjalanan menuju Bandung ini, kami mampir ke Kebumen, kampung halaman Mbak Sari—pengasuh Hanif yang sekarang. Senangnya bisa bersilaturahim dengan keluarganya. Lalu malamnya sampai di Pangandaran dan segera mencari tempat menginap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Acara menginap di Pangandaran ini memang sengaja direncanakan. Alasan suamiku, supaya Hanif tidak kelelahan karena kelamaan di jalan. Menjelang tengah malam, saat yang lain sudah terlelap, aku masih saja tak bisa tidur. Menunggu pergantian hari, mencoba merasakan sensasi merayakan hari lahir di tengah suara deburan ombak yang sayup-sayup kudengar dari kamar. Dan paginya, aku mendapat ucapan dan kecupan sayang dari Hanif dan suami. Ah senangnya :D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Ketika sinar mentari pagi menyapa Pangandaran, kami memutuskan untuk berjalan-jalan di pantai. Melihat-lihat suasana sambil merasakan desir pasir di kaki, sekaligus sedikit bermain air. Hmmph, sulit membayangkan daerah yang indah ini hancur diterpa tsunami Juli 2006 lalu. Miris juga mendengar sekelumit kisah dari orang-orang yang sempat kami ajak berbincang. Alhamdulillah daerah ini kini telah ramai kembali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Menjelang pukul 10, setelah berbelanja beberapa macam jenis ikan, kami meninggalkan Pangandaran. Kesampaian juga datang ke situ. Meskipun sebentar, paling tidak... meninggalkan kenangan yang sedikit berbeda tentang hari lahir yang diperingati di tengah debur ombak :D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Sooooo&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;, liburan berakhir sudah. Balik lagi ke Bandung, balik lagi ke rutinitas kerja dan rutinitas meninggalkan Hanif di rumah. Seminggu penuh bareng Hanif dan ayahnya... sesuatu yang amat berharga dan jarang-jarang didapatkan. Liburan ini cukup menguras kantong, &lt;i&gt;but it was all worth it&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Foto-foto lain ada di &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://yustika15.multiply.com/photos/album/21"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-514145036386419723?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/514145036386419723/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=514145036386419723&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/514145036386419723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/514145036386419723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2009/04/liburan.html' title='Liburan'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/Sdm2KQqffdI/AAAAAAAAAHg/X3-OrzeOVJA/s72-c/IMG_2969edit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-4276812097490160258</id><published>2009-04-03T16:39:00.000+07:00</published><updated>2009-04-03T16:40:01.871+07:00</updated><title type='text'>Look-alike Meter (Again)</title><content type='html'>&lt;img style="visibility:hidden;width:0px;height:0px;" border=0 width=0 height=0 src="http://counters.gigya.com/wildfire/IMP/CXNID=2000002.0NXC/bHQ9MTIzODc1MTU1NjIwMyZwdD*xMjM4NzUxNTg2NTQ2JnA9MTEwNTcxJmQ9Jm49YmxvZ2dlciZnPTImdD*mbz*5MzM*N2YyNjhkZmI*ODg4OTJkOTY2NTVhOWQyZDNmMw==.gif" /&gt;&lt;a href="http://www.myheritage.com/meter" title="Click to get your own Look-alike Meter" alt="Click to get your own Look-alike Meter" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://storage.myheritagefiles.com/P/storage/site1/files/66/18/82/661882_381272d39d5d9496zg5i95.JPG" width="435" height="470" border="0" &gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.myheritage.com"  &gt;MyHeritage&lt;/a&gt;: &lt;a href="http://www.myheritage.com"  &gt;Family trees&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://www.myheritage.com/genealogy"  &gt;Genealogy&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://celebrity.myheritage.com/celebrities"  &gt;Celebrities&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://celebrity.myheritage.com/celebrity-collage"  &gt;Collage&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://celebrity.myheritage.com/celebrity-morph"  &gt;Morph&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-4276812097490160258?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/4276812097490160258/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=4276812097490160258&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/4276812097490160258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/4276812097490160258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2009/04/look-alike-meter-again.html' title='Look-alike Meter (Again)'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-6822655241116702128</id><published>2009-04-03T11:21:00.001+07:00</published><updated>2009-04-03T11:21:38.348+07:00</updated><title type='text'>Look-alike Meter</title><content type='html'>&lt;img style="visibility:hidden;width:0px;height:0px;" border=0 width=0 height=0 src="http://counters.gigya.com/wildfire/IMP/CXNID=2000002.0NXC/bHQ9MTIzODczMjQ1MDY4NyZwdD*xMjM4NzMyNDc*MDAwJnA9MTEwNTcxJmQ9Jm49YmxvZ2dlciZnPTImdD*mbz*5MzM*N2YyNjhkZmI*ODg4OTJkOTY2NTVhOWQyZDNmMw==.gif" /&gt;&lt;a href="http://www.myheritage.com/meter" title="Click to get your own Look-alike Meter" alt="Click to get your own Look-alike Meter" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://storage.myheritagefiles.com/P/storage/site1/files/64/57/12/645712_05098729e85d946bo56z32.JPG" width="435" height="470" border="0" &gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.myheritage.com"  &gt;MyHeritage&lt;/a&gt;: &lt;a href="http://celebrity.myheritage.com/meter"  &gt;Look-alike Meter&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://www.myheritage.com/page/family-history"  &gt;Family history&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://www.myheritage.com/page/free-family-tree"  &gt;Free family tree&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-6822655241116702128?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/6822655241116702128/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=6822655241116702128&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/6822655241116702128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/6822655241116702128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2009/04/look-alike-meter.html' title='Look-alike Meter'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-5029962548329229234</id><published>2009-03-20T16:15:00.000+07:00</published><updated>2009-03-20T16:49:11.533+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='contemplation'/><title type='text'>Di Solo Ada Bandung!</title><content type='html'>&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Mengerutkan kening ketika membaca judul di atas? Begitu juga ekspresiku ketika pulang ke Solo 7-15 Maret lalu. Betapa tidak, Solo sudah berubah. Terakhir ketika aku menulis perasaanku tentang Solo di &lt;a href="http://yustika.blogspot.com/2005/07/kampung-halaman.html"&gt;sini&lt;/a&gt;, waktu itu saja aku sudah terbengong-bengong. Apalagi sekarang: tercengang-cengang &lt;i style=""&gt;bo&lt;/i&gt;!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Industri gaya hidup ternyata sukses merambah Solo. FO dan kafe bertebaran dalam berbagai bentuk, menyaingi warung lesehan dan angkringan yang sudah lebih dulu merakyat. Salah satu mal besar di jalan protokol kota bahkan dengan bangga memasang slogan ”&lt;i style=""&gt;lifestyle center&lt;/i&gt;” dengan huruf besar-besar. Di dalamnya, berderet gerai-gerai gaya hidup semacam gerai donat bermerk dagang nasional, kafe kopi, distro, plus gerai-gerai belanja-barang-mahal lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Ketika aku dan suami berkesempatan jalan-jalan di dalam mal ini, kami merasa bak berada di Bandung. Kalau di Bandung—yang notabene merupakan salah satu pusat industri gaya hidup—mal-mal semacam ini sudah menjadi pemandangan yang sangat biasa. Tapi hei, ini di Solo. Berasa &lt;i style=""&gt;de javu&lt;/i&gt; deh. Dan ehm, mal ini sepi pembeli. Bandingkan saja dengan mal-mal lain yang lebih proletar, apalagi Pasar Klewer! Hehehe...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Orang-orang yang sempat kutanya mengenai mal ini, semuanya berkomentar, ”Habis di situ mahal-mahal...”. Hmm, ternyata masyarakat Solo masih memandang mal-gaya-hidup ini sebagai pusat perbelanjaan yang terlampau mahal. Lucu juga menyimak komentar suami, ”Kasihan deh kita ya. Pulang ke Solo tetep aja berasa di Bandung.”. Atau komentarnya yang lain, ”Emang kafe kopi gitu laku ya di sini... di angkringan 2000 perak juga udah dapet kopi enak.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Masih seputar gaya hidup, ada satu lagi hal yang membuatku tercengang. Di area yang dulunya adalah bekas bangunan RSUP dr. Muwardi—sebelum pindah ke Jebres—kini sedang dibangun kompleks hotel, apartemen, dan mal *aduhh... mal lagi, mal lagi*. Padahal jalan raya di sekelilingnya sempit sekali. Terbayang dong, seperti apa kemacetan yang bakal terjadi. Nah, yang jadi pertanyaan, proyek ini adalah proyek berdasar kebutuhan atau semata-mata proyek komersial, alias &lt;i style=""&gt;another&lt;/i&gt; industri gaya hidup? Sepertinya jawaban terakhir yang lebih tepat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Coba pikirkan. Memangnya sudah zaman ada apartemen di Solo? Atas dasar apa? Bukankah lahan masih banyak, harga tanah masih murah? Akses ke mana-mana juga mudah dan terjangkau, tidak ada berlama-lama macet seperti di Jakarta. Jadi menurutku, apartemen di pusat kota tidak terlalu diperlukan. &lt;i style=""&gt;Lha wong&lt;/i&gt; transportasi dari pinggir kota ke pusat kota cuma membutuhkan waktu sekira 15-20 menit, maksimal setengah jam. Aku curiga, semua ini memang semata-mata industri gaya hidup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Uhh, gaya hidup.... Apa sih sebenarnya yang dimaksud gaya hidup? Apakah gaya hidup artinya berbondong-bondong membangun hotel, apartemen, kafe, dan mal? Atau ramai-ramai nongkrong di kafe dan menyeruput kopi yang harga segelasnya setara dengan sepuluh bungkus nasi kucing? Hmm, atau asyik menanggalkan budaya Solo yang malu-malu dan menggantinya dengan balutan &lt;i style=""&gt;tank top&lt;/i&gt; dan celana pendek? Jangan salah, yang terakhir ini sudah mulai banyak lho, cukup membuat mataku gerah dan kepalaku geleng-geleng.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Don’t get me wrong&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;, aku bukannya bersikap sinis dengan kemajuan kota Solo. Siapa tahu batin terdalam masyarakat Solo memang menginginkan segala kemajuan itu, tak terkecuali industri gaya hidupnya. Barangkali ada yang berkeinginan supaya lebih gampang belanja baju mungkin? *hmm, perumpamaan yang cetek, hehehe*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" &gt;Jauh di lubuk hatiku, aku merindukan Solo yang proletar dengan segala kebersahajaannya. Ingin menangis rasanya kalau budaya malu-malu, &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;ewuh pakewuh&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" &gt; itu menguap begitu saja tergilas zaman, demi sesuatu yang bernama gaya hidup. Bolehlah Solo maju, asal tidak lupa dengan akar kejawaannya. Semoga segala sesuatu yang berbau modernitas kebaratan bisa diambil yang baik-baiknya saja, tanpa meninggalkan &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;unggah-ungguh&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" &gt; dan &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;tata krama&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" &gt;. *hayyaaahhh, ngomong apa aku ini*&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-5029962548329229234?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/5029962548329229234/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=5029962548329229234&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/5029962548329229234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/5029962548329229234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2009/03/di-solo-ada-bandung.html' title='Di Solo Ada Bandung!'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-4518390497200139576</id><published>2009-02-20T10:53:00.001+07:00</published><updated>2009-02-20T11:02:03.406+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='family'/><title type='text'>Hanif Beranjak Besar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SZ4q46KA2dI/AAAAAAAAAHQ/hYqX9Xqpp5E/s1600-h/hanif_jonas1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 134px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SZ4q46KA2dI/AAAAAAAAAHQ/hYqX9Xqpp5E/s200/hanif_jonas1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304724568261319122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Di usia Hanif yang ke-8 bulan ini, tingkah polahnya makin menggemaskan. Dia udah makin pinter, makin banyak maunya. Udah bisa bete dan marah-marah. Contohnya ketika Ayah atau Bunda lagi bete, dia ikut bete dan nangis-nangis. Kalau nada bicara Ayah, Bunda, atau si Mbak sedikit meninggi, dia juga udah bisa sedih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Pernah waktu itu Bunda berseru kaget karena baskom berisi air ditumpahkan setengahnya ke lantai oleh Hanif. Padahal sumpah, Bunda nggak bermaksud marah. Bunda cuma berseru kaget. Tapi tiba-tiba Hanif langsung diem, mukanya sedih. Ketika Bunda mulai mengepel dan merapikan baskom tadi, mukanya masih sedih dan masih diem, nggak nerusin main-main lagi. Mungkin kalau udah bisa ngomong, dia bakal ngomong, ”Maaf, Bunda...” ’kali ya. Aduh Sayang, mana bisa Bunda marah sama kamu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Hanif juga makin rajin mengeksplorasi sekeliling. Udah ngesot cepet banget ke mana-mana. Jadi, karena dia belum bisa merangkak, kalau ngesot dia pake tangan dan perut. Srutt... srutt... tiba-tiba aja udah ke mana. Hihihi, lucuu... ngejar-ngejar Bunda dan si Mbak juga ngesot gitu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Soal makan, Hanif juga udah mulai rewel. Udah bisa milih pengen makan yang ini, nggak mau yang itu. Tinggal Bunda yang repot, sibuk putar otak menyusun menu yang kira-kira dia mau, tapi tetep tercukupi asupan gizinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Meskipun lagi tidur, Hanif juga udah tahu kalau dia lagi ditemeni atau ditinggal. Kalau ada yang nemenin, terbangunnya dia cuma gulung-gulung bentar lalu tidur lagi. Tapi kalau terbangunnya dia pas lagi sendiri, udah deh... tangisan campur teriakan langsung terdengar, hehehe. Pas lagi main-main sama aja, nggak mau ditinggal juga. Pengennya ditemeni teruss.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Senangnya, celotehnya yang udah mulai terdengar sejak dia usia 2-3 bulan, sekarang udah rame banget! Pagi-pagi kalau dia udah bangun dan Bunda masih tidur, dengan semangat empat lima dia narik-narik selimut Bunda sambil berseru-seru, bangunin Bunda. Kalau ada orang ngobrol di dekatnya, dia ikutan juga. Berseru-seru lagi, seakan dia yang diajak ngobrol. Tapi memang Hanif kayaknya seneng ngobrol. Bunda dan si Mbak sering disapa dengan seruan ”Eehh...” lalu diajak ngobrol rame sama dia, entah pakai bahasa apa, hehehe.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sore kemarin, ketika Bunda ngajak Hanif bermain-main dan dia sedang terkekeh-kekeh riang, Bunda melihat ada putih-putih samar di dasar gusinya. Yippii, Hanif mau tumbuh gigi! Dua gigi seri bawah, tepatnya. Ah, pangeran kecilku udah beranjak besar. Tetap sehat ya, Sayang...&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-4518390497200139576?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/4518390497200139576/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=4518390497200139576&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/4518390497200139576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/4518390497200139576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2009/02/hanif-beranjak-besar.html' title='Hanif Beranjak Besar'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SZ4q46KA2dI/AAAAAAAAAHQ/hYqX9Xqpp5E/s72-c/hanif_jonas1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-8264041434716568444</id><published>2009-02-20T10:48:00.001+07:00</published><updated>2009-02-20T10:51:48.794+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='friend'/><title type='text'>Facebook = Gaul ??</title><content type='html'>&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Dari pengamatan pribadi dan hasil ngobrol sana-sini, aku menyimpulkan kalau sekarang ini ada satu parameter tambahan yang menjadi tolok ukur dikatakannya seseorang sebagai makhluk gaul dan eksis, yaitu: akun Facebook. Di mana-mana, tiap kali ada kenalan baru, kalimat yang terlontar adalah, ”Punya Facebook nggak?” :D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Jadiii... entah karena nggak mau ketinggalan arus lingkungan, atau entah karena sekedar penasaran, berbondong-bondonglah orang mendaftar akun Facebook. Seperti kalimat yang terlontar dari kalimat suamiku minggu lalu, ”Yang, bikinin Facebook dongg...” Hahaha, akhirnya ketularan juga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Situs ini lebih beracun daripada situs jejaring sosial yang pernah populer sebelumnya, seperti Friendster dan Multiply. Di Facebook, orang akan kecanduan narsisme akut karena keranjingan &lt;i style=""&gt;update&lt;/i&gt; status, &lt;i style=""&gt;upload&lt;/i&gt; foto, kirim &lt;i style=""&gt;comment&lt;/i&gt;, dll. Meskipun harus diakui, sistemnya memang lebih canggih dan bisa membuat jaringan pertemanan menjadi lebih ”hidup”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Buat aku pribadi, ada kisah tersendiri mengenai Facebook ini. Awalnya aku daftar Facebook demi mengintip status orang-orang tertentu. Biasaaa... buat dijadikan bahan bergosip. Ahahahahaii... Lalu tiba-tiba ada kisah lain lagi, terjadi beberapa waktu yang lalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Saat itu, di tempat parkir motor, seorang peneliti senior di kantorku tiba-tiba menghampiriku sambil bilang, ”Eh, kamu yang di Facebook itu ya?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Alamak jangg... Udah setahun aku bekerja di kantor ini, si bapak itu mengenaliku... dari Facebook!! Tuing tuing... Baru &lt;i style=""&gt;ngeh&lt;/i&gt; kalau ada makhluk bernama Yustika ya, Pak? Jadiii... si bapak itu tergolong gaul atau malah nggak gaul ya? Hehehehe.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Ah, dasar teknologi. Ramainya orang punya jejaring sosial maya malah kadang bisa membuat mereka teralienasi dari jejaring sosial yang sesungguhnya. Bukan hal yang susah ditemui sekarang, orang saling mengirim pesan dengan Yahoo Messenger padahal mereka duduk di ruangan yang sama. Atau sibuk ber-HP ria dan mengabaikan kehadiran orang lain di sampingnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" &gt;Hmm, kalau sudah begini, tatap muka dan kopi darat memang harus digalakkan juga, biar seimbang. Beda lah rasanya, mengenal kepribadian seseorang lewat dunia digital dengan mengenal kepribadian mereka lewat rangkulan hangat dan senyum mentari. Kuatir juga, kalau sibuk dengan jejaring sosial yang bejibun lewat komputer... nanti malah jadi autis sama sekeliling. Hiiiii...&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-8264041434716568444?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/8264041434716568444/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=8264041434716568444&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/8264041434716568444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/8264041434716568444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2009/02/facebook-gaul.html' title='Facebook = Gaul ??'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-2472488351627067509</id><published>2009-02-20T10:41:00.002+07:00</published><updated>2009-02-20T10:47:49.895+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='work'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='life'/><title type='text'>Koperasi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Dialog I&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Seseorang: ”Nggak ikut RAT?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Aku: ”Enggak.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Seseorang: ”Kenapa?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Aku: ”Karena nggak ikutan koperasi.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Seseorang: ”Iya, maksudnya kenapa nggak ikut koperasi?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;(Aku menunduk sambil tersenyum, menyibukkan diri menggulung kabel, tak ingin melangkah ke perdebatan lebih lanjut.)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Dialog II&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Seseorang: ”Ayo, RAT-nya udah dimulai. Nanti biar dapat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;doorprize&lt;/span&gt;, ada macem-macem lho.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Aku: ”Saya nggak ikut koperasi.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Seseorang: ”Belum daftar?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Aku: ”Memang nggak akan daftar kok.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Seseorang: (dengan wajah dimaklum-maklumkan) ”Oooo...”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Dialog III&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Seseorang: ”Kenapa sih nggak ikut koperasi?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Aku: (diem aja, udah males duluan, nggak pengen berdebat)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Seseorang: ”Padahal manfaatnya banyak lho, sekarang bisa dapet pinjaman dalam jumlah lumayan.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Aku: (masih diem)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Seseorang: ”Yaa... bukan berarti kalau ikut koperasi lantas jadi tukang minjem sih.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Aku: (tetep diem, soalnya kalau aku buka mulut nanti pasti jadi berdebat)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Seseorang: ”Harusnya kalau anak baru tuh langsung diwajibkan ikut koperasi.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;(Aku merutuk dalam hati. Sudahlah, hentikan saja obrolan ini, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;please&lt;/span&gt;...)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Dialog IV&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Seseorang: ”Tadi datang RAT? Dapet &lt;span style="font-style: italic;"&gt;doorprize&lt;/span&gt;?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Aku: (menggeleng)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Seseorang: ”Belum ikut koperasi?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Aku: ”Nggak ikut.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Seseorang: (sambil tersenyum) ”Oh, ’nggak ikut’ ya, bukan ’belum ikut’...”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Yak, itulah beberapa dialog yang sempat terlontar padaku saat koperasi kantor mengadakan RAT beberapa waktu lalu. Kalau boleh kutuliskan di sini, alasan kenapa aku memilih untuk tidak terlibat dalam koperasi adalah: menghindarkan diri dari riba. Akui sajalah, sistem keuangan di koperasi kantor masih menggunakan sistem bunga kan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Aku bukan manusia suci, dan sama sekali tidak bermaksud sok suci. Memang, dalam hidup kita di negara Indonesia tercinta ini, menghindari riba sama sekali adalah sesuatu yang bisa dibilang mustahil. Aku juga nggak munafik, karena aku dan suami juga masih punya cicilan kredit yang mesti dibayar ke bank konvensional—sesuatu yang sekarang aku sesali, kenapa dulu nggak ambil KPR syariah saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tiga tahun lalu, aku mulai menerapkan sistem syariah dalam kehidupanku dengan beralih ke Bank Muamalat. Sampai sekarang, aku coba menerapkannya sedikit demi sedikit dalam tiap sendi kehidupan. Kalau sekarang belum bisa syariah secara total, paling tidak aku sudah berusaha sebisa mungkin menghindari riba.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Seseorang di kantor berkata, ”Saya heran kalau masih ada karyawan yang nggak ikut koperasi. Orang lain pada dapet SHU, dapet &lt;span style="font-style: italic;"&gt;snack&lt;/span&gt;, dapet &lt;span style="font-style: italic;"&gt;doorprize&lt;/span&gt;... sementara dia enggak.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Oh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;come on&lt;/span&gt;, yang benar saja. Masa sih pikiran kita sepicik itu? Hanya demi uang SHU, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;snack&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;doorprize&lt;/span&gt;... masa kita mau melacurkan diri ke dalam sistem riba? Benar-benar nggak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;worth it&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Aku akui, aku bukan orang kaya. Aku juga tidak bergelimang harta. Kadang-kadang aku juga butuh duit. Tapi kalau hal itu membuatku harus meminjam uang dengan sistem riba, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;na’udzubillahi min dzalik&lt;/span&gt;... mending jadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kere&lt;/span&gt; aja ’kalee. Masalah KPR konvensional yang sudah telanjur, biarlah dulu—sambil dicoba sekuat tenaga untuk segera melunasinya. Yang penting ke depan aku nggak akan meminjam uang dengan sistem riba lagi, insya Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ibarat orang pakai jilbab lah. Kalau memang belum mampu berjilbab, bukan berarti lantas pakai&lt;span style="font-style: italic;"&gt; tank top&lt;/span&gt; dan celana pendek ke mana-mana bukan? Kalau memang belum mampu berjilbab, bolehlah nyicil pakai celana panjang dulu, pakai baju lengan panjang dulu. Sambil bertahap, nantinya aurat jadi tertutup seluruhnya. Buatku sistem syariah juga harus begitu. Mulailah nabung di Bank Muamalat dulu—di negara ini, bank syariah yang pembiayaannya paling murni syariah hanya bank ini—, lalu pilih KPR syariah, asuransi syariah, investasi syariah, dst. Lambat laun, segala aspek hidup kita nantinya jadi syariah semua. Kalau belum mampu sekaligus, ya pelan-pelan saja dulu. Jangan lantas yang baik ditinggalkan semuanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sayang, tidak semua orang mau dan mampu berpikiran terbuka untuk menerima sistem syariah. Nggak usah jauh-jauh, suamiku sendiri saja susah minta ampun untuk disuruh pindah ke Bank Muamalat. Alasannya macam-macam, mulai dari aksesnya terbatas (nggak bisa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;internet banking&lt;/span&gt;), layanannya sedikit, ribet ini itulah... bla bla bla. Ya memang, bank syariah memang terhitung masih baru, sistemnya sedang bertumbuh. Jadi kalau ada keterbatasan, wajar dong. Kalau bukan muslim sendiri yang memajukan sistem syariah, siapa lagi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sekali lagi, kalau kita memang belum mampu menghindar dari riba sepenuhnya, bukan berarti kita lantas tidak berusaha menghindarinya sedikit demi sedikit bukan? Ayolah, masa nggak malu sama Allah kelak kalau ditanya-tanya di akhirat sana? Apalagi para kepala keluarga tuh. Masa perut anak istri mau dikasih makan dari sesuatu yang haram? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Na’udzubillahi min dzalik&lt;/span&gt;. Semoga tulisan ini bisa sedikit memberikan pencerahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;*merindukan-adanya-totalitas-sistem-keuangan-syariah-di-negara-ini mode ON*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-2472488351627067509?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/2472488351627067509/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=2472488351627067509&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/2472488351627067509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/2472488351627067509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2009/02/koperasi.html' title='Koperasi'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-204064355001954044</id><published>2009-02-11T10:54:00.003+07:00</published><updated>2009-02-11T11:00:01.070+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='life'/><title type='text'>Impian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SZJMtkfdIbI/AAAAAAAAAHI/7xSyQdVieOA/s1600-h/adenita.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SZJMtkfdIbI/AAAAAAAAAHI/7xSyQdVieOA/s200/adenita.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301384057141928370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Aku mengenal sosok &lt;a href="http://mataharikumataharimu.multiply.com/"&gt;Adenita&lt;/a&gt; pada awal Desember 2005, dalam sebuah &lt;i style=""&gt;training&lt;/i&gt; pengembangan diri yang diadakan di Lembang. Dari awal dia sudah terlihat mencolok, karena ketika acara belum dimulai pun dia sudah berkeliling mengajak peserta berkenalan satu-satu, sementara sebagian besar dari kami masih enggan malu-malu berbaur satu sama lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Bersama &lt;a href="http://bikkamitya.multiply.com/"&gt;Bikka&lt;/a&gt;, dia menjadi bintang dalam &lt;i style=""&gt;training&lt;/i&gt; itu. Bukan sesuatu yang aneh, mengingat dia adalah pribadi yang ceria, ramah, dan menyenangkan. Sayang aku tak pernah benar-benar mengenalnya secara dekat. Pertemuan pertama kami berlanjut dengan perpisahan dan hanya saling kontak di dunia maya: milis, &lt;i style=""&gt;multiply&lt;/i&gt; dan &lt;i style=""&gt;facebook&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Sampai akhirnya pada akhir 2008, aku mendengar dia berhasil menerbitkan sebuah novel bertajuk &lt;i style=""&gt;9 Matahari&lt;/i&gt;. Rasa penasaran memaksaku menelusuri deretan buku di Gramedia, hingga akhirnya &lt;i style=""&gt;9 Matahari&lt;/i&gt; menemani malam-malamku setelah itu. Sembari menunggu kantuk, berbaring di samping Hanif yang sudah terlelap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;9 Matahari &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;di-&lt;i style=""&gt;launch&lt;/i&gt; dan cetak pertama pada November 2008. Lalu cetak kedua pada Desember 2008. Kenyataan bahwa aku menemukannya di rak &lt;i style=""&gt;best seller&lt;/i&gt; Gramedia pada Februari 2009 membawaku pada kesadaran bahwa Ade berhasil menorehkan impiannya dengan sangat gemilang. Menurutku ini spektakuler, mengingat &lt;i style=""&gt;9 Matahari&lt;/i&gt; adalah buku pertamanya. Bravo, Ade!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;9 Februari 2009, aku memacu motor ke Landmark Braga. Berharap bisa bertemu Ade di sana. Acara bincang-bincang novel &lt;i style=""&gt;9 Matahari&lt;/i&gt; sudah lama mulai, aku terpaksa terlambat karena jam kantor baru saja usai. Senang akhirnya bisa bertemu Ade juga *dan minta tanda tangan! :D*. Dia tampak tak berubah, tetap ceria, ramah, dan menyenangkan. Hanya memang ada beda, saat ini dia sudah berhasil mewujudkan satu impiannya... dan tampak sangat sukses di mataku *oh, seandainya kalian lihat para penggemarnya sibuk mengantri tanda tangan :)*. Ternyata membahagiakan sekali melihat seorang teman berhasil meraih mimpinya. Ada semangat yang ditularkan: kalau Ade bisa, aku juga bisa!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Aku suka menulis sejak aku duduk di bangku SD. Jauh sebelumnya, aku tahu aku sudah jatuh cinta pada dunia ini sejak aku bisa membaca *aku ingat: aku semangat sekali menanti hari Kamis tiba, hari di mana loper koran mengantar majalah Bobo kesayanganku*. Lalu tiba-tiba saja aku keranjingan menulis puisi dan cerita-cerita pendek. Pelajaran mengarang selalu menjadi pelajaran favoritku, dan surat-surat untuk Papi *yang ketika itu sedang studi di Kanada* lantas dipenuhi dengan puisi-puisi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Menginjak SMP, majalah sekolah tak pernah luput dari hasil karyaku. Sayangnya ketika SMA semua kegiatan menulis sempat terhenti. Ketika kuliah, rasa dahaga akan menulis semakin menjadi. Di unit kerohanian departemen, unit kerohanian kampus, dan unit kegiatan masjid kampus, posisi favorit tak pernah jauh dari posisi penanggung jawab media, editor, atau staf redaksi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Ketika aku diterima menjadi pegawai negeri, dua pekerjaan lain juga menanti: satu sebagai editor penerbit terkenal di bilangan Ciracas, Jakarta... dan satu sebagai jurnalis di salah satu harian ibukota. Tapi karena waktu itu aku sedang hamil muda, disertai dengan berbagai pertimbangan lain, aku memilih menjadi pegawai negeri saja. Sampai akhirnya kesibukan bekerja dan kesibukan menjadi bunda mengebiri kegiatan menulisku. Ditambah dengan ”kecelakaan” meleduknya &lt;i style=""&gt;power supply&lt;/i&gt; PC yang membuat &lt;i style=""&gt;hard disk&lt;/i&gt; rusak dan berakibat hilangnya semua arsip tulisanku... lengkap sudah alasan untuk tak lagi menjajal kemampuan menulisku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Tak dapat kupungkiri, hadirnya &lt;i style=""&gt;9 Matahari&lt;/i&gt; membawa harapan baru bagiku. Yah, ada semacam perasaan tertantang untuk kembali menulis *meskipun selama ini tetep nulis juga sih, lewat &lt;i style=""&gt;blog&lt;/i&gt;*. Ditambah juga dengan tawaran dari seorang teman untuk ikut mengelola sebuah klub menulis yang sedang dirintisnya. Masya Allah, Dia menjadikan segalanya bukan kebetulan semata. Mungkin ini semacam pengingatan baru dari-Nya, tentang sebuah kemampuan yang tak pernah benar-benar kugali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Maka, hari-hariku terasa bersemangat kembali. &lt;i style=""&gt;Thanks&lt;/i&gt; Ade, &lt;i style=""&gt;for inspiring me&lt;/i&gt;. Bangga benar menjadi temanmu. &lt;i style=""&gt;Keep shining&lt;/i&gt;!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" &gt;Keterangan foto: Adenita (nomor dua dari kanan) saat &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;launching&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" &gt; novel &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;9 Matahari&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" &gt;, diambil dari &lt;a href="http://mataharikumataharimu.multiply.com/photos/album/11/Launching_Novel_9_Matahari_"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-204064355001954044?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/204064355001954044/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=204064355001954044&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/204064355001954044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/204064355001954044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2009/02/impian.html' title='Impian'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SZJMtkfdIbI/AAAAAAAAAHI/7xSyQdVieOA/s72-c/adenita.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-9066193846621594308</id><published>2009-02-03T07:59:00.001+07:00</published><updated>2009-02-03T14:56:12.421+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fairytale'/><title type='text'>Pernikahan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SYf4MqtWS7I/AAAAAAAAAHA/pmANGy-GQm0/s1600-h/photofunia1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 148px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SYf4MqtWS7I/AAAAAAAAAHA/pmANGy-GQm0/s200/photofunia1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298476383131290546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Pernikahan itu sebuah perjalanan hidup yang teramat panjang... dan terkadang melelahkan. Pernikahan itu bukan sebuah tujuan, melainkan suatu awal. Ada masa di mana pernikahan terasa seperti dongeng yang penuh dengan kidung mesra, tapi biasanya hal itu hanya bertahan dalam waktu kurang dari dua tahun. Selebihnya? Perjuangan panjang untuk saling berlapang dada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Pasangan kita bukan manusia sempurna, juga keluarganya. Pada masa awal pernikahan, kesadaran akan hal ini berbatas tipis dengan euforia gending pelaminan. Lalu pada saatnya kesadaran itu benar-benar menjadi sebuah kesejatian kesadaran, masya Allah... lagi-lagi sebuah perjuangan panjang untuk berlapang dada. Menerima pasangan kita dan keluarganya sebagai suatu ”paket jadi” memang bukan perkara mudah. Ada kekecewaan, ada keengganan, ada takjub, juga ada syukur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Satu hal yang sukar dilalui adalah ketika rumput tetangga tampak lebih hijau. Tak selalu memerlukan masa pernikahan yang bertahun-tahun. Tak selalu terjadi pada pasangan berumur. Maka ketika hal itu melanda, tak ada yang bisa dilakukan kecuali mensyukuri apa yang diberikan Allah kepada kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Seorang teman berkata, carilah pasangan dengan siapa kita sangat menikmati percakapan. Karena seiring dengan berjalannya waktu, seiring dengan memudarnya cinta, &lt;i style=""&gt;that’s the only thing that matters&lt;/i&gt;. Seiring dengan berlalunya tahun, cinta akan berubah menjadi persahabatan. Dan sahabat yang baik juga adalah pendengar yang baik, bukan? Tempat kita mencurahkan segala, mendiskusikan hidup, dan rekan bertukar pikiran. Mungkin tak ada lagi debar-debar kasmaran dengannya seperti dulu, tapi paling tidak kita merasa dia adalah seseorang yang membuat hidup kita lengkap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Hanya pasangan luar biasa yang bisa mempertahankan percikan asmara itu sampai akhir. Pelukan, belaian, kecupan, dan kalimat ”&lt;i style=""&gt;I love you&lt;/i&gt;” mungkin terasa picisan bagi sebagian orang, tapi siapa sangka hal-hal itulah yang membuat bara cinta tak pernah padam, hal-hal itulah yang memberi energi untuk sebuah kehidupan cinta yang menggairahkan. Maka ketika hal-hal itu tak lagi ada, rumah tangga akan kering dan hampa. Rumah tangga menjelma menjadi sebuah rutinitas belaka, yang sangat membosankan untuk diceritakan, apalagi dilakoni.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" &gt;Dalam sebuah episode kehidupan bernama pernikahan, aku hanyalah seorang pemula. Seorang pemula yang tentu tak bisa mengandalkan keberuntungan belaka (&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;beginner’s luck&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" &gt; = keberuntungan pemula). Kalau sampai saat ini aku masih sering terkaget-kaget, mengelus dada, atau menahan rasa, mungkin itu hanyalah permulaan saja. Satu hal yang harus diingat, bahwa pelajaran bersyukur dan berlapang dada ini adalah pelajaran sepanjang hayat, takkan pernah berhenti sampai kita mati.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-9066193846621594308?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/9066193846621594308/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=9066193846621594308&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/9066193846621594308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/9066193846621594308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2009/02/pernikahan.html' title='Pernikahan'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SYf4MqtWS7I/AAAAAAAAAHA/pmANGy-GQm0/s72-c/photofunia1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-8590087778336477277</id><published>2009-01-21T14:45:00.002+07:00</published><updated>2009-01-21T15:36:58.219+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='vacation'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='family'/><title type='text'>Katumiri, 28 Desember 2008</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SXbeGk7RZvI/AAAAAAAAAGs/quTGjBmBPDc/s1600-h/Picture+016.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SXbeGk7RZvI/AAAAAAAAAGs/quTGjBmBPDc/s200/Picture+016.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293662616593458930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Libur panjang akhir tahun lalu, keluargaku ngumpul di Bandung semua. Senangnya :D&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Salah satu agenda acara adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;outdoor activities&lt;/span&gt; di Katumiri. Ini tempat asyik banget buat piknik keluarga. Rata-rata yang datang ke sini tuh rombongan keluarga beserta anak-anaknya gitu. Lebih bagus anak diajak main ke tempat semacam ini daripada diajak main ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mall&lt;/span&gt; atau di rumah main PS. Biar kemampuan eksplorasi dan motoriknya terasah. Sayang si Hanif masih kecil. Jadi yang main-main ya tante dan bundanya Hanif aja dulu :p&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kita main tiga macam permainan: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;flying fox&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;high rope&lt;/span&gt;, dan ATV &lt;span style="font-style: italic;"&gt;touring&lt;/span&gt;. ATV &lt;span style="font-style: italic;"&gt;touring&lt;/span&gt; ini disopiri sama kru dari Katumiri. Awalnya pengen coba ATV &lt;span style="font-style: italic;"&gt;adventure&lt;/span&gt; (ATV-nya disopiri kita sendiri) biar seru dan lebih dag-dig-dug-derr. Tapi katanya lagi nggak bisa. Mungkin jumlah pengunjung jauh lebih banyak daripada jumlah ATV, jadi terpaksa nggak dibuka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Harga per permainan pun murah. Rata-rata cuma 15 ribu. Paling mahal ATV &lt;span style="font-style: italic;"&gt;adventure&lt;/span&gt;, itu pun cuma 60 ribu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Wah, asyik lah pokoknya. Katumiri wajib buat yang suka &lt;span style="font-style: italic;"&gt;outdoor activities&lt;/span&gt;. Yo yo yo, kapan-kapan kita ke sana lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Foto-foto lain bisa dilihat di &lt;a href="http://yustika15.multiply.com/photos/album/16/Katumiri_28_Desember_2008"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-8590087778336477277?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/8590087778336477277/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=8590087778336477277&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/8590087778336477277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/8590087778336477277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2009/01/katumiri-28-desember-2008.html' title='Katumiri, 28 Desember 2008'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SXbeGk7RZvI/AAAAAAAAAGs/quTGjBmBPDc/s72-c/Picture+016.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-3604908030122051303</id><published>2009-01-21T11:43:00.000+07:00</published><updated>2009-01-21T11:45:39.252+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='contemplation'/><title type='text'>Palestina</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Ketika Palestina dibombardir Israel selama 23 hari, tak ayal batinku pun ikut menjerit. Duka Palestina adalah dukaku jua. Saat itu, aku sempat menulis ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Aku tak akan pernah melupakan saat ini: tragedi kemanusiaan yang mencabik bumi Palestina. Sementara aku hanya bisa menatap layar TV dengan mata kaca, sesekali embun menitik dari pelupuk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;They’re just kids&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;. Sebagian di antaranya baru seumur Hanif. Masya Allah...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Aku harus meyakini, skenario-Nya yang terbaik. Mungkin hanya doa yang bisa kuberikan, tak tahu harus berbuat apa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Maka saksikanlah. Di Palestina... di sanalah sejatinya baik dan buruk bertarung, di sanalah sesungguhnya bumi para mujahid, di sanalah sebenar-benarnya bumi para syahid.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Agresi kali ini mungkin telah berakhir. Gencatan senjata? Hmm, rasanya bukan istilah yang tepat. Eropa dan dunia Arab mungkin bisa menepuk dada bahwa lobi-lobi mereka berhasil memaksakan gencatan senjata. Tapi kurasa, Israel menghentikan agresinya bukan karena bersedia melakukan gencatan senjata (Israel terlalu sombong untuk patuh pada dunia internasional). Melainkan karena target serangan mereka—yaitu melumpuhkan HAMAS, memusnahkan terowongan-terowongan bawah tanah, meluluhlantakkan infrastruktur Gaza, dan membunuh sebanyak mungkin orang Palestina—sudah tercapai. Jadi tak perlu menyerang lagi. Kalau cuma gencatan senjata, harusnya tak perlu menunggu 1300 nyawa melayang kan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;1300 nyawa... semoga Israel bisa diseret ke pengadilan internasional karena kejahatan perangnya. Bukan cuma kali ini saja kan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;1300 nyawa... semoga tidak sia-sia... semoga mereka syahid semuanya.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-3604908030122051303?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/3604908030122051303/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=3604908030122051303&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/3604908030122051303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/3604908030122051303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2009/01/palestina.html' title='Palestina'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-1742160800134674715</id><published>2009-01-21T09:03:00.005+07:00</published><updated>2009-01-21T11:46:43.893+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='work'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='daily'/><title type='text'>Cerita Hiatus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SXanJUdqcNI/AAAAAAAAAGk/kQ53Ms6Nh3w/s1600-h/DSC01080.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 193px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SXanJUdqcNI/AAAAAAAAAGk/kQ53Ms6Nh3w/s200/DSC01080.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293602190574383314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;" lang="NO-BOK"&gt;Sebulan lebih sejak pertengahan November, statusku tampak hiatus. Banyak yang udah terjadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;17-28 November lalu, aku dikirim ikut Pelatihan Proteksi Radiasi di kantor BATAN Pasar Jumat, Jakarta. Wih, serasa pindahan. Soalnya Hanif ikut pergi juga, kebayang seperti apa barang-barang bawaan kalau dia ikut serta. Jadilah selama dua pekan kami tinggal di rumah Cikarang. Aku bolak-balik Cikarang-Pasar Jumat tiap hari, tapi alhamdulillah dilalui dengan penuh semangat. Soalnya pela&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;tihannya seru euy, main-main sama sumber radiasi hehehe. Asyik juga :D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Saat sedang berada dalam masa pelatihan itulah, temanku &lt;a href="http://widyagamma.blog.friendster.com/"&gt;Wiwit&lt;/a&gt; membawa &lt;a href="http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&amp;amp;id=933"&gt;kisah yang memilukan&lt;/a&gt;. Tak ada yang bisa disalahkan, mengingat ini adalah kecelakaan. &lt;i style=""&gt;Post partum depression&lt;/i&gt; adalah suatu penyakit yang tak pandang bulu, &lt;i style=""&gt;even&lt;/i&gt; itu orang yang lingkungan amaliyahnya kondusif sekalipun. &lt;i style=""&gt;Don’t you dare asking why&lt;/i&gt;. Depresi adalah penyakit yang membutuhkan dukungan, bukan celaan (Jadi buat yang suka mencela aku pengeluh atau tukang depresi, lihatlah... orang yang jauh lebih shaleh daripada aku juga bisa terkena!)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Selain keriangan ikut pelati&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;han yang seru dan kebahagiaan berkumpul dengan suami tiap hari, ada juga sebagian kisah sedih. Dengan sangat terpaksa, kami harus merelakan Mbak Sur—pengasuh Hanif—pulang. Dan penggantinya, Mbak Santi, juga sama saja. Baru sebulan udah minta pulang. Bukan faktor ketidakbetahan yang membuat mereka pulang, melainkan karena mereka punya masalah dengan suami mereka. Demi membereskan masalah-masalah itulah, mereka terpaksa pulang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Jujur, aku merasa sangat kehilangan Mbak Sur. Dia sangat penyayang terhadap Hanif. Orangnya baik dan rajin luar biasa, juga &lt;i style=""&gt;nrimo&lt;/i&gt;, nggak pernah minta macem-macem—ciri khas orang Jawa yeuhh. &lt;i style=""&gt;You don’t know what you’ve got until it’s gone&lt;/i&gt;. Begitulah. Terlepas dari segala permasalahannya, Mbak Sur benar-benar asisten yang (hampir) sempurna. Kapan lagi ya bisa dapat orang seperti itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SXamy3H5XJI/AAAAAAAAAGc/kw3S8eHreCw/s1600-h/tehninih_edit.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 148px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SXamy3H5XJI/AAAAAAAAAGc/kw3S8eHreCw/s200/tehninih_edit.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293601804741336210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Awal Desember, aku memutuskan untuk mengambil &lt;i style=""&gt;baby sitter&lt;/i&gt; dari Daarut Tauhid. Dapet urutan &lt;i style=""&gt;waiting list&lt;/i&gt; nomer 19 bo! Tapi akhirnya dapet &lt;i style=""&gt;baby sitter&lt;/i&gt; juga. Alhamdulillah banget, mengingat biasanya para bunda suka kehabisan stok &lt;i style=""&gt;baby sitter&lt;/i&gt; (stok... emang apaan hehehe). 13-14 Desember, aku ikut Pelatihan &lt;i style=""&gt;Spiritual Mom&lt;/i&gt;. Pelatihan ini wajib bagi setiap bunda yang akan menggunakan jasa &lt;i style=""&gt;baby sitter&lt;/i&gt;, berlangsung selama dua hari, pembicaranya Teh Ninih dan &lt;a href="http://www.komunitasmuslim.com/index.php?pm=catatan&amp;amp;mid=view_ust&amp;amp;id=72"&gt;Bunda Ningrum Maurice&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Subhanallah, beroleh ilmu yang cukup memberi penyegaran. Diingatkan kembali tentang peran perempuan sebagai istri dan bunda. Diingatkan kembali untuk lebih menata hati (terutama dalam menghadapi suami, hehehe). Lalu kembali berkomitmen, berjuang untuk menjadi istri dan bunda terbaik, insya Allah. Seusai pelatihan, mulai pertengahan Desember, Mbak Sari—pengasuh Hanif yang baru—tinggal di rumah kami dan resmi mengasuh Hanif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Hmm, ada juga resolusi awal tahun yang kubuat. Sempat nulis panjang lebar, tapi pas mau di-&lt;i style=""&gt;post&lt;/i&gt; di sini... kok rasanya bukan buat konsumsi publik ya. Hehehe. Cukup komitmen kepada diri sendiri saja. Toh belum ada rencana konkrit yang terbayang. Lho? Ya biarin lah kalau orang lain sibuk dengan rencana-rencananya. Sampai detik ini aku belum bisa mendefinisikan atau merumuskan sesuatu dengan riil. Berharap ke depannya semakin dimudahkan dan diperjelas oleh Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Fiuhh, hiatus selama sebulan lebih ternyata menyisakan banyak cerita ya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"  class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" face="trebuchet ms" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Foto atas: ”kontingen” BATAN Bandung dalam Pelatihan Proteksi Radiasi (dari kiri: Wiwit, aku, Yulia, Mbak Ria)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" &gt;Foto bawah: aku dan Teh Ninih dalam Pelatihan &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Spiritual Mom&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" &gt;.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-1742160800134674715?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/1742160800134674715/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=1742160800134674715&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/1742160800134674715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/1742160800134674715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2009/01/cerita-hiatus.html' title='Cerita Hiatus'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SXanJUdqcNI/AAAAAAAAAGk/kQ53Ms6Nh3w/s72-c/DSC01080.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-1484094391934423294</id><published>2009-01-13T09:18:00.010+07:00</published><updated>2009-01-14T08:59:01.497+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='knowledge'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='parenting'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='family'/><title type='text'>I Was So Excited!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SW1FvgOpLmI/AAAAAAAAAGQ/0pC1BxVto5s/s1600-h/big_cover_mag.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 190px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SW1FvgOpLmI/AAAAAAAAAGQ/0pC1BxVto5s/s200/big_cover_mag.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290961819637722722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SW1FlAOHKsI/AAAAAAAAAGI/E842iOXQuyg/s1600-h/big_cover_vocab.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 135px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SW1FlAOHKsI/AAAAAAAAAGI/E842iOXQuyg/s200/big_cover_vocab.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290961639246867138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SW1FbHNyHmI/AAAAAAAAAGA/dJGdSriq_dg/s1600-h/big_cover.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 146px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SW1FbHNyHmI/AAAAAAAAAGA/dJGdSriq_dg/s200/big_cover.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290961469325844066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;Buku-buku buat Hanif sudah datang kemarin. Aku beli paket lengkap, terdiri dari:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;li&gt;Bee Magazine Junior (12 buah)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;My First VocaBeelary (12 buah)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;My First EncyclopeBee (24 buah)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;VCD Animasi Tokoh Dunia (9 keping)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;My First Animal Stories plus VCD-nya (1 set)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Papercraft: New Castle&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Papercraft: Bee Ferris Wheel&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Papercraft: 3D Books “Birly”&lt;/li&gt;&lt;li&gt;VCD Edutalk (3 keping)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Datangnya sekardus besar--harganya lumayan, hampir dua kali lipat gajiku sebulan hehehe, tapi nggak apa-apa... namanya juga demi anak. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;I was so excited!&lt;/span&gt; Memang sih, paket ini untuk anak usia 2-9 tahun. Berhubung lagi ada promo paket dan buku nggak akan busuk kalau disimpen bertahun-tahun, aku putuskan untuk beli saja. Namanya juga investasi. Nanti kalau pas Hanif usia segitu, bisa jadi harga ensiklopedia sejenis udah melangit kan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dududu, senangnya. Insya Allah ini langkah awal buat bikin perpustakaan anak di rumah--kalau perpustakaan kecil buat aku kan udah diinisiasi sejak aku kuliah. Misi: membombardir Hanif dengan buku, hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar diambil dari &lt;a href="http://pustaka-lebah.com/"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-1484094391934423294?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/1484094391934423294/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=1484094391934423294&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/1484094391934423294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/1484094391934423294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2009/01/im-so-excited.html' title='I Was So Excited!'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SW1FvgOpLmI/AAAAAAAAAGQ/0pC1BxVto5s/s72-c/big_cover_mag.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-6217433545231203632</id><published>2009-01-05T11:15:00.006+07:00</published><updated>2009-01-05T13:36:35.072+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='family'/><title type='text'>Akhirnya, Hanif Makan... :D</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SWGqCm-7b7I/AAAAAAAAAF4/rwCWukVMeD8/s1600-h/DSC00112.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SWGqCm-7b7I/AAAAAAAAAF4/rwCWukVMeD8/s200/DSC00112.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287694399310622642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;17 Desember 2008, usia Hanif 6 bulan lebih satu hari. Udah waktunya buat MPASI. Pagi-pagi kubuatin bubur susu. Meskipun sekarang udah ada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;baby sitter&lt;/span&gt;, aku nggak mau kelewatan momen satu ini. Jadi bubur susu kubuat sendiri, suapan pertama juga kusuapin sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" &gt;Meskipun hal itu bikin aku jadi telat masuk kantor *hahaha*, nggak apa-apa. Kapan lagi Bunda suapin kamu pagi-pagi pas &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" &gt;weekdays&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" &gt; ya, Nak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" &gt;Foto-foto lain ada di &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://yustika15.multiply.com/photos/album/14/Akhirnya_Hanif_Makan..._D"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" &gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-6217433545231203632?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/6217433545231203632/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=6217433545231203632&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/6217433545231203632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/6217433545231203632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2009/01/akhirnya-hanif-makan-d.html' title='Akhirnya, Hanif Makan... :D'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SWGqCm-7b7I/AAAAAAAAAF4/rwCWukVMeD8/s72-c/DSC00112.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-5795276089363837289</id><published>2009-01-05T11:07:00.005+07:00</published><updated>2009-01-05T13:32:49.270+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='family'/><title type='text'>Hanif 5 Bulan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SWGpLuftodI/AAAAAAAAAFw/10FZDph0RvA/s1600-h/DSC00072.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SWGpLuftodI/AAAAAAAAAFw/10FZDph0RvA/s200/DSC00072.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287693456434373074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Postingan ini seharusnya ku-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;upload&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; November lalu. Tapi karena lagi di Cikarang, terpaksa statusku hiatus deh hihihi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Di &lt;a href="http://yustika15.multiply.com/photos/album/12/Hanif_5_bulan"&gt;sini&lt;/a&gt; ada foto-foto Hanif usia 5 bulan. Makin gede Hanif-nya, makin banyak yang dia bisa. Rada telat belajar tengkurepnya, tapi nggak apa-apa lah. Yang penting sehat ya, Nak. Cupp *cium Hanif*&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-5795276089363837289?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/5795276089363837289/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=5795276089363837289&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/5795276089363837289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/5795276089363837289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2009/01/hanif-5-bulan.html' title='Hanif 5 Bulan'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SWGpLuftodI/AAAAAAAAAFw/10FZDph0RvA/s72-c/DSC00072.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-574831324793701250</id><published>2008-11-13T15:41:00.002+07:00</published><updated>2008-11-13T15:48:46.020+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='work'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='life'/><title type='text'>Tentang Hidup [2]</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Bahasan tentang hidup kali ini sedikit mengerucut pada karir. Lewat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blog&lt;/span&gt;-nya, &lt;a href="http://ipratidina.com/"&gt;Ilma&lt;/a&gt; rajin sekali meng-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;update&lt;/span&gt; visi karir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;”&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Purpose of life&lt;/span&gt; akan ia perjelas setiap kali penulis menuliskan sesuatu pada jurnalnya, setiap kali langkah si penulis semakin mendekatkan ia pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;purpose of life&lt;/span&gt;-nya... ini bisa menginspirasi orang-orang di sekitarnya untuk memiliki p&lt;span style="font-style: italic;"&gt;urpose of life&lt;/span&gt; yang jelas dan terus melangkah untuk mencapainya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;(tulis Ilma di &lt;a href="http://ipratidina.com/?p=452"&gt;sini&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Hmm, lagi-lagi merujuk ke &lt;a href="http://ipratidina.com/"&gt;Ilma&lt;/a&gt;. Nggak apa-apa ya. Soalnya temanku yang satu ini orangnya memang terencana sekali *hehehe, apa nggak capek ya kejar-kejaran sama target*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Kembali ke soal karir. Berbicara tentang visi karir, di lembaga litbang seperti kantorku ini, banyak karyawan yang punya target dalam berkarir. Sebagai tempatnya para peneliti, banyak yang berharap bisa disekolahkan lagi ataupun mematok target tertentu dalam jabatan fungsional. Bagaimana denganku? S2? Nggak ah. Masuk ke fungsional? Sepertinya rada nggak berminat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Lho bagaimana ini, apa nggak malu dengan para peneliti lain yang pada punya integritas? Nggak tuh. Karena untuk sekarang ini, prioritas utamaku adalah Hanif. S2 atau jabatan fungsional &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mah&lt;/span&gt; lewattt.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Dan karena prioritas utamaku adalah Hanif, maka aku nggak iri melihat pencapaian teman-teman lain dalam hal kerjaan ini. Anis Rohanda, temanku di BATAN Serpong, minggu lalu udah berhasil menampilkan poster hasil penelitiannya di &lt;a href="http://seminarpltn-ptrknbatan.web.id/"&gt;Seminar Nasional TKPFN-14&lt;/a&gt;. Arum, temanku di BATAN Jogja, sebelumnya juga udah jadi peserta di seminar internasional MIPA di ITB. Tapi... bener-bener nggak iri tuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Aku baru iri sama &lt;a href="http://capungmungil.multiply.com"&gt;Mbak Dini&lt;/a&gt; yang meskipun anaknya kembar dan ditinggal kerja, masih bisa mencukupi ASI-nya. Juga iri sama Bu Sinta, kolega dari BATAN Serpong, yang sampai sekarang *anaknya 1 tahun lebih* masih bisa ASI eksklusif. Trus ngerasa kecewa banget waktu kelewat momennya Hanif tengkurep untuk pertama kalinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Dan aku rasa bakal jadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;my greatest achievement&lt;/span&gt; adalah kalau aku bisa jadi bunda terbaik buat Hanif *dan adik-adiknya kalau ada hehehe*. Visi karir menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stay-at-home mom&lt;/span&gt;? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Teuteupp&lt;/span&gt;...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-574831324793701250?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/574831324793701250/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=574831324793701250&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/574831324793701250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/574831324793701250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2008/11/tentang-hidup-2.html' title='Tentang Hidup [2]'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-6938811819337623112</id><published>2008-11-13T15:24:00.003+07:00</published><updated>2008-11-13T16:02:32.186+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='contemplation'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='life'/><title type='text'>Tentang Hidup [1]</title><content type='html'>&lt;div face="trebuchet ms" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Sampai sekarang, selalu ada saja ketakutan bila berbicara tentang hidup. Kenapa ya? Hmm, mungkin karena sampai detik ini aku merasa masih menjalani &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: trebuchet ms;"&gt;someone else’s life&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Membaca &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://ipratidina.com/?p=458"&gt;Ilma bercerita tentang visi hidupnya&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; yang tampak sangat jelas, aku jadi mikir sendiri. Betapa tertata rapi hidupnya dengan target-target yang riil, konkret, dan terencana. Dia tahu dengan pasti ke mana arah hidupnya, apa yang dia mau, dan apa yang harus dia lakukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Lalu membaca tentang &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://riananda.multiply.com/photos/album/50/Launching_Novel_9_Matahari_by_Adenita"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;launching&lt;/span&gt; novel perdananya Adenita&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;, aku juga jadi mikir sendiri. Keren banget ya, udah bisa menghasilkan karya yang berarti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Sedangkan aku? Hahaha *ketawa sarkastis*. Dulu aku pernah punya buku impian, target, dan keinginan yang menurutku lumayan ideal. Menikah dengan seseorang yang meskipun sangat mencintaiku namun ternyata visinya beda, membuatku memutar haluan. Kini tak jelas lagi ke mana arah hidupku, apa yang aku mau, dan apa yang harus aku lakukan. Meraba-raba lagi, memulai dari awal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="font-family: trebuchet ms;"&gt;”...sayalah yang bertanggung jawab atas hidup saya dan semua yang terjadi pada saya, sehingga kesalahan bukan murni milik mereka.”&lt;br /&gt;(tulis Ilma di &lt;a href="http://ipratidina.com/?p=449"&gt;sini&lt;/a&gt;)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ya ya ya, aku tahu ini bukan salah siapapun. Aku-lah yang sepenuhnya bertanggung jawab terhadap diriku sendiri. Ada filosofi dalam &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: trebuchet ms;"&gt;The Alchemist&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; *aduh, ke mana ya perginya bukuku ini?* yang sampai sekarang masih terus kuingat: bila kau sangat menginginkan sesuatu, seluruh alam semesta akan membantumu meraihnya, kira-kira begitu bunyinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Lalu ada juga filosofi dari &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: trebuchet ms;"&gt;The Secret&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;: bila kau sepenuh hati berusaha meraih impian namun gagal, mungkin impian itu bukan yang terbaik bagimu; putar haluan dan cari impian lain. Dari dua filosofi itu aku jadi mikir: jangan-jangan buku impianku berisi impian-impian yang semestinya memang bukan tercipta untukku? Jangan-jangan mimpi-mimpiku terlalu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: trebuchet ms;"&gt;absurd&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; dan sama sekali tidak cocok untukku?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Entahlah, berbicara tentang hidup selalu membuatku bingung. Jadi kayak remaja lagi, berusaha menemukan jati diri *cieh bahasanya*. Udah umur segini, udah punya buntut satu, masih saja bingung mau ke mana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="font-family: trebuchet ms;"&gt;”...yg penting kita tau kenapa kita mau jadi apa...”&lt;br /&gt;(dikutip dari &lt;a href="http://ipratidina.com/?p=458"&gt;sini&lt;/a&gt;)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ya, perasaan dulu aku udah tahu mau jadi apa dan kenapa, tapi kok mentok-mentok saja ya. Kok arah angin selalu meniupku jauh-jauh dari jalan yang tadinya kupilih ya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: trebuchet ms;"&gt;Positive thinking&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; saja lah. Ke mana pun itu, pasti itu yang terbaik yang Allah berikan buat aku. Dan aku nggak pernah ingin menyesali hidupku. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: trebuchet ms;"&gt;It makes me just the way I am. Never regret. If it was good, then it was wonderful. If it was bad, then it was experience.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-6938811819337623112?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/6938811819337623112/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=6938811819337623112&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/6938811819337623112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/6938811819337623112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2008/11/tentang-hidup-1.html' title='Tentang Hidup [1]'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-7296307310225072281</id><published>2008-11-11T09:32:00.003+07:00</published><updated>2008-11-11T09:52:53.638+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='daily'/><title type='text'>Plagiat !!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://img.photobucket.com/albums/v513/cikubembem/ncp-mdw.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 120px; height: 37px;" src="http://img.photobucket.com/albums/v513/cikubembem/ncp-mdw.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;Beberapa waktu lalu aku baca tentang &lt;a href="http://helvytr.multiply.com/journal/item/36/O_Plagiator"&gt;kekesalan Mbak Helvy Tiana Rosa terhadap plagiator-plagiator karyanya&lt;/a&gt;. Eh, ternyata kejadian juga sama aku. Kemarin Astri ngasih tahu sebuah &lt;a href="http://synthia.blog.friendster.com/2008/02/wedding-ring/"&gt;link&lt;/a&gt;, yang setelah aku lihat, ternyata tulisan hasil jiplakan dari &lt;a style="font-style: italic;" href="http://yustika.blogspot.com/2006/09/cincin-nikah.html"&gt;blog&lt;/a&gt;-ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih mending kalau dikasih sumbernya ya. Lha ini dia jiplak, trus di-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;edit&lt;/span&gt; sedemikian rupa hingga seolah-olah itu tulisan dia. Bete banget! Kebayang kalau aku punya buku trus diplagiat, pasti bakal marah dan kesal kayak Mbak Helvy. Lha ini sekedar tulisan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blog&lt;/span&gt; aja aku udah bete banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, ternyata nggak perlu punya buku buat jadi korban pembajakan *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sigh&lt;/span&gt;*.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar diambil dari &lt;a href="http://img.photobucket.com/albums/v513/cikubembem/ncp-mdw.gif"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-7296307310225072281?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/7296307310225072281/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=7296307310225072281&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/7296307310225072281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/7296307310225072281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2008/11/plagiat.html' title='Plagiat !!!'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-4041659275165167814</id><published>2008-10-15T11:11:00.003+07:00</published><updated>2008-10-15T11:24:04.018+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fairytale'/><title type='text'>Kenangan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Lagi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blogwalking&lt;/span&gt;, tiba-tiba nemu &lt;a href="http://helvytr.multiply.com/journal/item/21"&gt;puisi indah ini&lt;/a&gt;. Setelah kubaca, hmm... kok kayaknya menggambarkan pengalaman dan perasaan pribadi yak. Jadilah kukutip aja di sini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sajak Februari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;:1991-1995&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;cinta adalah rasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;yang kuucap dalam setiap desah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;dan cuaca&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;tak sampai-sampai getarnya padamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;setiap hari embun meneteskan kesetiaannya pada pagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;seperti aku yang tak pernah berhenti menari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;dalam mimpi tentangmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;dan jatuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;maka kutanyakan pada mungkin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;ia memandangku dengan mata kaca&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;mengecup luka dan berkata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;pergi dan pakailah kerudung airmatamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;sebab tak ada tempat untuk cinta di sini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Engkaukah itu yang berkata?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Semua pejalan di bumi, semua pencinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;pasti akan menderita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;tapi bagaimana agar tiap gerak berarti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;hingga malaikat pun sudi mengecup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;semua luka kita yang mawar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;engkaukah itu yang berkata, cinta?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;sementara diam-diam kita berikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;keping luka dan risau kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;pada angin yang tak desau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Di dalam bis yang membawa banyak orang,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kau cari aku hari itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tapi kau tak tahu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;aku telah mencarimu sejak pertemuan pertama kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Mengapa kau sisakan peta buram yang sama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;hingga aku tak pernah bisa menatap punggungmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Di antara dinding dingin di sekitar kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;kau cari aku hari itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;tapi kau tak tahu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;aku telah mencarimu bermusim-musim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;dan selalu hanya pilu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;yang memeluk dan membujukku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pulanglah, kau sudah begitu lelah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;6&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Begitulah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;kata telah lama berhenti &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;pada napas dan airmata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Di manakah kau, di manakah aku?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Labirin ini begitu sunyi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;dan cinta terus sembunyi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Seperti gelombang yang setia pada lautan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;aku telah lama kau campakkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;ke pantai paling rindu itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;tapi sebagai ombak aku memang harus kembali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;meski dengan luka yang paling badai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;8&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Begitulah perempuanmu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;memintal lalu menguraikan kembali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;kenangan di sepanjang jalan kaca yang retak itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kau mungkin lupa pernah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;menitipkan kilat asa di mataku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;yang menjelma beliung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;namun tak perlu bulan, lilin atau kunang-kunang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;selalu kutemukan jejak juga napasmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;di jalan raya kehidupanku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Membayangkan wajahmu aku pun bermimpi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;tentang matahari lain yang menyala suatu masa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Mungkin kita bisa saling memandang lama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;melepas beliung abai yang menyiksa selama ini &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;9&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;:Aku telah berjuang untuk melupakanmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Seperti baru kemarin kau datang dan kita bicara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;sambil menatap ubin, dinding dan pohon jambu itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kau bilang tak mungkin, sebab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;ada yang lebih penting kau selesaikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Seperti angin yang tak sadar disapa waktu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;aku berpura tak mendengar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dia akan datang, kataku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tapi katamu, kau akan datang setelah urusan selesai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Bagaimana kalau dia yang tiba lebih dahulu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Siapakah yang harus kuabaikan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Siapa yang perlu kulupakan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kita terdiam mengamini ubin, dinding dan pohon jambu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;suara sapu ibu kos di ruang tamu, kendaraan lalu lalang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;beberapa mahasiswa dengan jaket kuning melintas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;mungkin sebentar lagi gerimis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dalam sepi itu tiba-tiba kita pun teringat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;perkataan seorang sahabat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Katanya kita punya sesuatu, semacam hubungan indah,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;yang tak bisa dirumuskan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ketika kau pulang senja itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;aku tahu mungkin kita tak akan berjumpa lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;untuk waktu yang lebih dari lama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Menyakitkan, tapi bukankah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;tak semua kebersamaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;harus jadi monumen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;kadang lebih baik dibuang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;biar usang dalam tong sampah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;10&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dan akhir adalah permulaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;kau aku tak pernah menapaki mula&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;juga mungkin tak pernah sampai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;pada selesai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;seperti puisi yang kutanam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;di kuntum hatimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;11&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;katamu aku tetap perempuan itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;tak henti menyelami lautan huruf&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;demi yang Maha Cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;dan kau sangat tahu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;atas nama cinta pula&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;telah kuputuskan berhenti &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;menuliskan kenangan tersisa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;titik tanpa koma&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;pada Februari ke lima&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;(Helvy Tiana Rosa)&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-4041659275165167814?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/4041659275165167814/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=4041659275165167814&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/4041659275165167814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/4041659275165167814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2008/10/kenangan.html' title='Kenangan'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-4759996635825001384</id><published>2008-10-14T14:34:00.003+07:00</published><updated>2008-10-14T14:40:17.737+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='life'/><title type='text'>Tanpa Judul</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Mataku berkaca-kaca membaca &lt;a href="http://helvytr.multiply.com/journal/item/16"&gt;ini&lt;/a&gt;. Aku kehilangan kata-kata, hanya ada duka bercampur haru menyesaki dada. Seketika ingin rasanya aku memeluk Hanif erat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Masya Allah...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-4759996635825001384?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/4759996635825001384/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=4759996635825001384&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/4759996635825001384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/4759996635825001384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2008/10/tanpa-judul.html' title='Tanpa Judul'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-3347501535882389557</id><published>2008-10-13T13:30:00.004+07:00</published><updated>2008-10-13T13:36:15.572+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='leisure'/><title type='text'>Kecanduan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SPLr0xhDzTI/AAAAAAAAAEg/LbbLBcPhEf8/s1600-h/250px-Heroes_logo.png"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SPLr0xhDzTI/AAAAAAAAAEg/LbbLBcPhEf8/s320/250px-Heroes_logo.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256523006972513586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SPLrtMTI_gI/AAAAAAAAAEY/borlWQarZsA/s1600-h/350px-Heroes.S1.full.cast.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SPLrtMTI_gI/AAAAAAAAAEY/borlWQarZsA/s320/350px-Heroes.S1.full.cast.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256522876722937346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yup&lt;/span&gt;, aku kecanduan film ini. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kinda too late, I know&lt;/span&gt;. Soalnya di Trans 7 baru mulai diputer sih. Itupun baru &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Season&lt;/span&gt; 1, baru sampai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Chapter&lt;/span&gt; 12. Nggak apa-apa lah telat, yang penting lumayan terhibur setelah penat di kantor seharian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar diambil dari &lt;a href="http://en.wikipedia.org/"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-3347501535882389557?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/3347501535882389557/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=3347501535882389557&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/3347501535882389557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/3347501535882389557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2008/10/kecanduan.html' title='Kecanduan'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SPLr0xhDzTI/AAAAAAAAAEg/LbbLBcPhEf8/s72-c/250px-Heroes_logo.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-2116365827266479311</id><published>2008-10-09T14:58:00.003+07:00</published><updated>2008-10-09T15:07:49.199+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='parenting'/><title type='text'>ASI Eksklusif</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SO27Z4lkvtI/AAAAAAAAAEI/46Hl2OkiTRY/s1600-h/Picture+019edit.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SO27Z4lkvtI/AAAAAAAAAEI/46Hl2OkiTRY/s200/Picture+019edit.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255062393572343506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Di usia Hanif yang ke-3 bulan, aku terpaksa mengambil keputusan sulit: memberinya tambahan susu formula—di samping ASI tentunya. Hanif sudah bertambah besar saja, minumnya kuat. ASI perah yang selama ini memenuhi kebutuhannya kini makin terasa kurang saja. Dia makin sering merengek-rengek haus, seperti tidak pernah cukup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Waktu itu berat badannya hampir 6 kg. Menurut dokter, kecukupan susunya dilihat dari berat ini, yaitu 100 mL untuk tiap kg. Berarti sehari minimal dia harus minum 600 mL. Ini minimal. Yah, secara kasar, angka minimal ini hanya cukup untuk hidup dan bernafas. Untuk optimalisasi tumbuh kembangnya, angka minimal ini harus ditambah. Untuk berat badannya yang segitu, paling bagus dia minum 800-900 mL sehari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Aku tidak mau ambil resiko Hanif kurang minum. Nanti kecukupan gizi dan optimalisasi tumbuh kembangnya bagaimana? Karena ASI-ku juga makin berkurang, jadilah aku ambil keputusan sulit itu. Mengapa sulit? Karena dari awal, aku ingin Hanif menjalani program ASI eksklusif selama 6 bulan. Dengan adanya kejadian ini, berarti program ASI eksklusif-ku gagal :(&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Mengenai pentingnya program ASI eksklusif selama 6 bulan, rasanya tidak perlu kuceritakan di sini. Banyak situs di internet yang menerangkan hal ini. Yah, pada intinya, aku sempat merasa sedih dan gagal menjadi ibu karena program ini gagal. Ada rasa malu ketika orang lain tahu bahwa ASI-ku hanya sedikit atau kadang tidak keluar saat Hanif berdecap-decap menyedotnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Berusaha menjadi positif, itu yang sekarang ingin kulakukan. Pernah ada SMS dari Mbak Liyan yang masuk ke &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;inbox&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;-ku, ”Gagal ASI eksklusif bukan akhir dari segalanya. Gagal ASI eksklusif bukan berarti kita gagal menjadi ibu. Berhasil ASI eksklusif juga belum menjamin kita bisa jadi ibu yang baik. Jalan kita untuk menjadi ibu masih panjang, Yus. Tetap semangat ya!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;I know, I know&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;. Mungkin aku yang terlalu sedih—seperti biasa. Tapi aku yakin, semua usaha sudah kulakukan: minum susu, minum jamu, makan daun katuk, makan sayur dan buah, dsb. Jadi kalau ASI-ku berkurang, mungkin memang demikianlah Allah menentukan. Yang penting aku sudah berikhtiar. Dan... &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;oh come on&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;, baik buruknya menjadi ibu tidak bisa diukur dari pemberian ASI semata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dan setelah aku &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;search&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; di &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://wrm-indonesia.org/"&gt;situs We R Mommies&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;, ada artikel yang pas sekali. Berikut kutipannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Saat Tidak Bisa Memberi ASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengirim: Retmawati&lt;br /&gt;Selasa, 23 Januari 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman curhat kepada saya. Dia merasa sangat malu untuk bertemu dengan teman-teman, apalagi untuk kopdar dengan teman milis yang sebagian besar adalah Mom. Mengapa? Karena dia tidak bisa memberi ASI untuk anaknya. Efeknya sampai sejauh itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kampanye pemberian ASI eksklusif, di tengah maraknya diksusi ASI di milis-milis, di tengah banyaknya cerita tentang ibu yang bisa memberi ASI selama 6 bulan (bahkan sampai 2 tahun), ibu-ibu seperti teman saya (dan juga saya yang hanya bisa memberi ASI selama 3 bulan), merasa agak "tersingkir".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moms, berbanggalah diri Anda yang bisa memberi ASI eksklusif ke buah hati. Tidak sedikit moms lain yang tidak bisa memberikan minuman terbaik itu ke anaknya. Bukan karena malas tentu saja. Bukan juga karena dia ingin tubuhnya tetap bagus. Tapi karena sesuatu sebab (sakit sehingga harus menghentikan pemberian ASI karena mengonsumsi obat; puting tidak keluar; atau sebab lain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai cara, upaya, dan semua saran telah diikuti. Tapi apa daya, air susu tiba-tiba berhenti. Dampaknya ternyata tidak bisa dianggap enteng, terutama untuk moms yang sejak tahu dirinya hamil telah bertekad akan memberikan ASI. Shock... itu pertama-pertama yang terjadi. Sedih, menangis, kecewa, atau bahkan depresi. Dan terakhir... saat ditanya oleh orang lain, "Anaknya masih ASI kan?" Merasa bahwa diri adalah ibu paling buruk sedunia. Akibatnya bertemu dengan sesama ibu maupun teman (yang seringnya menanyakan hal itu), menjadi sesuatu yang "menakutkan". Paling tidak itu yang teman saya alami (dan tentu saja pernah saya alami).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jangan Menyalahkan Diri &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minum jamu yang pahit, makan daun katuk dan memompa susu setiap hari, melakukan pijat, telah dilakukan. Tapi karena sesuatu hal, ternyata ASI tidak banyak keluar dan akhirnya berhenti. Apa yang salah? Tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah menyalahkan diri sendiri karena hal itu. Toh kita telah berusaha semampu kita (kecuali ada yang enggak berusaha ya). Moms, yakinlah bahwa anak kita suatu saat akan memahami bahwa kita telah melakukan berbagai cara untuk memberinya ASI. Jangan pernah beranggapan bahwa tanpa memberi ASI dunia serasa runtuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jika ada seseorang bertanya, "Anaknya masih ASI kan?" Jawab saja apa adanya. Ceritakan apa yang telah mom lakukan untuk mendapatkannya. Mungkin tidak semua orang bisa menerima. Tapi pikirkan satu hal: saya telah berusaha melakukan yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bukan Hanya ASI &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa memberi ASI bukan suatu aib yang harus ditutup-tutupi. Berpikirlah positif. Masih banyak hal lain yang bisa dilakukan. Misalnya, karena tidak bisa memberi ASI, maksimalkan hubungan dan cara mengasuh anak: meluangkan waktu setiap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;weekend&lt;/span&gt; untuk anak (memandikan, menyuapi, bermain bersama, membacakan cerita, mengajak jalan-jalan keliling kompleks, mengajari naik sepeda, dan lain-lain). "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Good parenting is more than breastfeeding&lt;/span&gt;," ujar Jan Barger, seorang konsultan laktasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa tidaknya memberi ASI bukan patokan apakah dia ibu yang baik atau buruk. Bisa memberi ASI, namun kemudian mengabaikan anak tanpa membimbingnya, jauh lebih buruk. Memang paling bagus bisa memberi ASI dan memberi banyak perhatian ke buah hati. Tapi saat hal itu terjadi, saat ASI tidak bisa keluar dan segala daya telah dilakukan, tegarlah! Duniamu belum berakhir.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Alhamdulillah ASI-ku masih ada, jadi Hanif masih bisa minum ASI sampai dua tahun—insya Allah—meski disambung dengan susu formula. Semoga ASI-ku tidak berhenti sama sekali. Makin kuat tekad dan langkah ini, untuk berproses menjadi bunda terbaik. Insya Allah, insya Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8607975-2116365827266479311?l=yustika.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yustika.blogspot.com/feeds/2116365827266479311/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8607975&amp;postID=2116365827266479311&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/2116365827266479311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8607975/posts/default/2116365827266479311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yustika.blogspot.com/2008/10/asi-eksklusif.html' title='ASI Eksklusif'/><author><name>Yustika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10570142344456068223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_ypPBnqHx054/R-KmAtibPPI/AAAAAAAAACQ/dBoS3EqGaMU/S220/bali4.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ypPBnqHx054/SO27Z4lkvtI/AAAAAAAAAEI/46Hl2OkiTRY/s72-c/Picture+019edit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8607975.post-606789823205602932</id><published>2008-10-09T09:45:00.001+07:00</published><updated>2008-10-09T09:50:48.505+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='life'/><title type='text'>Perempuan-Perempuan Perkasa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;Dua orang asisten rumah tangga di rumahku adalah perempuan-perempuan perkasa. Ada kesamaan yang jelas di antara mereka: sama-sama jadi tulang punggung keluarga. Suami-suami mereka kerjanya enggak jelas alias serabutan. Kadang kerja, kadang enggak. Terpaks
